INBERITA.COM, Penggunaan perangkat elektronik di rumah telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mesin cuci, pendingin ruangan (AC), televisi, lampu, hingga kulkas, semuanya mempermudah aktivitas rumah tangga sekaligus menciptakan kenyamanan.
Namun, di balik semua kemudahan tersebut, tagihan listrik sering kali membengkak tanpa disadari. Beberapa perangkat ternyata memiliki konsumsi daya yang sangat tinggi, terutama jika digunakan tanpa kontrol dan kebiasaan hemat energi.
Agar tagihan listrik tidak menguras kantong, kenali daftar perangkat rumah tangga paling boros listrik berikut ini:
1. Pendingin Ruangan (AC)
Pendingin ruangan atau AC merupakan penyumbang konsumsi listrik terbesar di rumah tangga. Rata-rata AC mengonsumsi daya sekitar 300 watt dan dapat menyumbang hingga 45–50 persen dari total tagihan listrik bulanan.
Penggunaan AC yang tidak efisien, seperti membiarkannya menyala di ruangan kosong, menjadi penyebab utama pemborosan energi.
“Kalau dilihat dari peluang yang paling memboroskan tanpa terpakai, itu paling besar dari AC,” jelas Dosen Teknik Ketenagalistrikan STEI ITB, Syarif Hidayat.
2. Water Heater (Pemanas Air)
Water heater atau pemanas air juga tergolong alat elektronik dengan konsumsi daya tinggi. Meskipun hanya digunakan dalam waktu singkat, elemen pemanasnya menyedot energi besar dan berkontribusi sekitar 12 persen terhadap total konsumsi listrik bulanan.
3. Lampu
Meski tampak kecil dan sederhana, lampu menjadi salah satu alat rumah tangga yang boros listrik karena jumlahnya yang banyak dan waktu pemakaian yang panjang. Konsumsi listrik dari lampu diperkirakan mencapai 9–12 persen dari total pemakaian bulanan.
Daya tiap lampu umumnya hanya 7–10 watt, namun jika seluruh lampu di rumah menyala terus-menerus, konsumsi dayanya bisa signifikan.
“Lampu itu kadang ruangan tidak diperlukan tapi menyala terus,” kata Syarif kepada Kompas.com, awal Juli lalu.
4. Kulkas
Sebagai perangkat yang harus menyala 24 jam, kulkas menyumbang sekitar 8 persen dari konsumsi listrik bulanan. Efisiensi penggunaan kulkas juga bisa terganggu jika pintu terlalu sering dibuka-tutup, menyebabkan kompresor bekerja lebih keras.
5. Mesin Cuci dan Pengering
Konsumsi listrik mesin cuci dan pengering pakaian sangat tergantung pada frekuensi pemakaian. Saat digunakan, kedua alat ini bisa menyedot sekitar 5 persen dari total penggunaan listrik rumah tangga.
Mode pengering biasanya menghabiskan lebih banyak daya dibanding pencucian biasa. Penggunaan mesin dalam kapasitas tidak penuh juga memperbesar pemborosan.
6. Oven Listrik
Oven listrik memiliki elemen pemanas dengan daya tinggi. Penggunaannya menyumbang sekitar 3 persen dari total konsumsi listrik bulanan. Jika digunakan rutin tanpa pengaturan waktu yang tepat, oven dapat menjadi beban besar dalam tagihan listrik.
7. Mesin Pencuci Piring (Dishwasher)
Dishwasher, meskipun belum terlalu umum digunakan di banyak rumah tangga Indonesia, tetap memiliki konsumsi listrik yang perlu diperhatikan. Alat ini menyumbang sekitar 2 persen dari total listrik bulanan, terutama jika digunakan untuk mencuci dalam jumlah kecil.
8. Televisi (TV) dan Dekoder
TV dengan daya rata-rata 90–120 watt sering kali menjadi sumber pemborosan karena dibiarkan menyala dalam waktu lama, bahkan saat tidak ditonton.
“Kita tidur di depan TV yang dibiarkan menyala, itu bisa boros listrik. Atau ditinggal nyala begitu saja di ruangan,” jelas Syarif.
Selain itu, perangkat dekoder yang digunakan untuk mengonversi sinyal TV digital juga menyumbang konsumsi listrik. Dekoder tetap menyala meski televisi sudah dimatikan, sehingga total daya yang dikonsumsi dari kombinasi keduanya bisa mencapai 2 persen dari total penggunaan bulanan.
Tips Hemat Listrik di Rumah
Agar tagihan listrik tidak membengkak, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan langkah-langkah berikut:
Cabut steker saat perangkat tidak digunakan, bukan hanya mematikan tombol power.
Gunakan alat elektronik sesuai kebutuhan, hindari menyalakannya di ruangan kosong.
Pilih produk hemat energi, seperti perangkat berlabel energy saving.
Aktifkan mode hemat daya pada perangkat yang mendukung fitur tersebut.
Ganti lampu ke jenis LED yang lebih efisien dan tahan lama.
(fdr)







