Ada yang Tau? Entah Kenapa Sosok ini Begitu Viral dan Familiar, Asalnya dari Afrika Tapi Luar Biasa Viral di Indonesia!

INBERITA.COM, Kalau kamu aktif di media sosial, kemungkinan besar kamu pernah melihat wajahnya — ekspresi tertawa khas, gigi menyeringai lebar, mata menyipit lucu, dan entah kenapa, muncul di setiap meme atau video lucu yang berseliweran di timeline.

Kadang di video lucu, kadang di komentar, bahkan kadang muncul di tempat-tempat tak terduga seperti stiker WhatsApp keluarga.

Wajah itu begitu familiar, seolah kita pernah mengenalnya — mungkin sedikit mirip tetangga kita yang suka bercanda, atau teman lama yang selalu gagal menahan tawa. Tapi siapa sebenarnya pria berwajah kocak yang seolah menjadi ikon tawa internet global ini?

Nama Grand M atau Mohamed Nantoume mungkin sudah tidak asing lagi bagi pengguna media sosial di Indonesia.

Wajahnya yang khas dengan ekspresi kocak sering muncul di berbagai meme, video pendek, hingga unggahan lucu yang viral di Instagram dan TikTok.

Meski berasal dari Mali, negara di Benua Afrika, Grand M kini dikenal luas hingga ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Grand M lahir di Kota Bamako, Mali, pada 14 Desember 2000. Artinya, komedian ini akan genap berusia 25 tahun pada akhir 2025. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berasal dari keluarga sederhana.

Meski begitu, kedua orang tuanya selalu berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi Grand M dan saudara-saudaranya.

Ia menamatkan pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya, Bamako, sebelum akhirnya meniti karier di dunia hiburan.

Nama Grand M mulai mencuri perhatian dunia pada tahun 2020, tepat saat pandemi Covid-19 melanda dan masyarakat di seluruh dunia menjalani social distancing.

Saat itu, Grand M mengunggah sebuah video pendek yang memperlihatkan dirinya sedang berpura-pura menangis, lalu tiba-tiba tertawa lepas dengan ekspresi wajah yang unik.

Video itu langsung viral di media sosial dan menjadikannya bahan meme di berbagai platform.

Tak butuh waktu lama, popularitas Grand M melejit. Wajahnya muncul di ribuan unggahan di seluruh dunia.

Bahkan, pesepak bola top asal Brasil, Neymar da Silva, ikut membagikan video Grand M di akun media sosialnya. Sejak saat itu, Grand M resmi menjadi salah satu komedian paling populer di Mali, bahkan di Afrika.

Menariknya, nama panggung “Grand M” memiliki cerita unik di baliknya. Dalam sebuah wawancara, Grand M menjelaskan bahwa kata “Grand” sebenarnya adalah lelucon yang mengacu pada ukuran tubuhnya yang kecil.

Huruf “M” dalam namanya merupakan bentuk penghormatan kepada idolanya, Lionel Messi, pesepak bola legendaris asal Argentina.

Sejak kecil, Grand M memang menyukai dunia sepak bola dan bahkan pernah bercita-cita menjadi pemain profesional sebelum akhirnya menekuni dunia hiburan.

Namun, perjalanan hidup Grand M tidak selalu mudah. Sejak kecil, ia harus menghadapi berbagai bentuk perundungan (bullying) karena kondisi fisiknya yang berbeda.

Grand M diketahui memiliki kondisi dwarfisme, yaitu kelainan pertumbuhan yang menyebabkan tubuhnya berukuran lebih kecil dari rata-rata orang seusianya. Meski sempat menjadi korban ejekan, Grand M tidak menyerah atau merasa rendah diri.

Sebaliknya, ia justru menjadikan kondisinya sebagai kekuatan. Dalam beberapa kesempatan, Grand M mengaku bahwa menjadi komedian adalah caranya untuk “mengobati” diri sendiri dari luka akibat perundungan.

Ia juga pernah berkata dengan penuh percaya diri bahwa dirinya “tidak membutuhkan komedi” karena ia memang sudah lucu sejak lahir. Pernyataan itu menggambarkan betapa kuat dan optimisnya sosok Grand M dalam menjalani hidup.

Popularitasnya di media sosial terus meningkat dari tahun ke tahun. Melalui akun Instagram pribadinya @grand_m_officel, ia secara rutin mengunggah video pendek berisi lelucon, ekspresi wajah lucu, dan tingkah kocak yang menghibur jutaan penggemarnya.

Saat ini, Grand M memiliki lebih dari 1,6 juta pengikut di Instagram, jumlah yang terus bertambah seiring dengan viralnya berbagai konten yang ia buat.

Tidak hanya piawai membuat orang tertawa, Grand M juga menekuni dunia musik. Ia telah merilis beberapa lagu, salah satunya berjudul “Messi”, sebagai bentuk penghormatan kepada idolanya.

Lagu tersebut berhasil meraih ratusan ribu kali pemutaran di berbagai platform digital. Selain Messi, Grand M juga mengaku mengagumi penyanyi ternama asal Kolombia, J. Balvin, yang menjadi salah satu inspirasinya dalam bermusik.

Keberhasilannya di dunia hiburan membuka banyak peluang kerja sama. Grand M pernah dipercaya menjadi bintang iklan dan brand ambassador untuk beberapa merek ternama, seperti Uber Energy Drink dan Firdaws.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa pengaruh Grand M telah melampaui batas geografis dan menjadikannya figur publik dengan daya tarik global.

Meski sudah terkenal di berbagai negara, Grand M tetap menunjukkan kepribadian yang sederhana dan bersahaja. Dalam banyak wawancara, ia selalu menekankan pentingnya kepercayaan diri dan rasa syukur atas segala kondisi yang dimiliki.

Bagi Grand M, kebahagiaan sejati bukan berasal dari penampilan fisik atau status sosial, melainkan dari kemampuan seseorang untuk menerima dirinya sendiri dan membuat orang lain bahagia.

Fenomena Grand M juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang pernah mengalami perundungan atau merasa berbeda.

Ia membuktikan bahwa kekurangan bisa menjadi kelebihan jika dihadapi dengan keberanian, kreativitas, dan sikap positif. Dari seseorang yang dulu sering diejek, Grand M kini menjadi simbol kegigihan dan tawa yang menyatukan jutaan orang di seluruh dunia.

Di Indonesia, video-video Grand M sering beredar di media sosial dan grup percakapan.

Ekspresinya yang khas kerap digunakan warganet untuk membuat meme lucu atau sindiran jenaka terhadap berbagai situasi sehari-hari. Tidak heran jika sosoknya semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari budaya internet global.

Kini, di usianya yang baru 25 tahun, Grand M Mohamed Nantoume telah menjelma menjadi salah satu ikon komedi digital paling berpengaruh dari Afrika.

Dengan gaya humor yang sederhana, autentik, dan universal, ia berhasil membuktikan bahwa tawa tidak mengenal batas bahasa maupun negara. Dari Bamako ke Jakarta, dari Afrika hingga ke seluruh dunia — Grand M telah menorehkan jejak tawa yang tak terlupakan.

Tapi ini semua bukan tentang Grand M dari Mali Afrika.