INBERITA.COM, Perayaan Hari Raya Nyepi pada Kamis, 19 Februari 2026, diprediksi berbarengan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Mengantisipasi hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali mengimbau umat Muslim untuk melaksanakan salat tarawih dan takbiran dari rumah masing-masing.
Ketua PWNU Bali, Abdul Azis, menegaskan bahwa ibadah dari rumah tetap sah dan tidak mengurangi pahala.
“Alangkah baiknya kalau ibadah di rumah pada saat malam takbir maupun saat pelaksanaan salat tarawih kalau memang hari rayanya jatuh pada tanggal 20 Januari,” kata Azis saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Rabu (11/3/2026).
Menurut Azis, beribadah bersama keluarga di rumah justru bisa meningkatkan kekhusyukan.
“Saya kira tidak (tidak mengurangi pahala), jadi kembali pada kekhusyukan kita. Jadi kita menghormati saudara kita umat Hindu, lalu kita melaksanakan takbiran maupun salat tarawih di rumah berjamaah dengan keluarganya saya kira tidak mengurangi kekhusyukan,” tambahnya.
Imbauan ini sejalan dengan ajakan untuk menjaga toleransi antarumat beragama di Bali.
Umat Muslim diminta menyesuaikan ibadahnya agar tidak mengganggu suasana Nyepi, yang dikenal sebagai hari raya umat Hindu dengan tradisi hening dan pantangan aktivitas publik.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Mahrusun Hadyono, menegaskan umat Muslim tetap diperbolehkan beribadah di masjid jika tinggal dekat dengan tempat ibadah.
Namun, pelaksanaan ibadah harus dilakukan tanpa pengeras suara, penerangan dibatasi, dan setelah selesai, jamaah diminta langsung pulang.
“Kita mengimbau kepada umat Muslim supaya tetap menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi ini. Kalau ke masjid atau musola yang terdekat untuk takbir atau tarawih, lakukan jalan kaki, tidak menggunakan bunyi-bunyian apa pun termasuk pengeras suara,” ujar Hadyono.
Gubernur Bali, Wayan Koster, turut menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama, terutama saat perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh berdekatan.
Menurut Koster, kerukunan antarumat beragama menjadi kunci terciptanya Bali yang kondusif, aman, dan nyaman.
“Kita jaga Bali ini kondusif, nyaman, aman. Agar perayaan Nyepi dan Idul Fitri semua berjalan dengan baik. Seruannya saling menghormati satu sama lain, jaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama,” kata Koster.
Dengan imbauan PWNU Bali dan MUI Bali, umat Muslim diharapkan tetap bisa menjalankan ibadah tarawih dan takbiran secara khusyuk dari rumah, sekaligus menghormati Hari Raya Nyepi yang menjadi bagian penting tradisi Hindu di Bali.
Strategi ini juga diharapkan dapat menjaga harmoni sosial dan memperkuat semangat toleransi antarumat beragama di Pulau Dewata.