INBERITA.COM, Arus balik Lebaran di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 28-29 Maret 2026.
Pemerintah dan PT ASDP Indonesia Ferry mengimbau agar pemudik yang akan melintasi jalur tersebut menghindari tanggal-tanggal puncak tersebut guna mengurangi kepadatan dan memastikan perjalanan yang lebih lancar.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menjelaskan bahwa periode puncak arus balik kedua diperkirakan akan terjadi pada 28-29 Maret.
Menurutnya, sangat penting bagi pemudik untuk mengatur perjalanan dengan bijak dan menghindari waktu-waktu puncak demi mengurangi potensi kemacetan yang seringkali terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.
Data dari ASDP Indonesia Ferry menunjukkan bahwa pada periode 22-25 Maret 2026, sebanyak 47.945 kendaraan telah kembali ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
Angka tersebut setara dengan 29% dari total kendaraan yang sebelumnya menyeberang ke Pulau Jawa. Meskipun demikian, sekitar 71% atau 117.367 kendaraan lainnya masih belum melakukan perjalanan balik, menandakan bahwa arus balik berjalan secara bertahap.
Yossianis Marciano menambahkan, meskipun volume kendaraan belum mencapai puncaknya, proses arus balik yang bertahap ini telah membantu menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
“Ini memberi ruang bagi sistem layanan tetap bekerja optimal tanpa tekanan berlebih,” kata Yossianis dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (27/3/2026).
ASDP Indonesia Ferry mengklaim bahwa lancarnya arus balik saat ini adalah hasil dari kesiapan operasional yang telah dipersiapkan sejak awal masa Angkutan Lebaran.
Salah satu strategi penting dalam mengatasi kepadatan adalah dengan mendistribusikan kendaraan secara merata sehingga tidak terkonsentrasi pada satu waktu saja.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menyebutkan bahwa buffer zone dan pengaturan lalu lintas yang disiplin menjadi kunci utama untuk mencegah penumpukan kendaraan di pelabuhan.
“Seluruh skema operasional dijalankan adaptif, termasuk optimalisasi buffer zone agar arus kendaraan tetap mengalir tanpa penumpukan,” ujarnya.
Menurut data Posko Ketapang pada 26 Maret 2026 (H+4), tercatat sebanyak 213 trip dilakukan di Pelabuhan Ketapang.
Realisasi jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+4 tercatat sebanyak 43.963 orang, mengalami penurunan sebesar 7,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 47.343 orang.
Sementara itu, jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang pada hari tersebut tercatat sebanyak 7.635 unit, turun 6,7% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 8.185 unit.
Kendaraan roda empat tercatat sebanyak 4.882 unit, mengalami penurunan sebesar 9,6% dibandingkan dengan jumlah pada tahun lalu yang tercatat sebanyak 5.401 unit.
Jumlah truk yang menyeberang mengalami peningkatan signifikan, mencapai 1.065 unit, naik 26,6% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebanyak 841 unit.
Total bus yang menyeberang tercatat sebanyak 314 unit, sedikit turun sebesar 1,6% dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 319 unit.
Di sisi lain, data dari Posko Gilimanuk pada periode yang sama menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa, yakni sebanyak 26.504 orang pada H+4, turun 29,7% dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 37.701 orang.
Namun, jumlah truk yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat naik sebesar 42,1%, mencapai 1.064 unit, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan 749 unit.
ASDP Indonesia Ferry kembali mengimbau kepada seluruh pemudik untuk menghindari perjalanan pada puncak arus balik kedua pada 28-29 Maret 2026.
Meski demikian, pihak ASDP memastikan bahwa layanan di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk akan tetap optimal dan siap menghadapi lonjakan arus kendaraan.
Untuk memaksimalkan kenyamanan pemudik, ASDP juga menyiapkan buffer zone dan pengaturan lalu lintas yang lebih ketat untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan tanpa terjadinya penumpukan.
Dengan adanya strategi tersebut, diharapkan pemudik bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih lancar dan aman.
Puncak arus balik kedua yang diperkirakan akan terjadi pada 28-29 Maret 2026, pemudik disarankan untuk menghindari tanggal tersebut demi mengurangi kepadatan dan memastikan kelancaran perjalanan.
Pihak ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa seluruh sistem layanan telah disiapkan dengan baik untuk menghadapi lonjakan kendaraan dan memfasilitasi perjalanan kembali ke Bali maupun Jawa dengan lancar.