INBERITA.COM, Nama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya viral di media sosial.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Bahlil secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa tidur di ruangan ber-AC.
Dalam forum resmi tersebut, Bahlil menceritakan pengalaman hidupnya di masa kecil yang tumbuh di desa tanpa listrik.
Kondisi memprihatinkan itu, menurutnya, membentuk kebiasaan dan kenyamanan hidupnya hingga saat ini.
“Saya kalau tidur di AC itu enggak bisa, Pak. Karena lama miskin jujur saja,” kata Bahlil di hadapan para anggota DPR.
Pernyataan ini sontak menarik perhatian publik dan memicu beragam komentar di media sosial.
Bahlil menambahkan, tidur di tempat yang sederhana justru membuatnya lebih nyaman dibandingkan berada di ruangan ber-AC.
“Saya biasa tidur di para-para itu lebih nyenyak. Saking lama miskinnya,” ujarnya.
Pernyataan jujur Bahlil ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Banyak yang menilai ucapan Menteri Bahlil merupakan bentuk kejujuran sekaligus bukti perjalanan hidup yang tidak mudah.
Sebagian lainnya menilai pengakuan tersebut menjadi cerminan pentingnya memahami kondisi rakyat kecil, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil dan minim akses fasilitas dasar seperti listrik.
Pengalaman hidup tanpa listrik yang dialami Bahlil juga menjadi motivasi baginya dalam memperjuangkan pemerataan energi di seluruh Indonesia.
“Anak-anak di desa yang enggak ada listrik sekarang ini, kita enggak pernah tahu suatu saat mereka jadi apa. Mungkin mereka jadi presiden, jadi jenderal,” tuturnya.
Menteri Bahlil menegaskan, perjalanan hidupnya yang sederhana membuatnya selalu berfokus pada kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang menteri.
“Saya lahir di kampung, enggak punya mimpi jadi menteri. Tapi Allah dan perjuangan mengantarkan saya seperti ini,” jelasnya.
Menurut Bahlil, pengalaman hidup di tengah keterbatasan harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan energi.
Ia menekankan bahwa kebijakan energi tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang memastikan akses listrik merata hingga ke pelosok desa.
“Kalau kita tidak memberikan listrik di desa-desa, kita tidak tahu masa depan anak-anak di sana seperti apa. Akses energi itu harus jadi hak setiap anak Indonesia,” ujar Bahlil.
Pernyataan ini juga menyoroti sisi humanis dari Menteri ESDM yang tetap mengingat akar kehidupan sederhana meskipun kini berada di posisi strategis.
Banyak netizen menilai bahwa pengakuan Bahlil menjadi bukti bahwa seorang pejabat publik bisa tetap rendah hati dan memahami kehidupan masyarakat kelas bawah.
Selain itu, pernyataan Bahlil juga kembali membuka diskusi publik mengenai pentingnya pemerataan energi listrik di seluruh Indonesia.
Sejak lama, beberapa wilayah di pedesaan masih menghadapi kendala akses listrik, yang berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi warga.
Dengan pengalaman pribadi yang pernah hidup tanpa listrik, Bahlil merasa berkewajiban mendorong percepatan pembangunan infrastruktur energi di daerah terpencil.
Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan energi sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup warga desa.
Bahlil menekankan bahwa kebijakan energi harus bersifat inklusif dan berpihak pada rakyat kecil.
“Kita harus memastikan semua anak di desa memiliki akses listrik, agar mereka punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Pengalaman hidup Menteri Bahlil yang lama menghadapi keterbatasan ekonomi dan fasilitas menjadi salah satu alasan mengapa ia memilih fokus pada energi yang merata dan terjangkau.
Bagi Bahlil, kenyamanan pribadi seperti tidur di ruangan ber-AC tidak sebanding dengan kenyataan hidup yang harus dialami rakyat kecil di desa.
Melalui pernyataan ini, Bahlil juga mengingatkan bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu linear.
Dari seorang anak desa yang hidup tanpa listrik hingga menjadi Menteri ESDM, perjuangan dan kesempatan memainkan peran penting dalam meraih posisi strategis di pemerintahan.
Pernyataan viral ini tidak hanya mencerminkan sisi personal Bahlil, tetapi juga menekankan filosofi kebijakan energi yang berpihak kepada masyarakat.
Dengan latar belakang hidup yang sederhana, Bahlil berkomitmen untuk memastikan setiap warga Indonesia, terutama yang berada di daerah terpencil, mendapatkan hak mereka atas energi yang memadai.







