208 Orang Jemaah Haji Indonesia Dirawat di RS Arab Saudi, Cuaca Panas Jadi Ancaman Serius

INBERITA.COM, Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah haji Indonesia yang membutuhkan perawatan medis selama pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arab Saudi.

Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah tingginya aktivitas ibadah serta cuaca ekstrem yang melanda kawasan Tanah Suci.

Hingga hari ke-15 operasional haji, tercatat sebanyak 208 jemaah Indonesia telah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 orang masih menjalani perawatan intensif.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring yang disiarkan melalui kanal resmi kementerian pada Selasa (5/5/2026).

“Jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 208 orang, dan 76 orang masih dalam perawatan,” ujar Maria.

Selain pasien rujukan rumah sakit, pemerintah juga mencatat lonjakan jumlah jemaah yang menjalani perawatan rawat jalan. Secara kumulatif, sebanyak 10.746 jemaah telah mendapatkan layanan kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, 139 jemaah sempat dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia untuk mendapatkan penanganan lanjutan sebelum diputuskan dirawat lebih lanjut atau kembali ke pemondokan.

Peningkatan angka perawatan ini menunjukkan tingginya beban kesehatan yang dihadapi jemaah, terutama pada fase awal kedatangan dan menjelang puncak ibadah haji. Aktivitas fisik yang padat ditambah adaptasi lingkungan menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi kesehatan.

Maria menegaskan bahwa cuaca panas ekstrem menjadi tantangan terbesar bagi jemaah haji tahun ini. Suhu di Makkah dan Madinah dilaporkan mencapai 37 hingga 39 derajat Celsius pada siang hari.

“Kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik ini memang menjadi sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal dan lebih khusyuk,” katanya.

Paparan suhu tinggi tersebut meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga memperburuk kondisi kesehatan bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Oleh karena itu, pemerintah terus mengingatkan pentingnya menjaga stamina dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada waktu tertentu.

Di sisi lain, proses kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi masih berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 229 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Indonesia.

Total 89.051 jemaah bersama 912 petugas tercatat telah tiba di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, sebagian besar mendarat di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Rinciannya, sebanyak 219 kloter dengan total 85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang telah disiapkan. Selanjutnya, pergerakan jemaah menuju Makkah mulai dilakukan secara bertahap.

Sejauh ini, sebanyak 68 kloter dengan total 26.037 jemaah dan 272 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib serta mempersiapkan puncak haji.

Pemerintah memastikan bahwa seluruh layanan, termasuk penanganan kesehatan, dilakukan secara terintegrasi antara petugas kesehatan haji Indonesia, KKHI, serta otoritas kesehatan Arab Saudi.

Pengawasan diperketat untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang cepat dan tepat.

“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jemaah haji yang telah tertib dan mematuhi arahan petugas,” ujar Maria.

Kemenhaj juga kembali mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air, mengatur aktivitas ibadah, serta menghindari paparan panas berlebih, terutama pada siang hari.

Selain itu, kerja sama antara jemaah dan petugas dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini, khususnya menjelang puncak rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Kepatuhan dan kolaborasi ini menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tutup Maria.