Libur Tahun Baru 2026, Kunjungan Wisata Telaga Ngebel Ponorogo Pecah Rekor Tembus 11 Ribu Orang

INBERITA.COM, Obyek wisata Telaga Ngebel kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan wisata di Kabupaten Ponorogo.

Pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kawasan wisata alam yang terletak di lereng Gunung Wilis tersebut dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Lonjakan wisatawan bahkan mencapai titik tertinggi pada libur awal tahun, tepatnya 1 Januari 2026, dengan jumlah pengunjung yang menembus angka lebih dari 11 ribu orang dalam satu hari.

Kondisi tersebut menjadikan Telaga Ngebel sebagai salah satu titik konsentrasi wisatawan paling ramai di Ponorogo selama masa liburan.

Kepadatan pengunjung terlihat sejak pintu masuk kawasan wisata hingga area sekitar telaga, mulai dari lokasi parkir, dermaga perahu, hingga pusat kuliner dan lapak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Koordinator penjaga loket Telaga Ngebel, Suwandi, menyebut jumlah wisatawan yang tercatat pada 1 Januari 2026 merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut melampaui angka kunjungan tertinggi yang biasanya terjadi saat musim liburan.

“Jumlahnya boleh dibilang pecah rekor. Biasanya paling banyak sekitar sepuluh ribu orang, sekarang tembus sebelas ribu lebih,” ujarnya.

Menurut Suwandi, lonjakan wisatawan tidak langsung terjadi sejak pagi hari. Aktivitas pengunjung justru meningkat signifikan mulai siang hingga sore hari.

Hal ini menunjukkan bahwa Telaga Ngebel tetap menjadi pilihan utama wisatawan meskipun kondisi cuaca tidak sepenuhnya mendukung.

“Sekitar jam 12 siang sudah ramai sekali, padahal waktu itu wilayah Ngebel sudah mulai diguyur hujan,” katanya.

Pantauan di area loket masuk menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung masih didominasi oleh wisatawan lokal asal Ponorogo.

Keberadaan Telaga Ngebel yang mudah diakses dari pusat kota membuat destinasi ini menjadi pilihan favorit warga setempat untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Meski demikian, sejumlah wisatawan dari luar daerah juga terlihat memadati kawasan wisata tersebut.

“Plat nomor yang masuk kebanyakan lokal. Sisanya ada dari Surabaya, Tulungagung, dan daerah tetangga Ponorogo,” jelasnya.

Kondisi ini memperlihatkan daya tarik Telaga Ngebel yang tidak hanya kuat di kalangan wisatawan lokal, tetapi juga mampu menarik minat pengunjung dari wilayah sekitar.

Keindahan panorama alam telaga, udara sejuk pegunungan, serta beragam aktivitas wisata yang tersedia menjadi faktor utama yang mendorong tingginya angka kunjungan selama libur Nataru.

Ramainya wisatawan di Telaga Ngebel turut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Sejumlah pelaku usaha mengaku merasakan peningkatan omzet yang signifikan selama periode liburan.

Rumah makan di sekitar telaga dipadati pengunjung, penginapan mengalami tingkat hunian tinggi, sementara jasa penyewaan perahu nyaris tak pernah sepi antrean.

Selain itu, pelaku UMKM yang menjajakan aneka makanan, minuman, serta cenderamata khas Ponorogo juga kebanjiran pembeli.

Momentum libur panjang dimanfaatkan para wisatawan untuk berbelanja sekaligus menikmati suasana wisata alam, sehingga perputaran ekonomi lokal meningkat secara nyata.

Kepadatan pengunjung yang terjadi selama libur awal tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa Telaga Ngebel masih memiliki daya saing tinggi sebagai ikon wisata Ponorogo.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta pengelolaan yang terus ditingkatkan, destinasi ini dinilai mampu mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah kunjungan di masa mendatang.

Lonjakan wisatawan pada libur Nataru juga menjadi catatan penting bagi pengelola untuk terus menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Meski hujan sempat mengguyur kawasan wisata, antusiasme wisatawan tidak surut, menunjukkan bahwa Telaga Ngebel tetap menjadi pilihan utama untuk berwisata alam di Ponorogo.

Dengan jumlah pengunjung yang menembus lebih dari 11 ribu orang dalam sehari, Telaga Ngebel tidak hanya mencatat rekor baru, tetapi juga mengukuhkan perannya sebagai penggerak ekonomi pariwisata daerah.

Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengembangkan potensi wisata Ponorogo secara berkelanjutan.