186 Gempa Susulan Mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, BMKG Imbau Siaga Darurat 2 Hari Kedepan

INBERITA.COM, Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026.

Bencana alam ini memicu peringatan dini tsunami, menyebabkan kepanikan massal, dan menelan korban jiwa. Selain itu, gempa utama tersebut juga disusul dengan puluhan gempa susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pusat gempa terletak di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 62 kilometer.

Guncangan pertama tercatat terjadi pada pukul 06.48 WITA (05.48 WIB), langsung diikuti oleh serangkaian gempa susulan yang memengaruhi kondisi wilayah tersebut.

Dalam waktu enam jam setelah gempa utama, hingga pukul 12.00 WITA, wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara kembali diguncang 93 kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 2,8 hingga magnitudo 5,8.

BNPB mencatat, dari jumlah tersebut, tujuh gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan total gempa susulan sebanyak 186 kali yang terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada hari itu. Jumlah gempa susulan yang dirasakan masyarakat diperkirakan akan terus bertambah.

Dampak dari gempa ini sangat terasa di Ternate, Maluku Utara, di mana sejumlah rumah warga dilaporkan rusak setelah guncangan terasa pada skala V hingga VI MMI (Modified Mercalli Intensity).

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lainnya, mengingat gempa ini begitu kuat.

BMKG telah mengimbau warga untuk tetap waspada selama satu hingga dua hari ke depan, mengingat gempa susulan seringkali memiliki potensi lebih besar dan dapat terus mengguncang wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Bencana ini juga memakan korban jiwa dan menyebabkan luka-luka pada sejumlah warga.

Juru bicara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengonfirmasi bahwa satu orang meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan, sementara satu orang lainnya mengalami luka berat setelah melompat dari toko untuk menyelamatkan diri saat guncangan hebat melanda Manado.

Korban yang mengalami luka berat diketahui menderita patah kaki akibat melompat dari toko tersebut.

Kepanikan ekstrem membuat warga berlarian keluar rumah tanpa sempat memikirkan risiko keselamatan mereka. Sejumlah orang yang terjebak di dalam bangunan dan fasilitas umum, seperti yang terjadi di Gedung KONI Sario, Manado, turut menjadi korban.

Salah satu tragedi memilukan terjadi di gedung ini ketika seorang lansia bernama Deice Lahia (69) tewas setelah tertimpa kanopi bangunan yang ambruk saat gempa mengguncang.

Deice yang sehari-harinya berjualan di sekitar lapangan KONI berlari untuk menyelamatkan diri, namun naas ia tertimpa material bangunan yang jatuh akibat guncangan hebat.

Seorang saksi mata, Rasid Poli, yang berada di lokasi saat kejadian, menceritakan bagaimana ia melihat warga berlarian keluar dari gedung saat gempa mengguncang, termasuk Deice.

“Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi,” kata Rasid.

Meskipun beberapa saksi lain sempat memperingatkan Deice untuk segera berlari, ia tetap berusaha menyelamatkan tanaman merica yang ada di bawah kanopi sebelum akhirnya terjatuh tertimpa bangunan.

Hingga saat ini, tim Basarnas dan instansi terkait masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan, evakuasi, serta memantau potensi kerusakan lebih lanjut akibat gempa ini.

Beberapa daerah masih dalam keadaan terisolasi, dan proses pendataan serta penyelamatan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak.

Pihak berwenang juga meminta warga untuk menjauhi bangunan yang rusak atau retak dan memantau informasi resmi dari pemerintah.

Pemerintah setempat, bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah mengusulkan pemberlakuan status tanggap darurat bencana di kabupaten dan kota yang terdampak gempa ini, termasuk di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta agar pemerintah daerah yang terdampak segera menetapkan status kedaruratan guna mempercepat proses penanganan dan evakuasi korban.

Gempa ini masih terus mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, dengan kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat mengancam keselamatan warga.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari instansi terkait untuk mengurangi risiko yang lebih besar akibat gempa ini.

Catatan Editor: Bencana gempa yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Masyarakat di wilayah terdampak harus terus mengikuti informasi terbaru dan menjaga kewaspadaan tinggi selama periode pascagempa yang diperkirakan masih akan berlangsung.