Kota Tua Jakarta Akan Direvitalisasi Mulai 2026, Diharapkan Rampung 2027 akan Ada Jalur MRT Bawah Tanah

INBERITA.COM, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa proyek revitalisasi kawasan Kota Tua akan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada 2027.

Proyek ini beriringan dengan penyelesaian pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang diperkirakan akan mencapai kawasan bersejarah tersebut pada 2029.

Dalam penjelasannya, Pramono mengungkapkan bahwa revitalisasi kawasan Kota Tua akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, beberapa BUMN, dan Danantara sebagai pengelola aset yang ada di kawasan tersebut.

Menurutnya, banyak aset yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat, khususnya oleh BUMN, sehingga kolaborasi antara Danantara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat penting untuk kesuksesan proyek ini.

“Di sana kan ada aset-aset yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat, terutama oleh BUMN-BUMN. Jadi, semua hal yang berkaitan itu tentunya akan membutuhkan kebersamaan antara Danantara dan Pemerintah DKI Jakarta, karena sebagian besar aset di kawasan ini adalah milik Pemerintah Pusat, terutama BUMN,” kata Pramono usai bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

Pramono menjelaskan bahwa revitalisasi kawasan ini akan dilaksanakan dengan pembagian tanggung jawab yang jelas antara Pemerintah Provinsi DKI dan pihak Danantara.

“Yang sudah kita sepakati dengan Danantara, ketika kami mengadakan pertemuan dengan Pak Rosan, untuk infrastruktur dasar akan segera dikerjakan oleh Pemerintah Jakarta pada tahun 2026 ini,” ujar Pramono.

Infrastruktur dasar yang dimaksud, menurutnya, termasuk pembangunan pedestrian, perbaikan sungai, dan jalan-jalan yang ada di kawasan Kota Tua.

“Kami akan segera melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, perbaikan atas aset-aset yang dimiliki oleh Danantara akan dilakukan secara paralel dengan perbaikan infrastruktur dasar.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan bahwa pembangunan jalur MRT yang melintasi kawasan Kota Tua sudah selesai di bagian permukaan. Selanjutnya, pengerjaan akan difokuskan pada bagian bawah tanah untuk menyelesaikan jalur MRT.

“Dan seperti kita ketahui, sampai dengan 2027, pembangunan MRT di permukaan kawasan Kota Tua sudah tidak ada lagi. Semua pembangunan MRT akan berlanjut ke bawah tanah,” jelasnya.

Dengan demikian, Pramono berharap bahwa pada tahun 2027, renovasi dan penyempurnaan kawasan Kota Tua bisa selesai, dan jalur MRT yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Tua juga akan mulai beroperasi pada 2029.

Pramono juga menambahkan bahwa proyek Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kota Tua akan disiapkan dan dibangun oleh MRT Jakarta untuk mengintegrasikan transportasi publik dengan kawasan wisata bersejarah tersebut.

Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan konektivitas dan menjadikan kawasan Kota Tua lebih mudah diakses oleh masyarakat serta lebih terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

“Kalau itu sudah bisa dilakukan, saya yakin kawasan Kota Tua akan sangat berbeda dari sekarang ini,” kata Pramono, memberikan gambaran optimis tentang perubahan yang akan terjadi di kawasan tersebut setelah revitalisasi selesai.

Ketika ditanya mengenai nilai investasi untuk proyek revitalisasi ini, Pramono mengatakan bahwa rincian lebih lanjut mengenai hal tersebut akan disampaikan oleh tim teknis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Nanti biar disampaikan oleh timnya secara detail, ya,” ujar Pramono.

Proyek revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta ini bukan hanya bertujuan untuk memperbaiki infrastruktur dan mempercantik kawasan bersejarah, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jakarta.

Dengan integrasi MRT dan TOD, diharapkan kawasan Kota Tua dapat menjadi salah satu tujuan wisata utama yang lebih terhubung dengan sistem transportasi publik yang modern, sehingga meningkatkan kenyamanan pengunjung dan warga Jakarta.

Proyek ini merupakan salah satu dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan dan memperbaiki kualitas infrastruktur di Jakarta, khususnya di kawasan yang kaya akan sejarah dan budaya seperti Kota Tua. (xpr)