INBERITA.COM, Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, mengingatkan masyarakat mengenai potensi cuaca hujan yang dapat terjadi selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah untuk menghadapi dampak yang mungkin timbul, termasuk banjir rob di sejumlah wilayah.
Huda merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca selama 18 hari periode mudik dan balik Lebaran.
“Menyangkut soal isu bahwa BMKG sudah mengeluarkan, rilis di rentang tanggal 18 hari mudik ini, 18 hari mudik ini, baik mudik maupun balik, cuacanya masih hujan,” kata Huda dalam diskusi di DPR, Kamis (5/3).
Perhatian terhadap banjir rob menjadi penting karena sejumlah jalur strategis kerap terdampak. Contohnya, jalur Pantura Demak KM Surabaya-Semarang yang sempat tergenang limpasan air laut di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Minggu (6/4/2025).
Personel Satlantas Polres Demak pun sempat mengatur arus lalu lintas agar kendaraan pemudik tetap aman.
Huda menekankan agar kondisi cuaca ini disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar calon pemudik dapat mengantisipasi risiko perjalanan.
“Ini perlu menjadi perhatian dan disampaikan secara terbuka kepada semua calon pemudik kita, bahwa nanti cuaca hujan potensi adanya banjir, termasuk banjir rob di beberapa titik di Jawa Tengah dan seterusnya, perlu diantisipasi bersama, termasuk potensi jalan licin,” jelasnya.
Ia menambahkan, antisipasi terhadap cuaca tidak hanya sebatas informasi awal. Masyarakat diimbau selalu memantau perkembangan terkini agar perjalanan mudik lebih aman. Huda meminta BMKG untuk rutin memperbarui data dan prakiraan cuaca.
“Nah, karena itu kita minta kepada BMKG untuk terus mengupdate suasana ini, berkaitan dengan pergerakan cuaca ini, supaya betul-betul masyarakat pengguna jalan dan para pemudik kita bisa berjalan sesuai dengan prakiraan cuaca yang sudah disampaikan oleh BMKG,” katanya.
Fenomena banjir rob, lanjut Huda, merupakan salah satu risiko nyata yang sering terjadi di jalur pesisir selama musim hujan.
Hujan yang deras dapat memicu genangan air laut yang melimpas ke daratan, sehingga jalur transportasi utama, termasuk Pantura, rentan terdampak. Kondisi ini berpotensi memperlambat arus mudik dan menimbulkan risiko kecelakaan akibat jalan licin.
Selain itu, pemerintah diimbau menyiapkan mitigasi risiko secara menyeluruh. Hal ini mencakup koordinasi dengan instansi terkait, pengaturan arus lalu lintas, hingga kesiapan posko darurat dan sistem peringatan dini.
Huda menegaskan bahwa penyampaian informasi secara transparan menjadi kunci agar masyarakat bisa mempersiapkan perjalanan mudik dengan lebih matang.
Prakiraan BMKG menunjukkan bahwa hujan akan berlangsung selama sebagian besar periode mudik dan arus balik, sehingga potensi gangguan perjalanan cukup signifikan. Pemudik diimbau untuk mengecek kondisi jalan, menyiapkan kendaraan dengan baik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dukungan informasi real-time dari BMKG diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan aman.
Dalam beberapa tahun terakhir, banjir rob di jalur pesisir seperti Demak telah menjadi perhatian serius. Dampaknya tidak hanya memengaruhi kelancaran transportasi, tetapi juga keamanan dan kenyamanan pemudik.
Huda mengingatkan bahwa kesiapan bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait fenomena banjir rob. Pemudik perlu memahami cara mengantisipasi risiko jalan licin dan genangan air laut, serta memanfaatkan jalur alternatif bila diperlukan.
Informasi ini diharapkan bisa mencegah potensi kemacetan dan kecelakaan selama musim mudik Lebaran 2026.
Huda menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi cuaca ini harus menjadi agenda prioritas. Kesiapsiagaan, pemantauan berkala, dan komunikasi yang jelas menjadi kunci agar mudik Lebaran 2026 berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.