Prabowo Jawab Kritik Program MBG dan Kopdes: “Apa Salahnya Uang Negara untuk Rakyat?”

INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam mendorong berbagai program prioritas nasional yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga pembangunan 3 juta rumah.

Program-program ini disebut sebagai upaya strategis untuk mengembalikan arus kekayaan negara yang sebelumnya mengalir ke luar negeri agar kembali berputar di dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua di kompleks Kilang Pertamina Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menanggapi kritik yang menyebut program-program prioritas pemerintah menghabiskan anggaran negara dalam jumlah besar.

Menurut Prabowo, kebijakan penggelontoran anggaran ke masyarakat justru merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

Ia menilai kritik tersebut tidak berdasar, mengingat tujuan utama dari kebijakan tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat luas.

“Jadi tadi itu adalah untuk mengembalikan arus kekayaan yang ke luar negeri. Kita balikkan sekarang, kita gelontorkan ke rakyat. Apa yang salah? Apa yang salah kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontor uang kepada rakyatnya sendiri?” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa sumber pendanaan program-program tersebut berasal dari efisiensi anggaran negara serta dana yang berhasil diselamatkan dari praktik korupsi.

Ia menekankan bahwa pengelolaan anggaran kini diarahkan untuk hal-hal yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Yang salah apa? Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa? Saya merasa saya berada di jalan yang benar, kita berada di jalan yang benar, kita berada di pihak rakyat Indonesia,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan posisinya yang akan terus berpihak kepada kepentingan rakyat. Ia menyatakan tidak akan mundur dari kebijakan yang dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, meskipun menghadapi berbagai kritik.

“Siapa yang tidak di pihak rakyat silakan. Saya terus. Saya selalu akan berada di pihak bangsa dan rakyat Indonesia,” sambungnya.

Dari sisi dampak ekonomi, Prabowo mengklaim program-program prioritas tersebut telah dan akan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Program Makan Bergizi Gratis, misalnya, diproyeksikan mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan target pembangunan 30 ribu dapur MBG, total tenaga kerja yang dapat terserap diperkirakan mencapai 1,5 juta orang.

Selain itu, program Koperasi Desa Merah Putih juga dinilai memiliki potensi besar dalam membuka lapangan pekerjaan. Setiap unit koperasi diperkirakan dapat mempekerjakan sekitar 18 orang.

Jika program ini berjalan secara masif di berbagai daerah, maka total penyerapan tenaga kerja dari sektor ini bisa melampaui 1 juta orang.

Dengan berbagai capaian dan target tersebut, pemerintah berharap program prioritas tidak hanya menjadi instrumen distribusi anggaran, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional yang inklusif.

Fokus pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi desa menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan, dengan memastikan anggaran negara memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.