INBERITA.COM, Brasil mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang belum sepenuhnya memuaskan. Tim berjuluk Selecao harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan setelah ditahan Maroko dengan skor 1-1 dalam pertandingan pembuka Grup C yang berlangsung di New York/New Jersey Stadium, Minggu pagi WIB.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan di Grup C diperkirakan berlangsung jauh lebih ketat dari prediksi banyak pihak. Brasil memang datang dengan status salah satu favorit juara, tetapi Maroko kembali membuktikan bahwa keberhasilan mereka dalam beberapa tahun terakhir bukanlah kebetulan.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit-menit awal. Maroko tampil percaya diri dan tidak menunjukkan rasa gentar menghadapi tim yang memiliki lima gelar juara dunia tersebut. Bahkan, wakil Afrika itu mampu mengendalikan ritme permainan dalam fase awal laga dan memaksa Brasil lebih banyak bertahan.
Tekanan Maroko sudah terlihat sejak awal pertandingan. Organisasi permainan yang rapi dipadukan dengan transisi cepat membuat lini pertahanan Brasil beberapa kali berada dalam situasi sulit.
Upaya pertama yang cukup berbahaya datang melalui aksi Neil El Aynaoui, meski peluang tersebut masih mampu digagalkan sebelum mengancam gawang secara langsung.
Di sisi lain, Brasil berusaha membangun permainan melalui kecepatan para pemain depan.
Absennya Neymar akibat cedera membuat kreativitas serangan banyak bertumpu pada Vinicius Jr dan sejumlah pemain muda lainnya. Neymar sendiri terlihat berada di bangku cadangan untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekannya.
Meski perlahan mulai menemukan ritme, Brasil sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Maroko. Peluang terbaik mereka pada awal laga datang melalui sundulan Igor Thiago yang memanfaatkan umpan Vinicius Jr. Namun, bola masih melenceng dari sasaran.
Ketika Brasil mulai menunjukkan perkembangan permainan, Maroko justru berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Pada menit ke-22, Ismael Saibari memanfaatkan celah di lini belakang Brasil setelah menerima umpan terobosan matang dari Brahim Diaz.
Saibari menunjukkan ketenangan luar biasa saat berhadapan dengan Alisson Becker. Alih-alih melepaskan tembakan keras, ia memilih mencungkil bola melewati penjaga gawang Brasil yang sudah keluar dari posisinya. Gol tersebut membuat para pendukung Maroko bersorak dan mengubah skor menjadi 1-0.
Keunggulan itu semakin meningkatkan kepercayaan diri Maroko. Trio Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, dan Bilal El Khannouss beberapa kali menciptakan kombinasi serangan yang menyulitkan Brasil. Dalam beberapa momen, Maroko bahkan tampak lebih nyaman menguasai bola dibandingkan lawannya yang lebih diunggulkan.
Namun, kualitas individu pemain Brasil kembali menjadi pembeda. Saat timnya berada di bawah tekanan, Vinicius Jr muncul sebagai sosok yang memberikan harapan.
Pada menit ke-32, penyerang yang bermain untuk Real Madrid tersebut melakukan aksi individu dari sisi kiri. Dengan kecepatan dan kemampuan dribel yang menjadi ciri khasnya, Vinicius berhasil membuka ruang sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Yassine Bounou.
Gol itu mengubah momentum pertandingan. Brasil yang sebelumnya kesulitan mulai mendapatkan kepercayaan diri lebih besar, sementara Maroko harus kembali menyusun strategi setelah keunggulan mereka sirna.
Meski kedua tim terus berusaha mencari gol tambahan, skor 1-1 bertahan hingga jeda babak pertama. Seluruh gol dalam pertandingan ini tercipta sebelum turun minum.
Pada babak kedua, intensitas pertandingan tetap tinggi. Maroko tidak mengendurkan tekanan dan beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.
Brasil juga memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
Salah satu faktor penting yang membuat Brasil mampu membawa pulang satu poin adalah penampilan Alisson Becker. Kiper utama Selecao tersebut melakukan sejumlah penyelamatan krusial ketika lini belakang Brasil kehilangan konsentrasi menghadapi pergerakan pemain-pemain Maroko.
Performa Alisson menjadi sorotan karena tanpa kontribusinya, Brasil berpotensi mengawali turnamen dengan hasil yang lebih buruk. Kehadirannya di bawah mistar memberikan ketenangan bagi rekan-rekannya sekaligus menjaga peluang Brasil untuk tetap bersaing di fase grup.
Bagi Maroko, hasil ini memperpanjang tren positif mereka saat menghadapi Brasil. Setelah sempat mengejutkan dunia sepak bola dengan kemenangan 2-1 dalam laga uji coba pada Maret 2023, kini mereka kembali mampu menghindari kekalahan dari salah satu raksasa sepak bola dunia tersebut.
Menariknya, hasil imbang ini juga menjadi catatan sejarah baru dalam pertemuan kedua negara.
Sebelumnya, Brasil dan Maroko belum pernah bermain seri. Pada Piala Dunia 1998, Brasil menang telak 3-0 atas Maroko. Sementara dalam laga persahabatan tahun 2023, Maroko berhasil menang 2-1.
Hasil di New Jersey membuat persaingan Grup C semakin terbuka. Maroko dan Brasil untuk sementara menempati dua posisi teratas klasemen grup dengan koleksi satu poin. Situasi ini membuat pertandingan berikutnya menjadi sangat menentukan bagi kedua tim.
Bagi Brasil, laga pembuka ini memberikan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ketergantungan terhadap kemampuan individu masih terlihat jelas, sementara koordinasi lini belakang beberapa kali mengalami masalah ketika menghadapi serangan cepat lawan.
Di sisi lain, Maroko kembali menunjukkan perkembangan signifikan sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.
Mereka tidak hanya mampu bertahan dengan disiplin, tetapi juga berani mengambil inisiatif menyerang saat menghadapi lawan yang secara kualitas individu berada di atas mereka.
Jika mampu mempertahankan performa seperti ini, Maroko berpeluang besar melangkah jauh di turnamen. Sementara Brasil perlu segera menemukan konsistensi permainan agar status favorit juara tidak hanya menjadi prediksi di atas kertas.
Laga pembuka Grup C akhirnya menghasilkan satu pesan penting: nama besar tidak lagi menjamin kemenangan mudah di Piala Dunia 2026.
Maroko telah membuktikannya, sementara Brasil harus menerima kenyataan bahwa perjalanan menuju gelar dunia keenam kemungkinan akan jauh lebih berat dari yang dibayangkan.