Bus Sugeng Rahayu Ngeblong Tercebur ke Sungai di Nganjuk, 27 Korban Luka, Kesaksian Kondektur dan Penumpang Berbeda

INBERITA.COM, Kecelakaan yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026), masih dalam penyelidikan kepolisian.

Peristiwa tersebut mengakibatkan bus keluar jalur hingga menabrak pembatas jalan dan tercebur ke sungai, menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Di tengah proses penyelidikan, muncul perbedaan keterangan antara kondektur bus dan sejumlah penumpang mengenai detik-detik sebelum kecelakaan terjadi.

Kondektur Bus Sugeng Rahayu, Herman, mengatakan kendaraan yang dikemudikan rekannya melaju dengan kecepatan sedang saat melintas dari arah Surabaya menuju Yogyakarta.

Menurut Herman, sesaat sebelum kecelakaan, sebuah truk bernomor polisi S 9687 UR yang datang dari arah berlawanan diduga memasuki jalur bus.

“Bus berjalan sedang.”

Ia menuturkan sopir telah berupaya menghindari tabrakan dengan mengerem dan membanting setir ke kiri. Namun benturan tetap tidak dapat dihindari hingga bus akhirnya masuk ke sungai.

“Truk makan marka jalan. Sopir bus sudah mengerem banting setir ke kiri tetap tertabrak. Kemudian, bus tercebur ke sungai.”

Herman juga menyebut bus membawa sekitar 40 penumpang sejak berangkat dari Surabaya.

Berbeda dengan keterangan tersebut, sejumlah penumpang mengaku bus melaju dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali menyalip kendaraan lain sejak awal perjalanan.

Nurul (32), penumpang yang duduk tepat di belakang sopir bersama anaknya yang masih berusia lima tahun, mengaku telah merasa khawatir sejak bus meninggalkan Surabaya.

“Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah. Tidak mau kalau ada kendaraan lewat di samping atau menyalipnya. Saya waswas.”

Menurut Nurul, sesaat sebelum kecelakaan bus kembali mencoba menyalip kendaraan lain di ruas jalan yang ramai dan sedikit menikung.

Dari arah berlawanan muncul truk sehingga ruang untuk kembali ke jalur semula dinilai tidak mencukupi.

“Bus tersebut berupaya menerobos dari arah kanan. Dari arah berlawanan ada truk. Karena tidak nutut bus banting ke kiri, lalu menabrak pembatas dan nyebur ke sungai. Penumpang langsung teriak-teriak.”

Akibat kejadian tersebut, Nurul mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Sementara anaknya dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.

Kesaksian serupa disampaikan penumpang lain, Totok (53), yang saat itu bepergian bersama istri dan anaknya menuju Kabupaten Ngawi.

Ia mengatakan bus sempat mengambil jalur kanan ketika kondisi lalu lintas cukup padat sebelum akhirnya terjadi benturan dengan truk.

“Jalanan padat. Bus ambil kanan, lalu di depannya ada truk. Kemudian terjadi kecelakaan.”

Totok menggambarkan situasi di dalam bus sangat mencekam ketika kendaraan kehilangan kendali dan masuk ke sungai.

“Rasanya di dalam bus kayak dikopyok atau diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus.”

Seluruh anggota keluarganya dilaporkan mengalami luka, meski tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.

Hingga Sabtu siang, petugas Satlantas Polres Nganjuk masih melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga diatur untuk menghindari kemacetan selama proses evakuasi berlangsung.

Perwakilan Jasa Raharja, Muhammad Rifan Hadinata, mengatakan berdasarkan pendataan sementara terdapat 27 korban luka dalam insiden tersebut.

Sebanyak 14 korban menjalani perawatan di RSUD Nganjuk, sedangkan 13 korban lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.

Mayoritas korban merupakan penumpang bus dan mengalami luka ringan. Seluruh penumpang yang menjadi korban dipastikan masuk dalam cakupan jaminan Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan. Keterangan dari kondektur, penumpang, maupun saksi lain masih didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum bus bertabrakan dengan truk dan tercebur ke sungai.

Proses penyelidikan akan menjadi dasar penentuan penyebab kecelakaan serta langkah hukum selanjutnya apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran.