INBERITA.COM, Menyambut tahun 2026, Coban Rondo akan menjadi tuan rumah dari Camperfest 2026, festival alam terbesar di Jawa Timur yang diprediksi akan menarik ribuan pengunjung.
Festival ini tidak hanya menawarkan kemewahan glamping dan zona campervan, tetapi juga akan menyajikan musik romantis, berbagai aktivitas outdoor seru, serta pengalaman ekowisata berkelanjutan yang menyatu dengan alam.
Camperfest 2026 diinisiasi oleh DGN Nusa, bekerja sama dengan Perhutani dan Econique, dan akan berlangsung selama dua hari penuh di kawasan hutan pinus yang sejuk dan asri di Coban Rondo, Malang, pada 17-18 Januari 2026.
Festival ini dirancang untuk memperkuat citra Jawa Timur sebagai destinasi wisata kelas dunia, sekaligus memperkenalkan konsep wisata alam yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif dan bernilai sosial.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengalaman Tak Terlupakan
Festival ini digelar dengan konsep nature experience yang menggabungkan petualangan dan hiburan dalam satu wadah.
Afif Tangguh Prakoso, Direktur Utama DGN, menyatakan bahwa salah satu tujuan utama dari Camperfest adalah memperkenalkan potensi alam Jawa Timur yang luar biasa dan menyatukan berbagai elemen budaya serta komunitas yang gemar berwisata alam.
“Camperfest hadir untuk memperkuat citra Jawa Timur sebagai destinasi wisata dunia. Kami ingin festival ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga edukasi yang mengangkat kesadaran tentang pelestarian alam dan ekonomi berkelanjutan,” ujar Afif.
Zona Campervan dan Glamping Mewah Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu fitur utama yang paling ditunggu adalah hadirnya zona campervan yang dirancang khusus untuk para penggemar otomotif dan eksplorasi alam.
Di zona ini, pengunjung dapat menikmati pengalaman camping dengan fasilitas lengkap, seperti akses listrik, titik pengisian air, dan area parkir dekat dengan panggung utama.
Zona ini diharapkan dapat mengumpulkan komunitas pecinta overland, camping mandiri, hingga penggemar kendaraan rekreasi.
Selain itu, untuk mereka yang ingin menikmati pengalaman glamping mewah, Camperfest menyediakan fasilitas glamping premium yang menawarkan kenyamanan menginap di tengah alam tanpa mengurangi nuansa alami.
Glamping ini dilengkapi dengan tenda-tenda mewah dan berbagai fasilitas modern yang menjadikan liburan lebih nyaman dan eksklusif.
Musik Romantis dan Hiburan untuk Semua Kalangan
Camperfest 2026 bukan hanya soal alam dan petualangan, tetapi juga menawarkan berbagai hiburan yang menyatukan pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang.
Pada malam pertama, pengunjung akan dimanjakan dengan Romantic Jazz Night, sebuah konser musik jazz romantis yang diadakan di bawah naungan pepohonan pinus, menciptakan suasana magis yang intim.
Pada hari kedua, festival akan disemarakkan dengan Dangdut Fun, pertunjukan musik dangdut yang ceria dan penuh energi.
Kombinasi antara musik jazz yang santai dan musik dangdut yang enerjik ini dirancang agar semua kalangan, dari anak muda hingga orang tua, dapat menikmati suasana festival yang penuh warna.
Aktivitas Outdoor Seru dan Mengedukasi
Selain menikmati musik dan suasana alam, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai aktivitas outdoor yang dirancang untuk memperkaya pengalaman mereka.
Festival ini akan dimulai dengan registrasi peserta dan pembukaan area pameran UMKM yang menampilkan produk unggulan dari Malang Raya.
Kemudian, pengunjung dapat mengikuti workshop kreatif yang menghadirkan narasumber berpengalaman dari industri kreatif dan pariwisata.
Di sore hari, berbagai sesi outbound dan team gathering akan menjadi wadah bagi peserta untuk berinteraksi dan membangun kebersamaan melalui permainan kelompok, tantangan outdoor, serta nature walk yang memperkenalkan mereka lebih dekat dengan alam sekitar.
Di malam hari, peserta dapat menikmati campfire sambil mendengarkan storytelling, sebuah pengalaman klasik yang menghangatkan suasana di tengah hutan.
Mendorong Ekonomi Lokal dengan Melibatkan UMKM
Camperfest 2026 juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal, salah satunya dengan melibatkan UMKM dari berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan peralatan camping.
Festival ini menyediakan area bazar UMKM yang memberi kesempatan bagi produk-produk lokal untuk dipamerkan kepada pengunjung, termasuk wisatawan internasional.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Afif Tangguh Prakoso menekankan bahwa tujuan utama festival ini adalah untuk memberdayakan UMKM, membuka peluang pasar baru bagi mereka, dan memperkuat ekonomi lokal.
“Camperfest menjadi contoh bagaimana pariwisata dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang kolaboratif antara sektor industri dan masyarakat setempat,” tambah Afif.
Wisata Tambahan untuk Menjelajahi Malang Raya
Bagi para pengunjung yang ingin lebih lama menikmati keindahan Malang, Camperfest juga menyediakan berbagai paket wisata tambahan, seperti Modern Package, Nature Package, dan Cultural Package.
Paket wisata ini akan membawa pengunjung ke destinasi unggulan seperti Bromo, pantai-pantai di Malang Selatan, Museum Angkut, Pujon Kidul, dan Batu Night Spectacular.
Dengan berbagai pilihan paket wisata, pengunjung dapat memperluas pengalaman mereka dan menjelajahi lebih banyak lagi keindahan alam dan budaya Malang Raya yang kaya.
Paket wisata ini juga menjadi nilai tambah bagi Camperfest, menjadikannya lebih dari sekadar festival, tetapi juga kesempatan untuk menikmati berbagai destinasi menarik di sekitar Malang.
Festival Alam Terbesar dengan Konsep Berkelanjutan
Dengan Camperfest 2026, Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Festival ini menggabungkan berbagai elemen alam, hiburan, dan edukasi dalam sebuah pengalaman yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari Econique, Perhutani, dan DGN Nusa, Camperfest 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu festival alam paling berkesan di Indonesia.
Dengan konsep Fun, Romantic, and Memorable, Camperfest membawa pesan bahwa wisata alam bisa menjadi ruang bagi kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan.
Festival ini siap menyapa ribuan pengunjung dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata kelas dunia. (***)