INBERITA.COM, ANW (26) melaporkan Betrand Peto kepada Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual dan fisik yang terjadi di sebuah klub di SCBD, Jakarta Selatan, pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, mengatakan bukti berupa visum, foto memar, dan bekas cedera telah diserahkan kepada penyidik.
Nathaniel menunjukkan foto yang memperlihatkan lebam di leher dan benturan pada wajah saat jumpa pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026). Ia menyebut kejadian bukan hanya pelecehan, melainkan juga pemaksaan dan kekerasan fisik.
“Kami tegaskan, bukan hanya pelecehan, tetapi ada pemaksaan dan kekerasan fisik. Ini kami tunjukkan bukti-bukti visum,” kata Nathaniel dalam jumpa pers di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026).
“Foto memar atau benturan di area wajah atau hidung. Bekas lebam di leher, lengan dan pergelangan tangan yang membiru akibat cengkeraman paksa. Bekas luka cakaran,” tambah Nathaniel sembari menunjukkan foto.
“Semua bukti ini telah kami serahkan ke penyidik Polda Metro Jaya. Kami meminta Polda Metro Jaya bertindak tegas dan profesional, serta memohon Komnas Perempuan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ikut mengawal kasus ini,” tutur Nathaniel.
Selain keterangan kuasa hukum, ANW juga memberikan keterangan langsung mengenai perjalanan kejadian. ANW menjelaskan bahwa Betrand Peto membuka room di salah satu klub SCBD, lalu ia dan rekan berinisial D diminta seorang waiter untuk bergabung.
“Jadi pada tanggal 12 dini hari itu, saya datang ke salah satu klub di SCBD sekitar jam 02.00 bersama teman saya D. Kami datang untuk santai dan bertemu teman-teman. Tiba-tiba ada salah satu staf atau waiter klub tersebut yang menghampiri dan menawarkan, ‘Mau nggak meramaikan room-nya si BP?’,” tutur ANW.
Setelah itu, ANW dan D bergabung, dan ANW menjelaskan bahwa pelecehan terjadi ketika mereka hendak ke toilet.
“Saya tidak pernah berpikir negatif, saya mengira akan aman-aman saja, jadi kami setuju. Kejadian itu pelecehan itu terjadi saat mereka hendak ke toilet, yang mana disebut melakukan pelecehan seksual,” tambah ANW.
ANW mengatakan ponselnya tertinggal di sofa luar ruangan, lalu ia keluar untuk mengambilnya sebelum kembali ke dalam. “Handphone saya saat itu tertinggal di sofa luar ruangan. Saat saya keluar mengambil ponsel lalu kembali ke ruangan, teman saya D sudah tidak ada di tempat duduk karena sedang ke toilet,” tambah ANW.
Saat mencari D, ANW mengatakan ia bersama Betrand Peto sampai di depan pintu toilet, tempat ia menyebut mengalami pelecehan seksual secara paksa dan kekerasan.
“Namun sesampainya di depan pintu toilet, di situlah saya mengalami tindakan pelecehan seksual secara paksa dan disertai kekerasan,” tambah ANW.
Hingga saat ini, pihak ANW telah melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/6780/1X/2026/SPK//POLDA METRO JAYA. Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, “Dilaporkan hari Sabtu 12 September 2026 di SPKT Polda Metro Jaya,” kata Budi dalam keterangannya, Sabtu.
“Berinisial ATT alias BP anak angkat dari artis berinisial RSO,” tambah Budi.
Kabar tersebut sebelumnya disampaikan netizen @prass_iam04 melalui Threads, yang menulis bahwa anak artis dan teman-temannya membuat keributan di sebuah klub.
“ADA ANAK ARTIS DAN TEMAN-TEMANNYA YANG NGE-KLUB DI ROOM TAPI BIKIN RUSUH, MELECEHKAN CEWEK + ANIAYA CEWEK SAMPAI KUPINGNYA ROBEK! kejadian pagi ini. KALAU RAMAI SAYA SPILL ANAK SIAPA,” tulis akun Threads @prass_iam04.