Petugas Damkar Selamatkan Anak yang Terjebak di Mesin Pengering di Depok

INBERITA.COM, Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun mengalami insiden mengerikan setelah tubuhnya tersangkut di dalam mesin pengering pakaian di sebuah rumah di Jalan Gelatik, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 17.53 WIB.

Kejadian ini memicu kepanikan warga sekitar dan memerlukan penanganan langsung dari petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkar) Kota Depok.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Depok, Tesy Haryati, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan darurat sekitar pukul 18.09 WIB. Saat tim tiba di lokasi, bocah tersebut sudah dalam kondisi terjepit di dalam mesin pengering.

“Kita respons (laporan) sampai di lokasi sekitar pukul 18.09 WIB dan di sana memang benar anak itu sudah berada di dalam mesin pengering,” ungkap Tesy Haryati saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025).

Menurut Tesy, peristiwa itu berawal saat korban yang diketahui memiliki sifat hiperaktif sedang bermain di sekitar area mesin cuci. Di saat bersamaan, orangtuanya sedang berada di kamar mandi.

Diduga karena tidak ada pengawasan, anak tersebut secara tak sengaja masuk ke dalam mesin pengering yang dalam kondisi terbuka.

“Anak tersebut hiperaktif sedangkan orangtuanya di kamar mandi. Terdengar teriakan anak, setelah dicek, anak itu sudah masuk ke mesin cuci,” jelas Tesy.

Kondisi bocah saat ditemukan cukup memprihatinkan. Tubuhnya terlipat, dengan kaki dan tangan berada di luar mesin, sedangkan sebagian kepala masih terlihat dari dalam. Anak itu sudah menjerit dan menangis keras saat tim penyelamat tiba.

“Posisi badan seperti terlipat, kaki dan tangan di atas kepala yang sebagian terlihat. Korban sudah teriak-teriak dan menangis,” terang Tesy.

Petugas Damkar Depok mengerahkan empat personel untuk mengevakuasi korban. Proses penyelamatan berlangsung dramatis namun cepat, memakan waktu sekitar 10 menit.

Tim evakuasi harus sangat berhati-hati dalam menarik bagian tubuh korban, agar tidak menimbulkan cedera tambahan. Selama proses tersebut, petugas juga berupaya menenangkan bocah yang tampak syok dan ketakutan.

“Empat orang personel diturunkan, sekitar 10 menit proses evakuasinya,” kata Tesy.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama di rumah yang menyimpan berbagai potensi bahaya tersembunyi.

Mesin cuci, yang umumnya dianggap sebagai peralatan rumah tangga biasa, ternyata bisa menjadi perangkap mematikan jika anak-anak dibiarkan bermain di sekitarnya tanpa pengawasan.

Meski nyawa sang bocah berhasil diselamatkan dan tidak dilaporkan mengalami luka serius, kejadian ini tetap menjadi peringatan keras bagi para orangtua agar lebih waspada.

Beberapa menit kelengahan bisa berujung pada kejadian berisiko tinggi, seperti yang dialami anak berusia tujuh tahun ini.

Insiden di Depok tersebut juga memperlihatkan kecepatan respons dan kesigapan petugas Damkar dalam menangani situasi darurat non-kebakaran, sekaligus mempertegas pentingnya edukasi keselamatan di lingkungan rumah tangga.

Hingga kini, belum ada informasi lanjutan terkait kondisi psikologis anak tersebut pasca-kejadian. Namun demikian, kehadiran petugas di lokasi diyakini berhasil meredam kepanikan dan mencegah tragedi yang lebih besar. (mms)