Waspada! Modus Baru Curanmor di Lamongan, Pelaku Menyamar Jadi Pengamen Badut

INBERITA.COM, Warga Babat, Lamongan, dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya modus baru pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan pelaku menyamar sebagai pengamen badut.

Aksi tersebut terjadi di Desa Sogo, Kecamatan Babat, pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 12.10 WIB, bertepatan dengan pelaksanaan Salat Jumat saat sebagian besar warga meninggalkan rumah untuk beribadah.

Peristiwa curanmor di Lamongan ini terekam kamera pengawas (CCTV) dan memperlihatkan dua orang mengenakan kostum badut berjalan menyusuri area permukiman yang terlihat lengang.

Dalam rekaman tersebut, kedua pelaku tampak mondar-mandir seolah mencari sasaran yang mudah dijangkau.

Setelah beberapa saat mengamati situasi, salah satu pelaku yang mengenakan kostum badut berwarna biru-merah terlihat masuk ke halaman rumah yang pagarnya dalam kondisi terbuka.

Sementara itu, rekannya yang memakai kostum hitam tetap berada di luar pagar untuk berjaga dan memastikan situasi tetap aman.

Tak berselang lama, pelaku berbaju badut biru-merah keluar dari halaman rumah sambil membawa sepeda motor Honda Vario milik Nur Mukamto.

Motor tersebut kemudian dibawa kabur dengan cara dibonceng oleh rekannya.

Berdasarkan informasi yang beredar, kunci kendaraan diketahui masih menempel di sepeda motor saat kejadian berlangsung, sehingga memudahkan pelaku melancarkan aksinya.

Kasus pencurian motor dengan modus badut ini dengan cepat menyebar melalui pesan berantai di aplikasi percakapan dan menjadi viral di media sosial.

Warganet ramai membagikan rekaman CCTV disertai imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati, khususnya saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong.

Aksi ini menjadi peringatan serius bagi warga Babat dan wilayah Lamongan pada umumnya.

Modus penyamaran sebagai pengamen badut dinilai cukup efektif karena tidak menimbulkan kecurigaan, terutama pada siang hari ketika aktivitas warga berkurang akibat pelaksanaan ibadah Salat Jumat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri, di mana potensi tindak kriminalitas cenderung meningkat.

“Pastikan rumah terkunci saat ditinggal, gunakan kunci ganda pada kendaraan dan parkir di tempat aman,” ujarnya.

Imbauan tersebut menegaskan pentingnya langkah pencegahan sederhana namun krusial dalam menekan risiko curanmor.

Warga diimbau tidak hanya memastikan pagar dan pintu rumah dalam keadaan terkunci, tetapi juga tidak meninggalkan kunci kendaraan tergantung di sepeda motor, meskipun hanya ditinggal dalam waktu singkat.

Kejadian di Desa Sogo menjadi pengingat bahwa pelaku kejahatan terus mengembangkan berbagai cara untuk mengelabui korban.

Modus curanmor dengan menyamar sebagai badut menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan momen lengangnya lingkungan dan kelengahan pemilik kendaraan.

Dengan maraknya penyebaran informasi melalui media sosial, diharapkan masyarakat semakin waspada dan saling mengingatkan.

Aparat kepolisian juga terus mengimbau agar setiap kejadian mencurigakan segera dilaporkan kepada pihak berwenang guna mencegah terjadinya aksi serupa di kemudian hari.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lamongan dan menjadi perhatian serius, terutama menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.

Kewaspadaan kolektif serta penerapan langkah pengamanan yang disiplin menjadi kunci untuk meminimalkan risiko menjadi korban curanmor dengan berbagai modus baru yang terus bermunculan.