Api Melalap 200 Kios di Pasar Kanjengan Semarang, Pedagang Tak Sempat Selamatkan Barang Dagangannya

Kebakaran Hebat di Pasar Kanjengan, Pemkot Siapkan Relokasi PedagangKebakaran Hebat di Pasar Kanjengan, Pemkot Siapkan Relokasi Pedagang
220 Kios dan 26 Ruko Terdampak Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang

INBERITA.COM, Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Kanjengan Semarang dan menghanguskan ratusan kios serta lapak pedagang.

Peristiwa yang terjadi sejak Rabu (29/4/2026) malam hingga Kamis (30/4/2026) dini hari itu memicu kepanikan, terutama karena api dengan cepat menjalar di area padat aktivitas ekonomi.

Kebakaran dilaporkan bermula dari kawasan pedagang kaki lima (PKL) Blok C sebelum merembet ke deretan ruko di Blok F.

Kondisi bangunan yang berdekatan serta banyaknya material mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api di lokasi tersebut.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan unsur terkait langsung dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Total sekitar 90 personel diterjunkan dalam upaya pemadaman yang berlangsung intens selama berjam-jam.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyampaikan bahwa dampak kebakaran sangat luas, dengan ratusan unit usaha terdampak langsung.

“Kerugian masih dalam pendataan, namun estimasi sementara mencapai sekira Rp3,5 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekira Rp5 miliar,” jelasnya.

Data sementara menunjukkan sekitar 468 unit terdampak, terdiri dari ratusan lapak PKL dan puluhan ruko di Blok F. Banyak pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka karena api menyebar dengan cepat.

Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan puluhan armada pemadam. Sumber air diperoleh dari berbagai titik, termasuk hydrant kota, tangki PDAM, serta sumber air tambahan di sekitar kawasan Kota Lama.

Aniceto menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu sejak awal kejadian hingga proses pendinginan.

“Penanganan dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan sejak api mulai menyebar dari Blok C ke Blok F.”

“Proses pemadaman serta pendinginan telah dilaksanakan hingga dipastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” katanya.

Meski api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Aparat kepolisian bersama instansi terkait telah mengambil alih proses investigasi untuk mengungkap sumber api.

Di sisi lain, pemerintah kota juga melakukan penyelidikan internal guna mendukung pengumpulan data dan mempercepat penanganan pascakejadian.

Evakuasi dilakukan secara spontan oleh para pedagang dibantu warga sekitar saat api mulai membesar. Kepanikan sempat terjadi, namun hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, mengungkapkan bahwa proses pemadaman memakan waktu cukup lama hingga api benar-benar terkendali.

“Tidak ditemukan lagi titik api aktif setelah dilakukan pendinginan menyeluruh di seluruh area terdampak,” imbuhnya.

Sebagai langkah pemulihan, Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menyiapkan skema relokasi bagi para pedagang yang terdampak. Hal ini dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti terlalu lama akibat musibah tersebut.

Lokasi relokasi sementara disiapkan di area pasar yang masih memungkinkan digunakan, dengan kapasitas menampung sekitar 100 hingga 150 pedagang. Selain itu, opsi tambahan juga disediakan di gedung pasar baru yang telah disiapkan pemerintah.

“Relokasi pedagang telah kami siapkan agar mereka tetap dapat berjualan kembali. Ini menjadi prioritas agar ekonomi masyarakat tidak terhenti,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan dan mitigasi kebakaran di kawasan pasar tradisional yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kepadatan bangunan serta aktivitas perdagangan yang intens membuat risiko kebakaran sulit dihindari jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan fasilitas keselamatan yang memadai.

Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan para pedagang dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi terkait penyebab kebakaran yang masih terus didalami.