BRIN Kembangkan Antena 6G, Siap Sambut Era Internet Super Cepat

INBERITA.COM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mempercepat pengembangan teknologi komunikasi generasi keenam atau 6G sebagai langkah strategis menghadapi era internet super cepat.

Inisiatif ini diharapkan mampu membuat Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan teknologi global sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional di bidang telekomunikasi.

Pengembangan jaringan 6G oleh BRIN saat ini difokuskan pada riset antena berteknologi tinggi yang mampu mendukung kebutuhan konektivitas masa depan.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga, mengungkapkan bahwa riset yang tengah berjalan berfokus pada pengembangan antena mikrostrip single layer dan multilayer yang dirancang dalam ukuran kecil agar dapat diaplikasikan pada perangkat seluler.

“Kita tidak mungkin memiliki antena yang dimensinya melebihi ukuran telepon seluler itu sendiri. Oleh karena itu, antena harus dirancang sekecil mungkin agar dapat ditempatkan di dalam perangkat,” ujar Yohanes.

Menurutnya, desain antena untuk teknologi 6G tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Dalam satu perangkat telepon seluler, terdapat berbagai jenis antena dengan fungsi berbeda seperti WiFi, Bluetooth, dan sistem komunikasi lainnya.

Oleh karena itu, setiap desain harus diperhitungkan secara matang agar tidak terjadi interferensi serta tetap menghasilkan performa optimal.

Proses pengembangan antena 6G di BRIN dimulai dari tahap simulasi desain untuk memastikan kelayakan awal.

Setelah itu, dilakukan proses optimasi guna mendapatkan performa terbaik sebelum masuk ke tahap fabrikasi atau pembuatan fisik antena.

Tahapan akhir adalah pengujian di laboratorium untuk memastikan bahwa antena mampu bekerja sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.

Dalam tahap pengujian, para peneliti menggunakan perangkat dengan frekuensi hingga 110 gigahertz (GHz).

Pengujian ini penting untuk memastikan antena mampu beroperasi pada frekuensi tinggi yang menjadi karakteristik utama teknologi 6G.

“Kita juga telah lakukan beberapa pengukuran, seperti s-parameter, pola radiasi, dan karakteristik lainnya. Hal ini menjadi studi awal pengembangan teknologi 6G yang ke depan berpotensi digunakan pada frekuensi millimeter-wave di Indonesia,” jelas Yohanes.

Selain fokus pada pengembangan antena 6G, tim peneliti PRT BRIN juga tengah mengembangkan antena komunikasi satelit atau SATCOM.

Riset ini bertujuan untuk memastikan konektivitas antara satelit di orbit geostasioner dengan stasiun bumi tetap stabil dan andal.

Dalam pengembangan ini, BRIN mengadopsi teknologi phased array system, yaitu sistem yang terdiri dari kumpulan elemen antena yang bekerja secara terintegrasi sebagai satu kesatuan.

Teknologi ini memungkinkan pengendalian arah pancaran sinyal secara elektronik tanpa perlu menggerakkan antena secara fisik.

“Antena secara fisik tetap diam, namun dari sudut pandang elektromagnetik, arah pancaran sinyalnya dapat bergerak. Hal ini penting karena satelit orbit rendah memiliki pergerakan yang cepat, sehingga antena juga harus mampu mengikuti pergerakan satelit tersebut,” paparnya.

Teknologi phased array dinilai sangat krusial dalam mendukung komunikasi satelit modern, terutama untuk sistem satelit orbit rendah yang membutuhkan respons cepat dan akurasi tinggi dalam pelacakan sinyal.

Untuk mendukung keseluruhan riset ini, PRT BRIN telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas laboratorium tematik yang mencakup Communication and Signal Processing (CSP) Laboratory, RF, Microwave, Acoustic, and Photonic (RFMAP) Laboratory, Antenna and Propagation (AP) Laboratory, Advanced Network Protocol (ANP) Laboratory, serta Audio Visual Transmission Laboratory.

Tak hanya itu, BRIN juga memiliki fasilitas near-field anechoic chamber yang digunakan untuk pengujian dan karakterisasi antena secara presisi tinggi.

Peralatan pendukung lainnya meliputi network analyzer dengan kemampuan pengukuran hingga 110 GHz serta LPKF protolaser H4 yang digunakan dalam proses fabrikasi prototipe perangkat elektronik dengan tingkat akurasi tinggi.

Melalui berbagai inovasi ini, BRIN optimistis bahwa pengembangan teknologi 6G di Indonesia akan terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan komunikasi masa depan yang semakin kompleks.

Upaya ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional serta membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi telekomunikasi global.