INBERITA.COM, Perjalanan impresif Veda Ega Pratama di ajang Moto3 musim 2026 untuk pertama kalinya mengalami hambatan serius.
Pembalap muda Indonesia itu gagal meraih poin pada seri Hungaria setelah hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-16 dalam lomba yang berlangsung penuh drama di Sirkuit Balaton Park.
Hasil tersebut menjadi catatan terburuk Veda sepanjang musim ini. Tidak hanya pulang tanpa tambahan poin, pembalap berusia 17 tahun itu juga harus merelakan status rookie terbaik yang selama beberapa pekan terakhir berhasil dipertahankannya.
Moto3 Hungaria 2026 sejatinya dimulai dengan cukup menjanjikan bagi Veda. Memulai balapan dari posisi kesembilan, rider Honda Team Asia tersebut langsung menunjukkan agresivitas sejak lampu start padam. Dalam beberapa tikungan awal, ia mampu memperbaiki posisi dan sempat naik tiga peringkat.
Namun momentum positif itu tidak bertahan lama. Sebuah kesalahan saat memasuki salah satu tikungan membuat Veda melebar dan kehilangan sejumlah posisi penting.
Situasi semakin sulit ketika dirinya harus menjalani long lap penalty yang memaksanya turun jauh ke belakang rombongan pembalap.
Hukuman tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya balapan bagi Veda. Dari posisi yang sempat menjanjikan, ia tercecer hingga ke urutan ke-17 dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan di sisa balapan.
Meski demikian, semangat juang Veda tetap terlihat. Secara perlahan ia berhasil memperbaiki posisi dan kembali masuk ke kelompok 15 besar.
Sayangnya, ketatnya persaingan serta keterbatasan jumlah lap membuat upaya tersebut belum cukup untuk mengantarkannya kembali ke zona poin.
Di barisan depan, persaingan berlangsung lebih sengit. Pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, David Almansa, yang memulai balapan dari pole position sempat memimpin jalannya lomba.
Namun pimpinan klasemen sementara, Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team, menunjukkan performa luar biasa.
Quiles berhasil mengambil alih posisi terdepan dan perlahan meninggalkan para pesaingnya. Kecepatan yang konsisten membuatnya membuka jarak hingga beberapa detik dari Almansa dan nyaris tak tersentuh hingga penghujung lomba.
Drama besar justru terjadi pada lap terakhir. Perebutan posisi podium ketiga yang melibatkan David Munoz, Brian Uriarte, dan Valentin Perrone berakhir dengan kecelakaan yang memaksa pengawas lomba mengibarkan bendera merah.
Karena insiden tersebut terjadi menjelang finis, operator balapan kemudian memutuskan hasil akhir ditetapkan berdasarkan posisi pada lap sebelumnya. Keputusan itu membuat klasifikasi resmi balapan dihitung hingga lap ke-19, bukan lap terakhir sesuai rencana awal.
Dalam hasil resmi yang diumumkan, Veda tercatat finis di posisi ke-16 dan gagal menambah koleksi poinnya. Sementara itu, kemenangan menjadi milik Maximo Quiles yang semakin kokoh di puncak klasemen sementara Moto3 2026.
Balapan di Hungaria juga membawa dampak terhadap persaingan rookie terbaik musim ini. Dengan kegagalan meraih poin, Veda tetap bertahan dengan koleksi 71 angka.
Di sisi lain, Brian Uriarte berhasil melampaui perolehan poinnya sehingga mengambil alih status rookie terbaik yang sebelumnya dipegang pembalap Indonesia tersebut.
Meski kehilangan posisi tersebut, peluang Veda untuk merebutnya kembali masih sangat terbuka. Selisih poin dengan Uriarte hanya terpaut satu angka, sehingga persaingan diperkirakan akan berlangsung ketat hingga beberapa seri mendatang.
Secara keseluruhan, musim debut Veda di Moto3 tetap layak mendapat apresiasi tinggi. Sebelum seri Hungaria, ia menunjukkan konsistensi yang jarang dimiliki pembalap rookie.
Veda membuka musim dengan finis kelima di Thailand, lalu mencetak sejarah dengan meraih podium di Brasil.
Performa kompetitifnya berlanjut di sejumlah seri berikutnya. Setelah mengalami kecelakaan di Amerika Serikat, Veda mampu bangkit dengan finis lima besar di Spanyol, meraih podium ketiga di Prancis, dan kembali masuk tujuh besar pada seri Catalunya.
Rangkaian hasil tersebut membuktikan bahwa pembalap asal Indonesia itu memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi Moto3. Kegagalan di Balaton Park kemungkinan hanya menjadi salah satu ujian yang harus dilalui dalam perjalanan panjang kariernya.
Sementara itu, Maximo Quiles semakin menunjukkan dirinya sebagai kandidat kuat juara dunia musim ini.
Kemenangan di Hungaria membuat koleksi poinnya mencapai 170 angka. Ia kini unggul 59 poin atas pesaing terdekatnya, Alvaro Carpe, yang masih berusaha menjaga peluang dalam perebutan gelar.
Dengan masih banyak seri tersisa, perhatian publik Indonesia tentu akan kembali tertuju kepada Veda Ega Pratama.
Tantangan berikutnya bukan hanya soal mengejar poin yang hilang di Hungaria, tetapi juga membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit dari hasil buruk dan kembali bersaing di barisan depan Moto3 2026.