INBERITA.COM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali mengintensifkan upaya mitigasi bencana melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk menekan risiko cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dalam operasi terbaru ini, sebanyak 1,6 ton atau 1.600 kilogram bahan semai berupa garam ditaburkan ke langit, dengan fokus wilayah Tangerang Selatan dan perairan Laut Jawa sebagai area utama penyemaian awan.
Langkah modifikasi cuaca Jakarta ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pencegahan dini menghadapi potensi hujan berintensitas tinggi yang dapat memicu genangan hingga banjir di wilayah ibu kota.
Operasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada periode tertentu, terutama saat kondisi atmosfer menunjukkan potensi peningkatan curah hujan.
“Operasi ini merupakan langkah mitigasi dini untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji, dilansir Media, Senin (26/1/2026).
Isnawa menjelaskan bahwa kegiatan modifikasi cuaca tersebut merupakan pelaksanaan OMC ke-11 yang dilakukan BPBD DKI Jakarta.
Dalam operasi ini, total 1.600 kilogram bahan semai ditaburkan ke atmosfer melalui dua kali penerbangan atau dua sorti.
Penyemaian awan diarahkan ke wilayah yang dinilai aman dan strategis untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum memasuki kawasan padat penduduk Jakarta.
Pada sorti pertama, pesawat yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca terbang di atas langit Tangerang Selatan.
Penyemaian awan dilakukan pada ketinggian antara 5.000 hingga 7.000 kaki. Dalam penerbangan pertama ini, BPBD DKI Jakarta menggunakan bahan semai berupa kalsium oksida (CaO) atau kapur tohor dengan total berat mencapai 800 kilogram.
Bahan tersebut disebarkan untuk mempengaruhi proses pembentukan awan agar hujan dapat turun lebih awal di wilayah yang relatif aman.
Selanjutnya, sorti kedua dilaksanakan pada siang hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah Perairan Laut Jawa.
Penerbangan pada sorti kedua dilakukan di ketinggian yang lebih tinggi, yakni antara 8.000 hingga 12.000 kaki.
Area penyemaian awan difokuskan pada radial 030 hingga 060 derajat, menyesuaikan dengan arah pergerakan awan dan hasil analisis cuaca yang dilakukan sebelumnya.
“Pada sorti ini digunakan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram,” ujarnya.
Penggunaan dua jenis bahan semai yang berbeda dalam operasi modifikasi cuaca Jakarta ini bertujuan untuk mengoptimalkan efektivitas penyemaian awan.
Kalsium oksida dan natrium klorida dipilih berdasarkan karakteristik awan, kelembapan udara, serta kondisi atmosfer pada saat operasi berlangsung.
Dengan metode tersebut, diharapkan hujan dapat dipicu turun lebih awal di wilayah perairan atau daerah yang minim risiko, sehingga intensitas hujan yang mencapai Jakarta dapat berkurang.
Isnawa menegaskan bahwa pelaksanaan OMC hari ke-11 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi potensi curah hujan tinggi.
Operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan kajian ilmiah dan analisis kondisi atmosfer yang terus diperbarui oleh tim terkait.
“Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer serta pemantauan cuaca secara berkelanjutan sehingga penyemaian awan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman,” katanya.
Menurut BPBD DKI Jakarta, pemantauan cuaca dilakukan secara intensif untuk menentukan waktu dan lokasi yang tepat dalam melakukan penyemaian awan.
Hal ini penting agar operasi modifikasi cuaca dapat memberikan dampak maksimal dalam mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah perkotaan.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan OMC berjalan aman dan efektif.
Operasi modifikasi cuaca Jakarta menjadi salah satu instrumen penting dalam sistem penanggulangan bencana hidrometeorologi.
Dengan tingginya tingkat kerentanan Jakarta terhadap banjir dan genangan akibat hujan deras, langkah preventif seperti OMC dinilai krusial untuk meminimalkan dampak yang dapat merugikan masyarakat.
BPBD DKI Jakarta menegaskan bahwa upaya ini akan terus dilakukan selama kondisi cuaca menunjukkan potensi risiko yang signifikan.
Melalui penaburan 1,6 ton garam di langit Tangerang Selatan dan perairan Laut Jawa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dapat mengendalikan distribusi hujan dan mengurangi tekanan pada sistem drainase kota.
Operasi modifikasi cuaca ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kebijakan mitigasi yang dirancang untuk menjaga aktivitas warga tetap berjalan normal meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.