Aspal Buton Melimpah, RI Simpan Cadangan untuk Kebutuhan Ratusan Tahun

INBERITA.COM, Indonesia tercatat sebagai negara dengan cadangan aspal alam terbesar di dunia. Sumber daya strategis tersebut tersimpan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang selama ini dikenal sebagai penghasil Aspal Buton atau Asbuton.

Besarnya cadangan Aspal Buton bahkan disebut mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional hingga ratusan tahun ke depan.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), total cadangan aspal alam di Pulau Buton mencapai sekitar 694 juta ton.

Data tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi (SIMPK) milik Kementerian PU.

Jumlah cadangan itu dinilai sangat besar jika dibandingkan dengan kebutuhan aspal nasional setiap tahun. Kementerian PU mencatat, kebutuhan aspal nasional rata-rata berada di kisaran 1 juta ton hingga 1,5 juta ton per tahun.

Namun, sekitar 78 persen kebutuhan tersebut hingga kini masih dipenuhi melalui impor aspal minyak dari luar negeri.

Dengan asumsi kebutuhan tahunan tersebut, cadangan Aspal Buton secara teoritis dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia tanpa harus bergantung pada impor aspal minyak.

Selama ini, impor aspal masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan infrastruktur nasional. Sebagian besar aspal impor berasal dari turunan minyak bumi, sehingga sangat dipengaruhi kondisi pasar energi global.

Ketika terjadi gejolak harga minyak dunia atau gangguan pasokan akibat konflik internasional, harga aspal ikut mengalami kenaikan dan berdampak langsung terhadap biaya pembangunan jalan.

Kondisi tersebut membuat ketergantungan terhadap aspal impor dipandang sebagai titik lemah yang perlu segera dikurangi.

Pemerintah pun mulai mendorong pemanfaatan Aspal Buton sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan infrastruktur nasional sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam dalam negeri.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, langkah penguatan penggunaan Aspal Buton sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memaksimalkan pemanfaatan sumber daya domestik di tengah ketidakpastian global.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada sumber daya dari luar, terutama di tengah situasi global yang tidak pasti. Apa yang kita miliki di dalam negeri harus menjadi kekuatan utama,” ujar Dody dikutip dari laman Kementerian PU, Kamis (7/5/2026).

Pemerintah menilai Aspal Buton memiliki potensi besar untuk menjadi substitusi aspal impor. Selain cadangannya melimpah, kualitas Asbuton juga disebut diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Potensi ini dinilai dapat mendukung program hilirisasi sumber daya alam sekaligus memperkuat industri konstruksi nasional.

Meski memiliki cadangan besar, pemanfaatan Asbuton olahan dalam beberapa tahun terakhir masih tergolong rendah. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata penggunaan Aspal Buton baru mencapai sekitar 4 persen dari total kebutuhan aspal nasional.

Dody mengungkapkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor aspal masih cukup tinggi. Dari total kebutuhan aspal nasional sebesar 1,056 juta ton pada 2024, sekitar 78 persen masih dipenuhi dari impor.

Angka kebutuhan tersebut bahkan diproyeksikan meningkat hingga mencapai 1,5 juta ton pada tahun-tahun mendatang seiring masifnya pembangunan infrastruktur.

Untuk menekan ketergantungan impor, pemerintah kini tengah menyiapkan regulasi terkait kebijakan wajib penggunaan Asbuton olahan. Kebijakan tersebut menargetkan substitusi paling sedikit 30 persen atau A30 dalam campuran beraspal.

Langkah itu diharapkan mampu menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap aspal impor hingga sekitar 50 persen.

Selain mengurangi tekanan terhadap devisa negara, optimalisasi penggunaan Aspal Buton juga diyakini dapat menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah penghasil serta memperkuat rantai industri dalam negeri.

Pulau Buton sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan sumber daya alam strategis yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Dengan cadangan aspal alam mencapai ratusan juta ton, Asbuton dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tulang punggung pasokan aspal nasional di masa depan.

Jika pemanfaatannya terus ditingkatkan melalui kebijakan hilirisasi dan dukungan regulasi, Aspal Buton bukan hanya berpotensi mengurangi impor, tetapi juga memperkuat kemandirian Indonesia dalam pembangunan infrastruktur jalan nasional.