INBERITA.COM, Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi tahap kedua di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.
Dalam momen tersebut, Prabowo menyinggung perubahan penampilan Kapolri yang dinilainya tampak semakin kurus.
Candaan itu muncul ketika Prabowo menyapa satu per satu jajaran menteri, pimpinan lembaga, serta sejumlah anggota DPR yang hadir dalam acara tersebut.
Nama-nama yang dipanggil antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Turut hadir pula sejumlah pimpinan komisi DPR, termasuk Anggia Ermarini, Mukhamad Misbakhun, dan Bambang Patijaya.
Suasana cair mulai terasa ketika Prabowo menyapa Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan guyonan terkait aktivitas kerja sang menteri.
“Saudara Sakti Wahyu Trenggono. Sakti terus, ya, enggak boleh pingsan lagi. Sudah saya enggak panggil-panggil hari Sabtu dan Minggu, saya enggak panggil lagi,” ucap Prabowo.
Candaan berlanjut ketika Prabowo memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kepala Negara secara langsung menyoroti kondisi fisik Sigit yang menurutnya terlihat berbeda.
“Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Makin kurus kau, ya. Kenapa makin kurus? Stres?,” tanya Prabowo, disambut suasana ringan di antara para undangan.
Di balik suasana santai tersebut, agenda utama acara tetap menyoroti langkah strategis pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri nasional.
Dalam kesempatan itu, Prabowo secara resmi meluncurkan groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap kedua dengan total nilai investasi mencapai Rp 116 triliun.
Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan mencakup tiga sektor utama, yakni energi, mineral, dan pertanian. Rinciannya meliputi lima proyek di sektor energi, lima proyek di sektor mineral, serta tiga proyek di sektor pertanian.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat nilai tambah sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan pentingnya hilirisasi sebagai strategi pembangunan nasional jangka panjang.
“Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada hari ini, hari Rabu, 29 april 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden RI dengan sangat bangga meluncurkan groundbreaking hilirisasi tahap kedua, mencakup 13 proyek strategis hilirisasi,” tutur Prabowo.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa kebijakan hilirisasi menjadi salah satu kunci kebangkitan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pemerintah akan terus memperluas cakupan proyek serupa dalam waktu dekat guna mempercepat pertumbuhan industri berbasis sumber daya domestik.
“Tahun ini juga kami akan tambah hilirisasi mungkin enam proyek lagi dan terus menerus akan kita tambah. Mungkin ada tahap keempat, kelima, keenam InsyaAllah tahun ini juga,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi melalui penguatan sektor hilir, sekaligus mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Dengan nilai investasi besar dan cakupan lintas sektor, proyek-proyek ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.