Tiba-tiba Amblas! Lubang Raksasa Muncul di Tengah Lahan Pertanian Warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat

INBERITA.COM, Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dibuat heboh oleh kemunculan sebuah lubang raksasa di tengah lahan persawahan milik warga.

Fenomena alam yang jarang terjadi itu sontak menarik perhatian masyarakat sekitar dan memicu kekhawatiran, mengingat lubang tersebut terus membesar dan berisi air dengan kedalaman yang cukup signifikan.

Peristiwa ini terjadi di kawasan pertanian Pombatan, salah satu sentra sawah produktif di wilayah tersebut.

Lubang raksasa itu muncul secara tiba-tiba pada Minggu (4/1/2025). Sawah tempat kejadian diketahui digarap oleh seorang warga bernama Adrolmios alias Si Ad (61), warga Nagari Situjuah Batua.

Saat kejadian, pemilik sawah tidak berada tepat di lokasi, sehingga baru mengetahui setelah mendapat kabar dari warga lain yang lebih dulu melihat peristiwa tersebut.

“Saya baru tahu, kejadiannya tadi sekitar jam 11.00 WIB,” kata Adrolmios kepada wartawan.

Menurut penuturan Adrolmios, orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut adalah Mak Etek Uwid, warga setempat yang sedang beraktivitas di sekitar area persawahan.

Saat itu, Mak Etek Uwid tiba-tiba mendengar suara bergemuruh dari arah sawah, yang terdengar cukup keras dan mengejutkan.

“Mak Etek menceritakan, dia mendengar suara seperti ledakan,” lanjut Adrolmios.

Suara tersebut membuat Mak Etek Uwid kaget dan segera mencari sumbernya. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati di sawah garapan Adrolmios, yang sebelumnya sudah menunjukkan retakan-retakan tanah akibat kemarau, tiba-tiba terbentuk sebuah lubang besar.

Lubang itu tidak hanya muncul begitu saja, tetapi perlahan-lahan semakin melebar, membuat warga sekitar semakin khawatir akan potensi bahaya lanjutan.

Dari pengamatan warga, lubang raksasa tersebut berisi air dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.

Air tampak menggenang di dasar lubang, sementara dari dalamnya sesekali masih terdengar suara dentuman atau gemuruh, yang menambah rasa penasaran sekaligus kecemasan masyarakat.

Kondisi ini membuat warga enggan mendekat terlalu dekat karena khawatir terjadi longsoran susulan di sekitar lubang.

Kabar kemunculan lubang raksasa di tengah sawah warga Limapuluh Kota ini dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mengaku telah menghubungi Kepala Pelaksana BPBD setempat, Rahmadinol, untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

Fajar meminta agar BPBD Limapuluh Kota turun langsung ke lokasi guna melakukan peninjauan dan kajian terhadap fenomena alam ini.

Menurutnya, langkah cepat sangat diperlukan agar masyarakat tidak terus diliputi kecemasan dan potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini.

“BPBD perlu segera ke lokasi untuk melihat dan melakukan kajian fenomena alam ini,” kata Fajar.

Sejak kabar itu beredar, ratusan warga dari berbagai jorong di sekitar Situjuah Batua berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut.

Kerumunan warga tak terelakkan, meski aparat kepolisian telah memasang garis polisi atau police line di sekitar area sawah yang terdampak.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga mendekat ke titik berbahaya dan menghindari kemungkinan jatuhnya korban.

Namun demikian, rasa penasaran masyarakat masih sangat tinggi. Banyak warga tetap berusaha melihat dari kejauhan, terlebih karena lubang tersebut tampak tidak biasa dan masih mengeluarkan suara dentuman dari dalamnya.

Suasana di lokasi pun dipenuhi perbincangan dan spekulasi mengenai penyebab munculnya lubang raksasa di tengah persawahan yang selama ini dikenal aman dan produktif.

Terkait fenomena alam tersebut, seorang Geolog Sumatera Barat, Ade Edwar, memberikan penjelasan awal.

Ia menyebut bahwa kejadian yang terjadi di Nagari Situjuah Batua tersebut merupakan fenomena alam yang dikenal dengan istilah tanah berlubang atau sinkhole.

Menurutnya, sinkhole umumnya terjadi di daerah-daerah yang di bawah permukaan tanahnya terdapat batuan kapur atau gamping.

“Perlu kajian apakah memang itu adalah batuan kapur. Tapi sinkhole ini memang terjadi pada daerah yang di bawahnya ada batuan kapur atau gamping,” kata Ade kepada detikSumut, Minggu (4/1/2026).

Meski demikian, Ade menegaskan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan secara detail penyebab pasti kemunculan lubang raksasa tersebut tanpa adanya penelitian dan kajian geologi lebih lanjut.

Namun, berdasarkan karakteristik wilayah dan fenomena yang terlihat, ia memperkirakan bahwa lubang di daerah Situjuah Batua kemungkinan besar berkaitan dengan keberadaan batu kapur di bawah permukaan tanah.

Ade juga menyebut bahwa kawasan tersebut diduga merupakan bagian dari jalur atau struktur bukit kapur yang membentang di wilayah Halaban hingga daerah PLTA Agam.

Struktur batuan kapur yang mengalami pelarutan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan rongga di bawah tanah, yang sewaktu-waktu bisa runtuh dan membentuk sinkhole di permukaan.

Hingga kini, warga Limapuluh Kota masih menunggu hasil kajian resmi dari pihak berwenang untuk memastikan tingkat bahaya dan langkah penanganan yang harus dilakukan.

Sementara itu, area sekitar lubang raksasa di tengah sawah Situjuah Batua tetap dijaga dan diimbau agar masyarakat tidak mendekat demi keselamatan bersama.

Fenomena ini menjadi pengingat akan potensi bencana geologi yang dapat terjadi kapan saja, bahkan di kawasan pertanian yang selama ini tampak aman.