KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam di Sulawesi Tenggara, Semua Penumpang Selamat

INBERITA.COM, Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Selebes tenggelam di perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (14/2/2026) pagi.

Kapal dengan GT 44 itu mengalami kebocoran di lambung kapal, memaksa seluruh 20 kru dan penumpang terombang-ambing sebelum berhasil diselamatkan.

“Iya, kapal tenggelam dan tidak begitu lama langsung dievakuasi nelayan,” ujar Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan tujuan Pelabuhan Boepinang, Kecamatan Poleang, Bombana.

Namun, di tengah perjalanan, KM Cahaya Intan Selebes mengalami kebocoran yang membuat kapal akhirnya karam di laut.

“Kapal bertolak dari Bajoe menuju Boepinang, namun di perjalanan terjadi kebocoran yang menyebabkan kapal karam,” kata Wahyudi.

Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Boepinang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

“Sebanyak 20 orang semua penumpang diselamatkan kapal nelayan dalam kondisi selamat dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Wahyudi.

Koordinasi SAR dilakukan segera setelah laporan diterima dari Polairud Bombana. Tim SAR bersama instansi terkait memastikan keselamatan seluruh korban.

Berdasarkan manifes, KM Cahaya Intan Selebes mengangkut 13 penumpang dan 7 anak buah kapal (ABK).

“Data manifes menunjukkan seluruhnya selamat, tidak ada korban jiwa,” pungkas Wahyudi.

Kebocoran yang menyebabkan tenggelamnya KM Cahaya Intan Selebes menjadi peringatan penting bagi keselamatan transportasi laut di Sulawesi Tenggara.

Pihak berwenang terus menyelidiki penyebab kerusakan lambung kapal untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Insiden ini menjadi sorotan karena menegaskan risiko keselamatan pelayaran di perairan Bombana, khususnya bagi kapal kecil yang melintasi rute antarpulau.

Upaya SAR cepat dan respons nelayan di sekitar lokasi dianggap kunci dalam mencegah korban jiwa.