30.864 Prajurit dan 70 Alutsista Dikerahkan TNI untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Penanganan bencana sumatera tni sudah kerahkan 30864 prajurit dan 70 unit alutsistaPenanganan bencana sumatera tni sudah kerahkan 30864 prajurit dan 70 unit alutsista
Operasi Kemanusiaan Terbesar: TNI Kirim 30.864 Pasukan dan 70 Alutsista ke Aceh dan Sumatera

INBERITA.COM, Gelombang bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 membuat seluruh fokus penanganan pemerintah dan aparat pertahanan tertuju pada wilayah tersebut.

Situasi yang menimbulkan kerusakan parah, korban jiwa, serta lumpuhnya akses vital, TNI menjadi salah satu unsur yang mengerahkan kekuatan terbesar dalam operasi kemanusiaan nasional.

Hingga awal Desember, pengerahan prajurit dan alutsista meningkat signifikan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan menjangkau seluruh titik terdampak.

Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan update komprehensif mengenai operasi kemanusiaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa mobilisasi pasukan dilakukan dalam skala besar, mengingat kerusakan infrastruktur, terisolasinya ribuan warga, hingga tingginya kebutuhan bantuan logistik di seluruh kawasan yang terkena bencana.

Freddy menjelaskan bahwa total prajurit yang diterjunkan kini mencapai 30.864 personel, tersebar di berbagai lini penanganan.

Prajurit yang bertugas meliputi pasukan dari TNI AD, TNI AL, hingga TNI AU, dengan tanggung jawab mulai dari evakuasi, penyelamatan, pendistribusian bantuan, pembersihan fasilitas publik, pembangunan jembatan darurat, hingga pelayanan kesehatan.

Dalam mendukung mobilitas pasukan dan logistik, TNI juga mengerahkan 70 unit alutsista, terdiri dari unsur udara, laut, hingga kapal logistik.

“Jumlah pesawat angkut 18 pesawat, helikopter 36 helikopter, Kapal TNI yang dilibatkan ada 16 kapal, 14 KRI dan 2 ADRI,” kata Freddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (6/12/2025).

Alutsista menjadi unsur krusial dalam kondisi di mana banyak jalan terputus, jembatan runtuh, dan wilayah pedalaman Aceh maupun Sumatera masih sulit diakses lewat jalur darat.

Karena itu, TNI mempercepat operasi melalui jalur udara dan laut untuk memastikan bantuan tiba dalam waktu sesingkat mungkin.

Hingga hari ini, total distribusi bantuan yang telah dikirim melalui Lanud Halim Perdanakusuma ke berbagai pangkalan aju mencapai 271,39 ton. Jumlah tersebut diperkuat dengan operasi airdrop sebanyak 26,22 ton untuk menjangkau kawasan yang masih terisolasi dan tidak memungkinkan pendaratan.

Sementara dari jalur laut, bantuan yang telah tiba di wilayah terdampak mencapai 968 ton, sehingga total keseluruhan bantuan logistik yang sudah masuk ke Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 1.265,61 ton.

Selain penyaluran logistik, TNI juga terjun memperbaiki infrastruktur vital yang terdampak bencana. Salah satu pekerjaan utama ialah pembangunan jembatan Bailey untuk membuka akses yang terputus akibat banjir dan longsor.

Saat ini tercatat 18 jembatan dalam berbagai tahap pengerjaan, dengan enam unit berada di Aceh, termasuk dua di Kabupaten Bireuen, serta empat jembatan lain yang masih dalam proses pembangunan lanjutan.

Di Sumatera Barat terdapat delapan lokasi pembangunan jembatan Bailey, sedangkan di Sumatera Utara empat titik. Jembatan-jembatan tersebut merupakan akses krusial yang menghubungkan jalur distribusi logistik, jalur evakuasi, hingga transportasi kebutuhan medis bagi warga yang masih berada di wilayah rawan.

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, TNI juga mengoperasikan 21 dapur umum dan dapur lapangan yang tersebar di tiga provinsi terdampak.

Selain itu, TNI mengerahkan sembilan unit mobil Reverse Osmosis (RO) untuk menyediakan suplai air bersih. Mobil RO ini menjadi penyelamat bagi warga di pengungsian yang selama beberapa hari kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Upaya pemulihan layanan kesehatan turut menjadi perhatian. Freddy menjelaskan bahwa pembersihan akses menuju RSUD Aceh Tamiang telah dikerjakan oleh personel Kodim setempat sejak Kamis lalu, setelah rumah sakit tersebut sebelumnya tidak dapat beroperasi akibat terendam banjir dan tertutup lumpur tebal.

“Alhamdulillah, upaya perbaikan layanan publik terus dilaksanakan oleh prajurit-prajurit kita di lapangan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Freddy menegaskan bahwa negara tidak tinggal diam. Komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat menjadi bagian dari operasi kemanusiaan terbesar tahun ini.

“Ujian musibah ini bukan hanya duka dari saudara-saudara kita yang terdampak, tetapi ini adalah duka kita bersama. Saya pastikan negara hadir, TNI hadir, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” katanya.

Operasi kemanusiaan TNI di Sumatera terus dilanjutkan dan diperluas seiring naiknya jumlah pengungsi serta tingginya kebutuhan logistik di berbagai titik.

Upaya pemulihan diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang, namun percepatan bantuan dan mobilisasi besar-besaran menjadi langkah penting untuk mengurangi beban warga terdampak bencana. (**)