Kebakaran Hebat di Sleman Diduga Akibat Korsleting Listrik Sambar Dagangan Petasan di Dalam Rumah

INBERITA.COM, Sebuah kebakaran besar yang melanda sebuah rumah di Blimbingsari, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, pada Sabtu sore (21/2/2026), diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang memicu ledakan beruntun.

Kebakaran ini menghanguskan rumah dan perabotannya seluas sekitar 50 meter persegi, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menurut Kasi Operasional dan Investigasi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman, Nawa Murtiyanto, dugaan awal penyebab kebakaran adalah arus pendek atau korsleting listrik yang menyambar tumpukan petasan siap edar di dalam rumah.

“Penyebab kebakaran arus pendek, korsleting listrik,” ujarnya dalam keterangannya yang diterima wartawan pada Sabtu malam.

Kebakaran ini mulai diketahui oleh warga sekitar pukul 16.27 WIB, ketika seorang pelapor melihat percikan api dari instalasi listrik rumah yang diduga mengalami korsleting, tepatnya di sekitar tempat penyimpanan petasan.

Percikan tersebut kemudian menyambar dan menyebabkan kebakaran yang dengan cepat membesar. Warga setempat segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran Sleman.

Kebakaran ini tidak hanya menyebabkan api yang membakar rumah, tetapi juga ledakan beruntun yang memicu kepanikan di sekitar lokasi kejadian. Kebakaran terjadi di area pemukiman yang padat, sehingga mengancam keselamatan warga yang berada di sekitarnya.

Dukuh Blimbingsari, Robet Purnomo, yang rumahnya hanya berjarak empat rumah dari lokasi kebakaran, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mendengar suara petasan yang terdengar sangat janggal di sore hari.

“Saya mendekat, ternyata suara petasan atau kembang api itu sudah saling bersahutan,” tutur Robet.

Hal ini memicu rasa curiga Robet yang akhirnya mendekati lokasi kejadian dan menyaksikan langsung kobaran api yang semakin membesar.

Menyadari potensi bahaya yang semakin besar, warga setempat segera melakukan upaya pemadaman secara mandiri meski terbatas. Namun, melihat api yang semakin membesar, mereka pun segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Kobaran api sudah cukup besar, warga kemudian menghubungi pemadam kebakaran,” tambah Nawa.

Tanggapan cepat datang dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman yang mengirimkan dua armada, serta dibantu oleh armada dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain itu, polisi, TNI, serta relawan kebakaran juga turut serta dalam usaha pemadaman. Setelah sekitar satu jam berusaha, api berhasil dipadamkan pada pukul 18.07 WIB.

Beruntung, meskipun kebakaran yang terjadi cukup besar dan disertai dengan ledakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran tersebut cukup besar, mengingat rumah beserta seluruh perabotannya hangus terbakar.

Pihak Pemadam Kebakaran Sleman mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama dalam menyimpan bahan yang mudah terbakar seperti petasan dan kembang api.

Korsleting listrik, seperti yang terjadi dalam kasus ini, menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di wilayah pemukiman padat penduduk.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan mematuhi aturan keselamatan terkait penggunaan listrik dan penyimpanan bahan-bahan berbahaya seperti petasan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.