Kejar-kejaran Pelaku Curanmor dan Polisi, Tak Sadar Salat Isya Berjamaah Bersama

INBERITA.COM, Aksi pencurian sepeda motor atau curanmor bersenjata api di Bandar Lampung berakhir dramatis sekaligus tak biasa. Salah satu pelaku yang sempat kabur dari kejaran polisi dan warga akhirnya ditangkap saat berpura-pura mengikuti salat Isya berjamaah di sebuah masjid.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, pada Selasa malam, 28 April 2026. Pelaku berinisial SN (22) mencoba mengelabui petugas dengan menyamar menggunakan baju koko dan sarung setelah melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kasus curanmor di Bandar Lampung itu bermula saat dua pelaku mendatangi sebuah bengkel mobil di Jalan Pangeran Tirtayasa, Kelurahan Campang Raya, sekitar pukul 19.00 WIB. Keduanya datang dengan mengendarai sepeda motor secara berboncengan sebelum melancarkan aksi pencurian.

Kapolsek Sukarame Kompol Rohmawan mengatakan, salah satu pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor milik korban jenis Honda CRF. Namun aksi tersebut dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan sehingga memicu kejar-kejaran antara pelaku, warga, dan aparat kepolisian.

“Dua pelaku datang berboncengan, lalu salah satunya membawa kabur motor korban jenis Honda CRF,” kata Rohmawan kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Dalam situasi panik saat melarikan diri, pelaku lain berinisial OR (24) sempat mengeluarkan senjata api rakitan untuk mengancam warga dan korban yang mencoba menghentikan aksinya. Namun upaya tersebut gagal setelah OR terjatuh dan berhasil diamankan warga sekitar.

Warga yang geram dengan aksi pencurian motor itu sempat meluapkan emosi kepada pelaku. OR menjadi sasaran amuk massa hingga mengalami luka-luka sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan kepada polisi untuk proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, SN berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di area perkebunan tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam upaya menghindari pengejaran petugas, ia sempat singgah di sebuah gubuk milik warga untuk berganti pakaian agar tidak dikenali.

Pelarian SN ternyata belum berhenti. Setelah merasa situasi mulai aman, ia menuju Masjid Al Barokah dan kembali mengganti penampilannya menggunakan baju koko dan sarung. Dengan menyamar layaknya jamaah biasa, pelaku kemudian ikut melaksanakan salat Isya berjamaah bersama warga sekitar.

Tanpa disadari SN, sejumlah anggota Unit Reskrim Polsek Sukarame juga sedang berada di masjid tersebut. Polisi diketahui tengah beristirahat sekaligus menunaikan salat Isya setelah melakukan pengejaran terhadap pelaku curanmor.

Gerak-gerik SN yang dinilai tidak biasa akhirnya menimbulkan kecurigaan aparat. Polisi kemudian melakukan pengamatan hingga salat selesai dilaksanakan sebelum akhirnya menangkap pelaku di lokasi.

“Gerak-gerik pelaku mencurigakan. Setelah salat, anggota kami langsung mengamankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Saat ditangkap, SN disebut dalam kondisi ketakutan dan tubuhnya gemetar. Di hadapan petugas, ia mengakui keterlibatannya dalam aksi pencurian sepeda motor di bengkel mobil tersebut bersama rekannya.

Dari hasil penangkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku saat beraksi. Barang bukti itu meliputi satu unit sepeda motor hasil curian, sepeda motor milik pelaku, senjata api rakitan jenis revolver beserta tiga butir amunisi, hingga kunci letter T yang telah dimodifikasi untuk membobol kendaraan.

Polisi menyebut aksi curanmor tersebut menyebabkan korban hampir mengalami kerugian mencapai Rp25 juta. Kedua pelaku kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Mapolsek Sukarame.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat. Aparat kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan kendaraan diparkir di tempat aman dan menggunakan pengaman tambahan guna meminimalkan risiko pencurian motor.