Perbandingan Biaya Umrah Mandiri vs Travel 2025, Mana yang Lebih Hemat dan Aman?

INBERITA.COM, Ibadah umrah kini semakin mudah dijangkau masyarakat Indonesia. Jika sebelumnya jamaah wajib berangkat melalui biro perjalanan resmi, kini umat Islam di Tanah Air memiliki opsi baru yang lebih fleksibel dan efisien, yakni umrah mandiri.

Pilihan ini semakin populer seiring dengan legalisasi resmi umrah mandiri oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui aturan tersebut melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Dalam beleid tersebut, disebutkan bahwa pelaksanaan ibadah umrah kini bisa dilakukan dengan tiga cara.

“Perjalanan Ibadah Umrah dilakukan: a. melalui PPIU; b. secara mandiri; atau c. melalui Menteri,” demikian bunyi Pasal 86 UU No.14 Tahun 2025.

Artinya, calon jamaah kini bisa mengatur sendiri perjalanan umrah mereka tanpa perlu melalui biro travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Fenomena ini disambut positif oleh masyarakat, terutama kalangan muda dan profesional yang terbiasa melakukan perjalanan mandiri.

Dengan semakin mudahnya akses informasi, layanan tiket daring, hingga reservasi hotel digital, umrah mandiri dinilai lebih hemat, transparan, dan fleksibel dibandingkan melalui biro perjalanan.

Namun, sebelum memutuskan untuk berangkat tanpa jasa travel, calon jamaah perlu memahami dengan detail perbandingan biaya, tanggung jawab administrasi, serta risiko yang mungkin dihadapi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menetapkan bahwa biaya umrah ideal tahun 2025 berada di kisaran Rp23 juta, sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1021 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji Khusus.

Ketetapan ini berfungsi sebagai acuan harga resmi bagi penyelenggara travel agar jamaah terlindungi dari penawaran harga yang terlalu murah namun tidak sesuai standar pelayanan.

Berdasarkan penelusuran, tarif umrah 2025 melalui travel bervariasi tergantung jenis paket yang dipilih. Untuk paket reguler, biaya rata-rata berkisar antara Rp24 juta hingga Rp29 juta dengan durasi perjalanan sekitar 9 hingga 11 hari.

Sedangkan paket premium atau plus, yang biasanya disertai tambahan wisata religi ke negara lain seperti Turki, Dubai, atau Mesir, dibanderol mulai dari Rp28 juta hingga Rp39 juta, tergantung fasilitas dan lama perjalanan.

Sementara itu, paket spesial Ramadan, Muharram, atau keberangkatan Jumat dibanderol lebih tinggi, mulai Rp32 juta hingga mendekati Rp100 juta untuk kelas eksklusif dengan akomodasi mewah.

Kemenag mengingatkan bahwa harga-harga tersebut bersifat referensi yang dapat berubah sewaktu-waktu, menyesuaikan kurs mata uang, kebijakan maskapai, dan tarif hotel di Arab Saudi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk memeriksa kredibilitas travel resmi agar terhindar dari penipuan dan perjalanan yang tidak sesuai standar ibadah.

Berbeda dengan itu, umrah mandiri memberi keleluasaan bagi calon jamaah untuk mengatur semua keperluan perjalanan secara pribadi. Mereka dapat memilih maskapai, waktu keberangkatan, hingga hotel sesuai dengan kemampuan finansial.

Berdasarkan pantauan detikHikmah, biaya umrah mandiri bervariasi tergantung pada pilihan fasilitas dan periode keberangkatan. Harga tiket pesawat ke Arab Saudi rata-rata sekitar Rp8 juta sekali jalan, atau Rp16 juta untuk tiket pulang-pergi.

Untuk akomodasi, tarif hotel di kawasan Makkah dan Madinah berkisar Rp500 ribu per malam. Dengan asumsi menginap selama lima malam, jamaah perlu menyiapkan sekitar Rp2,5 juta. Bila memilih hotel berbintang atau lebih dekat dengan Masjidil Haram, tarifnya tentu lebih tinggi.

Kemudian, jamaah perlu menambahkan biaya transportasi lokal sekitar Rp3 juta, serta biaya konsumsi harian yang juga diperkirakan mencapai Rp3 juta.

Selain itu, calon jamaah harus mengurus dokumen perjalanan seperti visa dan paspor secara mandiri, dengan biaya berkisar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.

Jika seluruh komponen biaya tersebut dijumlahkan, total pengeluaran untuk umrah mandiri berkisar Rp28 juta, tergantung pilihan akomodasi dan waktu keberangkatan.

Secara umum, biaya ini masih kompetitif dibandingkan paket umrah reguler yang ditawarkan biro perjalanan.

Namun, perbedaan utama terletak pada tanggung jawab pribadi jamaah dalam mengatur seluruh kebutuhan perjalanan dan memastikan kelengkapan dokumen administratif.

Meski tampak lebih hemat dan fleksibel, umrah mandiri tetap memiliki tantangan tersendiri. Jamaah dituntut lebih cermat dalam menyiapkan segala kebutuhan, mulai dari pemesanan tiket, transportasi, akomodasi, hingga asuransi perjalanan.

Tanpa adanya pendampingan dari pihak penyelenggara, calon jamaah juga perlu memahami aturan dan prosedur imigrasi Arab Saudi, termasuk regulasi visa, tata cara ibadah, serta larangan-larangan yang berlaku di Tanah Suci.

Hal ini penting terutama bagi jamaah pemula yang baru pertama kali melaksanakan umrah. Kesalahan administratif atau kurangnya informasi bisa menyebabkan kendala serius selama perjalanan.

Pemerintah pun mengingatkan bahwa meski umrah mandiri telah dilegalkan, jemaah tetap disarankan untuk berkoordinasi dengan otoritas terkait, seperti Kementerian Agama, agar perjalanan ibadah berjalan aman dan sesuai regulasi.

Dengan dukungan teknologi digital dan akses informasi yang semakin terbuka, umrah mandiri berpotensi menjadi tren baru di kalangan masyarakat modern Indonesia.

Pilihan ini menawarkan kemandirian, efisiensi, sekaligus pengalaman spiritual yang lebih personal bagi jamaah yang ingin mengatur perjalanan suci sesuai ritme dan kemampuan mereka sendiri.

Namun, satu hal yang pasti, baik berangkat melalui biro resmi maupun secara mandiri, tujuan utama ibadah umrah tetaplah sama: mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan niat yang tulus dan persiapan yang matang.