INBERITA.COM, Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (31/10/2025) siang hingga sore hari. Cuaca ekstrem ini menimbulkan berbagai kerusakan di sejumlah titik, meliputi tiga kabupaten dan satu kota.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, membenarkan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dan petir menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi.
“Hujan disertai angin kencang dan petir melanda di beberapa titik di wilayah DIY, sehingga menimbulkan dampak kerusakan,” ujarnya.
Dampak Terparah di Sleman dan Bantul
Laporan resmi BPBD DIY mencatat, wilayah yang terdampak mencakup Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, serta Kota Yogyakarta.
Di Sleman, hujan dan angin kencang terjadi di tiga kapanewon, yakni Ngaglik, Minggir, dan Gamping. Akibatnya, tiga rumah mengalami kerusakan, dua pohon tumbang, serta satu jaringan listrik terdampak.
Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem menerjang wilayah Gondokusuman, Wirobrajan, Kotagede, Pakualaman, Umbulharjo, dan Danurejan.
Berdasarkan laporan BPBD, setidaknya tujuh titik pohon tumbang, dua tempat usaha rusak, dan satu baliho roboh akibat terpaan angin.
Sementara itu, di Kulon Progo, kerusakan tercatat di Kapanewon Sentolo. Di wilayah ini, satu pohon tumbang dan satu rumah rusak setelah diterjang angin kencang pada sore hari.
Kerusakan juga dilaporkan di Kabupaten Bantul, khususnya di Kapanewon Kasihan. BPBD DIY melaporkan sepuluh titik pohon tumbang, dua tempat usaha rusak, serta satu rumah joglo roboh akibat terpaan angin kuat yang disertai hujan lebat.
Peristiwa ini menyebabkan beberapa ruas jalan sempat tertutup material pohon tumbang dan mengganggu aktivitas warga.
Petugas BPBD bersama relawan dan aparat setempat bergerak cepat melakukan evakuasi serta pembersihan untuk memulihkan kondisi wilayah terdampak.
BMKG Sudah Prediksi Cuaca Ekstrem
Sebelum kejadian ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk DIY.
Prakiraan tersebut disampaikan untuk periode Rabu (29/10/2025) hingga Kamis (30/10/2025).
BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak seperti hujan intensitas sedang hingga lebat, petir, angin kencang, dan gelombang laut tinggi.
“Masyarakat diharapkan secara rutin memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG,” bunyi keterangan lembaga tersebut melalui laman resminya.
BMKG juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan air maupun potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Yogyakarta kali ini menjadi pengingat bahwa perubahan musim dapat datang dengan risiko yang meningkat.
BPBD DIY mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.
Warga diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame, serta segera melapor ke aparat terdekat apabila menemukan potensi bahaya seperti pohon miring atau kabel listrik terputus.
Selain itu, BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim pancaroba.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Cuaca ekstrem ini diperkirakan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah DIY dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi dari BMKG dan BPBD, serta mengambil langkah antisipatif guna mengurangi risiko kerusakan dan korban.
Peristiwa hujan angin di Yogyakarta ini menunjukkan bagaimana perubahan cuaca yang mendadak dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan infrastruktur daerah.
Dengan meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kesiapsiagaan, diharapkan dampak bencana serupa ke depan dapat diminimalisir. (mms)