INBERITA.COM, Pagi yang biasanya dipenuhi aktivitas literasi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi suasana penuh kepanikan pada Kamis (11/12).
Sekitar pukul 06.00 WIB, sebuah mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya memasok makanan untuk para siswa, justru menerobos pagar sekolah dan melaju ke tengah kerumunan siswa serta guru yang sedang berkegiatan di lapangan.
Insiden tersebut menimbulkan jeritan dan kepanikan para saksi yang menyaksikan mobil blind van bernomor polisi B-2093-UIU itu menghantam pagar sekolah yang masih tertutup sebelum akhirnya masuk ke area dalam.
Benturan keras itu menyebabkan 21 orang mengalami luka-luka, terdiri dari para murid dan guru yang berada di sekitar lokasi. Meski situasinya sangat mengkhawatirkan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Kapolsek Cilincing, Kompol Bobi Subasri, menjelaskan bahwa mobil MBG tersebut dikemudikan oleh Adi Irawan, seorang sopir pengganti, dengan seorang kernet berinisial MRR.
Mobil yang dikelola Yayasan Darul Esti Sumidah itu diduga hilang kendali ketika memasuki area sekolah yang berada di jalur menanjak. Menurut keterangan awal yang disampaikan sopir, mobil mengalami masalah saat hendak direm.
“Menurut keterangan awal sopir, dia berniat mengerem karena posisinya di tanjakan. Tapi rem dirasa tidak pakem, lalu menginjak pedal lebih dalam. Diduga dia mengira itu pedal rem, padahal yang diinjak justru pedal gas,” ujar Bobi.
Kesaksian ini diperkuat oleh rekaman CCTV yang memperlihatkan gerbang sekolah dalam keadaan tertutup sebelum mobil tiba-tiba melaju kencang dan menerobosnya.
Benturan yang tidak terhindarkan tersebut menyebabkan para siswa dan guru terpental dan mengalami luka dalam berbagai tingkat keparahan.
Tak lama setelah kejadian, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, langsung mendatangi lokasi untuk memastikan penanganan awal berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa analisis penyebab kecelakaan sepenuhnya menjadi wewenang pihak kepolisian.
“Apakah ini murni human error, kelalaian pengemudi, atau masalah pada kendaraan, semua masih didalami,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa biaya pengobatan seluruh korban akan ditanggung pemerintah daerah.
Ia menyebutkan ada lima orang yang saat ini menjalani perawatan di RS Koja, terdiri dari satu guru dan empat siswa. Sementara 16 korban lainnya dibawa ke RSUD Cilincing.
“Saya sudah menjenguk lima korban di RS Koja. Semoga kondisi mereka segera membaik,” ujar Pramono.
Pihak kepolisian dan Satlantas Jakarta Utara telah melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan, mulai dari kondisi kendaraan hingga dugaan kesalahan manusia dalam pengoperasiannya.
Sopir dan kernet mobil MBG saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif guna memastikan detail kejadian dan mencari tahu apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur operasional yang terjadi.
Insiden yang menimpa SDN 01 Kalibaru ini menjadi pengingat serius mengenai pentingnya standar keselamatan dalam operasional kendaraan yang terlibat dalam program pelayanan publik, khususnya distribusi makanan bergizi untuk siswa.
Program yang seharusnya mendukung kesehatan anak-anak justru harus menghadapi tragedi akibat kecelakaan kendaraan operasional.
Sementara proses hukum dan investigasi terus berjalan, fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh korban mendapatkan layanan kesehatan optimal tanpa biaya sedikit pun.
Evaluasi menyeluruh terhadap SOP pengaturan lalu lintas dan keamanan kendaraan MBG pun kini menjadi sorotan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Insiden ini sekaligus memantik perhatian masyarakat mengenai keamanan lingkungan sekolah, terutama di pagi hari saat aktivitas siswa sedang berlangsung.
Dengan penyelidikan yang masih terus dikembangkan, publik kini menantikan hasil akhir pemeriksaan polisi untuk mengetahui bagaimana mobil MBG bisa melaju tak terkendali dan menimbulkan puluhan korban luka. (*)