INBERITA.COM, Vivo resmi meluncurkan V60 Lite 4G sebagai penerus dari V60 Lite 5G yang lebih dulu hadir di pasaran.
Meski membawa desain yang semakin elegan dengan tampilan mirip iPhone 16, versi terbaru ini ternyata mengalami sejumlah downgrade dari varian 5G.
Smartphone ini dibanderol dengan harga sekitar Rp3,9 jutaan, menawarkan keunggulan utama pada fast charging 90 watt, baterai jumbo 6500mAh, dan layar AMOLED 120Hz.
Dengan kombinasi tersebut, Vivo V60 Lite 4G tetap menjadi opsi menarik bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan kecepatan pengisian daya.
Dalam paket penjualan, Vivo sudah menyertakan kelengkapan lengkap, termasuk soft case silikon, kabel data Type-A ke Type-C, kepala charger 90W, kartu garansi, serta buku panduan singkat.
Perangkat ini hadir dengan desain yang sangat mirip iPhone 16, terutama pada bagian modul kamera belakang yang berbentuk vertikal ganda.
Menariknya, meskipun tampilan lensa bawah terlihat seperti kamera kedua, sebenarnya itu adalah infrared blaster (IR blaster), bukan kamera sungguhan.
Bodi ponsel masih menggunakan material plastik polikarbonat baik pada frame maupun back cover.
Vivo juga menempatkan sensor fingerprint di bawah layar, menggantikan posisi di sisi samping seperti pada model sebelumnya.
Di bagian bawah bodi terdapat port audio jack 3,5 mm, mikrofon, port USB Type-C, serta speaker utama. Dari segi build quality, meskipun masih berbahan plastik, ponsel ini terasa solid di tangan.
Vivo V60 Lite 4G mengusung layar AMOLED berukuran 6,77 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi Full HD+. Panelnya memiliki tampilan warna yang tajam dan kontras tinggi, cocok untuk aktivitas multimedia.
Bezel di keempat sisi terlihat tipis sehingga memberikan kesan layar luas dan modern. Kamera depan ditempatkan dalam lubang punch hole kecil, membuat tampilan depan terlihat bersih.
Vivo juga sudah memasang screen protector bawaan dari pabrik untuk melindungi layar dari goresan ringan. Ponsel ini mendukung dual nano SIM, namun tidak lagi menyediakan slot microSD, sehingga pengguna harus puas dengan memori internal yang tersedia.
Untuk performa, Vivo mempercayakan chipset Qualcomm Snapdragon 685 dengan fabrikasi 6 nanometer. Chip ini dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB UFS, tanpa dukungan ekspansi memori eksternal.
Berdasarkan uji AnTuTu Benchmark, Vivo V60 Lite 4G mencatat skor sekitar 502 ribu poin, yang berarti performanya tergolong standar di kelas harga Rp3–4 jutaan.
Sistem operasinya menggunakan Funtouch OS 15 berbasis Android 15, dengan jaminan pembaruan sistem hingga 5 tahun, sesuatu yang jarang ditawarkan di kelas menengah.
Vivo juga menyematkan dual stereo speaker dengan output suara maksimal hingga 400 persen volume, serta sertifikasi IP65 yang menandakan ketahanan terhadap debu dan percikan air.
Tak ketinggalan, ponsel ini sudah mendapatkan sertifikasi SGS 5 Star, menjamin standar ketahanan perangkat.
Dari sisi fotografi, Vivo V60 Lite 4G membawa kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX882, yang dikenal tajam dan andal di kondisi pencahayaan cukup. Kamera kedua adalah ultrawide 8MP, sementara kamera selfie-nya beresolusi 32MP.
Meski demikian, sejumlah fitur fotografi AI yang sebelumnya ada di versi 5G kini dihilangkan. Beberapa mode seperti “AI Foto Empat Musim” tidak lagi tersedia.
Untuk perekaman video, resolusi maksimal hanya 1080p 30fps, sementara mode 60fps hanya tersedia di 720p. Kamera ultrawide juga tidak mendukung stabilizer video seperti pada model 5G.
Kendati demikian, hasil foto tetap tergolong jernih dengan tone warna natural, terutama di siang hari.
Keunggulan lain dari Vivo V60 Lite 4G adalah baterai jumbo 6500mAh yang mampu bertahan hingga seharian penuh untuk penggunaan intensif.
Pengisian dayanya sangat cepat berkat dukungan 90W FlashCharge, memungkinkan baterai terisi dari 0 hingga 100 persen dalam waktu kurang dari satu jam.
Selain itu, perangkat ini juga sudah dibekali gyroscope hardware, Bluetooth 5.0, dan Wi-Fi 5. Untuk pengalaman audio, dual stereo speaker-nya memberikan suara lantang dan cukup jernih untuk menikmati musik atau bermain gim.
Namun, dibandingkan versi 5G, beberapa aspek dari Vivo V60 Lite 4G mengalami penurunan spesifikasi (downgrade).
Misalnya, kamera ultrawide kini turun dari 13MP menjadi 8MP, beberapa fitur AI fotografi dihilangkan, dan video ultrawide tak lagi bisa direkam di resolusi 1080p dengan stabilisasi aktif.
Selain itu, pengguna juga tidak bisa langsung beralih kamera saat merekam video (switch camera) seperti pada model 5G. Semua hal tersebut membuat versi 4G terasa sedikit tertinggal, terutama untuk pengguna yang aktif di media sosial atau hobi fotografi.
Meski terdapat sejumlah pemangkasan fitur, Vivo V60 Lite 4G tetap menawarkan nilai menarik di kelasnya.
Dengan fast charging 90 watt, baterai besar 6500mAh, layar AMOLED 120Hz, serta desain elegan ala iPhone 16, perangkat ini masih tergolong worth it bagi pengguna yang mencari smartphone stylish dengan daya tahan tinggi.
Harga Rp3,9 jutaan memang sedikit di atas rata-rata ponsel 4G lain di kelasnya, namun kecepatan pengisian daya dan sertifikasi ketahanan IP65 menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di segmen harga yang sama.
Vivo V60 Lite 4G jelas bukan pilihan terbaik untuk para mobile gamer atau fotografer profesional, tapi untuk penggunaan harian, hiburan, dan gaya hidup, ponsel ini mampu memberikan kombinasi desain premium dan efisiensi daya yang solid. (xpr)