Kebakaran di Way Kambas hingga 107 Hektar: 23 Desa Berisiko Terdampak Kebakaran, Kondisi Gajah Dipantau Intensif

INBERITA.COM, Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, belum sepenuhnya teratasi.

Laporan terakhir menunjukkan 107 hektare lahan masih terbakar hingga Senin (24/8/2026), menyisakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan petugas lapangan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan luas lahan yang terbakar mencapai 107 hektare, dengan mayoritas ditumbuhi alang-alang yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Kawasan konservasi seluas 120 ribu hektare ini memiliki 20 ribu hektare area alang-alang, menjadikannya rentan terhadap kebakaran berulang.

Upaya pemadaman sempat membuahkan hasil pada Sabtu malam, tetapi pada Minggu (23/8/2026) pukul 12.00 WIB, petugas kembali menemukan titik api baru sekitar 2 kilometer dari lokasi sebelumnya.

“Masih satu titik api, tapi kami berusaha mencegah agar tidak muncul lagi karena biasanya di bawah alang-alang masih sering menyala,” ungkap Mirza.

Pemerintah dan pengelola TNWK tak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memantau satwa liar, terutama gajah.

Saat ini, 11 kelompok gajah dipantau secara intensif, dengan jarak terdekat sekitar 27 kilometer dari lokasi kebakaran. Gajah jinak yang berada 8 kilometer dari titik api juga dinyatakan aman.

“Insya Allah aman dan tidak terdampak,” tegas Mirza, meski pemerintah tetap waspada terhadap potensi ancaman.

Posko bersama didirikan di kawasan TNWK untuk mencegah meluasnya api, mengingat kawasan ini berbatasan dengan 23 desa.

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Lampung mengajukan tambahan peralatan, termasuk dukungan water bombing menggunakan helikopter.

Selain itu, petugas membutuhkan selang sepanjang 3 kilometer berukuran 1,5 inci untuk pemadaman darat.

Pemerintah pusat merespons dengan mengirimkan dua unit helikopter dari Palembang dan Jawa Timur.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penanganan menyeluruh hingga api benar-benar padam dan mencegah kebakaran berulang.

“Kamu minta apa untuk mencegah?” tanya Prabowo dalam rapat koordinasi virtual, menekankan perlunya strategi pencegahan yang efektif.

Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mengatasi kebakaran tanpa mengancam kelestarian hutan dan kehidupan masyarakat sekitar.