INBERITA.COM, Serangan udara terbaru yang mengguncang ibu kota Ukraina tidak hanya menimbulkan kerusakan pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh salah satu simbol paling penting dalam sejarah dan spiritualitas Ortodoks Timur.
Sebuah katedral berusia hampir satu milenium di Kyiv dilaporkan terbakar setelah gelombang rudal dan drone menghantam kota pada Minggu malam (15/6).
Bangunan yang terdampak adalah Katedral Dormition yang berada di kompleks Biara Pechersk Lavra, kawasan religius bersejarah yang selama berabad-abad menjadi pusat kehidupan keagamaan di wilayah yang kini dikenal sebagai Ukraina.
Kompleks tersebut juga tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan memiliki nilai budaya yang melampaui batas negara.
Peristiwa itu terjadi saat Kyiv kembali menghadapi serangan udara berskala besar. Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan kobaran api melahap bagian atap katedral.
Asap tebal terlihat membumbung di sekitar kubah bangunan yang menjadi salah satu ikon arsitektur keagamaan paling dikenal di Eropa Timur.
Kerusakan pada area biara dikonfirmasi oleh otoritas setempat. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, bersama Gubernur Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyatakan bahwa kawasan tersebut mengalami dampak signifikan akibat insiden tersebut.
“Kerusakan di wilayah biara cukup signifikan, dan terjadi kebakaran serius,” ujar Tkachenko sebagaimana dikutip laporan media internasional.
Biara Pechersk Lavra memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah Kekristenan Ortodoks.
Didirikan pada abad ke-11, kompleks ini menjadi salah satu pusat penyebaran agama Kristen di kawasan Slavia Timur. Selama ratusan tahun, tempat itu menjadi tujuan ziarah, pusat pendidikan agama, serta simbol hubungan sejarah yang kompleks antara Ukraina dan Rusia.
Karena nilai sejarah dan religiusnya yang tinggi, upaya penyelamatan benda-benda suci menjadi prioritas ketika kebakaran terjadi.
Seorang pemimpin agama di kompleks tersebut, Uskup Avraamii, mengatakan para imam dan biarawan segera melakukan evakuasi terhadap artefak berharga yang tersimpan di dalam bangunan.
Menurutnya, berbagai ikon kuno dan benda keagamaan berhasil diamankan sebelum api meluas lebih jauh. Langkah cepat tersebut dinilai penting untuk melindungi warisan budaya yang tidak tergantikan.
“Pertama-tama kami mengatur evakuasi barang-barang suci, ikon-ikon kuno, yang memiliki nilai religius dan historis,” kata Avraamii.
Insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan situs-situs budaya dan keagamaan di tengah konflik yang masih berlangsung.
Sejak perang pecah, sejumlah bangunan bersejarah di berbagai wilayah Ukraina dilaporkan mengalami kerusakan akibat pertempuran maupun serangan udara.
Namun, penyebab pasti kerusakan di kompleks biara tersebut masih menjadi perdebatan.
Rusia membantah bahwa pasukannya sengaja menargetkan kawasan religius bersejarah itu. Moskow menyatakan serangan yang dilakukan tidak diarahkan ke situs keagamaan maupun infrastruktur sipil.
Pemerintah Rusia mengklaim target operasi mereka adalah fasilitas produksi drone milik Ukraina.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut kebakaran di area biara kemungkinan disebabkan oleh rudal dari sistem pertahanan udara Patriot yang digunakan Ukraina.
Menurut pihak Rusia, rudal tersebut diduga meleset dan kemudian menghantam area kompleks bangunan bersejarah. Moskow juga menyinggung bahwa sebagian sistem persenjataan yang dipasok negara-negara Barat kepada Ukraina berpotensi mengalami masalah teknis.
“Angkatan bersenjata Federasi Rusia tidak merencanakan atau melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.
Pernyataan itu sekaligus menolak tudingan bahwa serangan Rusia secara langsung menyebabkan kerusakan pada salah satu situs religius paling penting di Ukraina.
Hingga kini, klaim dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen.
Terlepas dari perdebatan mengenai penyebabnya, kebakaran di Katedral Dormition menjadi simbol lain dari dampak perang terhadap warisan budaya dunia.
Bangunan-bangunan bersejarah yang selama berabad-abad bertahan menghadapi perubahan zaman kini ikut berada di garis risiko akibat konflik modern.
Bagi banyak warga Ukraina, Pechersk Lavra bukan sekadar kompleks keagamaan, melainkan bagian dari identitas nasional dan sejarah panjang negara tersebut.
Kerusakan yang terjadi karena perang tidak hanya dihitung dari jumlah bangunan yang terdampak, tetapi juga dari hilangnya jejak budaya yang menjadi penghubung antara masa lalu dan generasi mendatang.
Ketika sirene serangan udara kembali terdengar di berbagai wilayah Ukraina, insiden di Katedral Dormition menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata tidak hanya memengaruhi kehidupan manusia, tetapi juga mengancam warisan sejarah yang memiliki arti penting bagi dunia.







