INBERITA.COM, Di tengah cuaca panas dan aktivitas masyarakat perkotaan yang serba cepat, kebiasaan mengonsumsi es teh manis setelah makan telah menjadi rutinitas yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Minuman yang dikenal murah, mudah didapat, serta menyegarkan ini semakin populer di berbagai wilayah, termasuk di kawasan padat penduduk Jakarta Selatan.
Fenomena tersebut terlihat jelas di RW 07, Manggarai, yang oleh warga setempat dikenal sebagai “kampung es teh gentong”. Di hampir setiap gang kecil, pedagang es teh manis berjejer menawarkan minuman dingin dengan harga terjangkau.
Popularitasnya begitu tinggi hingga sebagian warga mengaku sulit melepaskan kebiasaan mengonsumsi es teh setiap hari, terutama setelah makan siang.
Juju (27), salah satu warga RW 07 Manggarai, mengaku sudah lama menjadi penikmat setia es teh gentong. Minuman tersebut bahkan sempat ia konsumsi beberapa kali dalam sehari sebelum akhirnya mulai mengurangi kebiasaan itu karena alasan kesehatan.
“Ya sebenarnya suka banget sama es teh gentong, siapa yang enggak suka coba? Harganya cuma Rp2.000, porsinya banyak manis,” kata Juju ketika ditemui di Manggarai, Rabu (29/4/2026).
Menurut pengakuannya, es teh sempat ia anggap sebagai minuman utama yang menggantikan air putih karena sensasi segarnya.
Namun, seiring waktu dan perubahan gaya hidup, terutama karena ia tengah menjalani program diet untuk persiapan kehamilan, kebiasaan tersebut mulai dikendalikan.
Tidak hanya Juju, kebiasaan serupa juga ditemukan pada warga lain. Yati (53), misalnya, mengaku es teh manis sudah menjadi bagian penting dalam pola makannya sehari-hari.
“Di atas jam 12.00 WIB, biasanya makan siang, pas makan siang minumnya tuh selalu es teh,” tutur dia ketika ditemui, Rabu.
Fenomena “ketergantungan” terhadap es teh manis ini tidak hanya terjadi karena faktor rasa dan harga yang terjangkau, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap.
Dalam kondisi tersebut, minuman dingin memberikan sensasi segar yang dianggap mampu menurunkan suhu tubuh dengan cepat.
Namun di balik kesegarannya, kebiasaan minum es teh manis setelah makan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit (RS) Pondok Indah – Pondok Indah, Liliana, menjelaskan bahwa konsumsi es teh manis secara rutin setelah makan dapat memengaruhi pola konsumsi gula dalam jangka panjang.
Menurutnya, preferensi terhadap rasa manis dapat terbentuk secara bertahap jika seseorang terlalu sering mengonsumsi minuman tinggi gula.
“Semakin lama, maka akan terbentuk kebiasaan minum atau makan apapun harus dengan gula,” tutur Liliana saat dihubungi Kompas.com, Kamis.
Kebiasaan ini, jika terus berlanjut, dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme. Konsumsi gula berlebihan dalam jangka waktu panjang, terutama lebih dari lima tahun, berpotensi membuat hormon insulin yang diproduksi pankreas menjadi kurang sensitif.
Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin, yang merupakan salah satu faktor risiko awal diabetes melitus.
Selain itu, tingginya asupan gula dari minuman seperti es teh manis juga dapat berdampak pada peningkatan berat badan, gangguan metabolisme tubuh, hingga risiko penyakit tidak menular lainnya.
Hal ini menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya konsumsi minuman manis di masyarakat perkotaan.
Meski demikian, es teh tetap menjadi salah satu minuman paling populer di Indonesia karena faktor harga dan aksesibilitas. Di banyak tempat seperti Manggarai, keberadaan pedagang es teh gentong justru menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat setempat.
Namun, di balik itu, edukasi mengenai pola konsumsi gula yang sehat menjadi hal yang semakin penting untuk diperhatikan.
Kebiasaan sederhana seperti minum es teh manis setelah makan, yang tampak tidak berbahaya, ternyata dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus tanpa kontrol.
Oleh karena itu, keseimbangan dalam pola konsumsi harian menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tubuh, tanpa harus sepenuhnya meninggalkan minuman favorit masyarakat ini.







