“Kamu Jual Saya Beli!” Hercules Naik Pitam soal Tuduhan Amien Rais

Hercules Murka usai Amien Rais Singgung Kedekatan Prabowo dan TeddyHercules Murka usai Amien Rais Singgung Kedekatan Prabowo dan Teddy
“Kamu Jual Saya Beli!” Hercules Naik Pitam soal Tuduhan Amien Rais.

INBERITA.COM, Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, melontarkan peringatan keras kepada politikus senior Amien Rais terkait pernyataannya mengenai Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hercules menilai ucapan Amien Rais dalam sebuah video di YouTube telah melampaui batas dan tidak pantas disampaikan kepada seorang kepala negara.

Pernyataan itu disampaikan Hercules saat menghadiri perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Dalam keterangannya, Hercules mengaku tetap menghormati Amien Rais sebagai tokoh nasional yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan politik Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan seharusnya tidak menyerang kehormatan pribadi Presiden.

Menurut Hercules, tudingan yang diarahkan Amien Rais terhadap kedekatan Prabowo dan Teddy Indra Wijaya telah menimbulkan polemik luas di ruang publik. Ia menilai narasi tersebut tidak layak dilontarkan, terlebih tanpa dasar yang jelas.

“Pak Amien Rais itu kita sangat menghormati, angkat jempol. Tapi karena mungkin orang udah tua kali ya, usia sudah sepuh ya, jadi artinya mengeluarkan kata-kata yang seolah-olah Bapak Presiden itu homo dengan Seskab-nya,” kata Hercules.

Ucapan tersebut menjadi respons langsung atas video yang sebelumnya diunggah Amien Rais melalui kanal YouTube pribadinya.

Dalam video bertajuk “Jauhkan Istana Dari Skandal Moral”, Amien Rais menyoroti isu moralitas dalam lingkaran kekuasaan dan menyinggung hubungan kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Teddy Indra Wijaya.

Hercules pun mengingatkan agar Amien Rais lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik di ruang publik. Ia menilai kebebasan berpendapat tetap harus disertai tanggung jawab dan etika, terutama ketika menyangkut simbol negara.

“Kamu jual saya beli, kamu paksakan saya borong! Hati-hati Anda. Jangan seenaknya orang makan cabai pedas, enak banget lu! Kemarin lu nggak dukung, udah kalah ya diamlah,” pungkas Hercules.

Pernyataan keras Hercules itu langsung menyita perhatian publik dan memunculkan beragam reaksi di media sosial. Sebagian menilai kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi, sementara pihak lain menganggap tudingan Amien Rais sudah terlalu personal dan berpotensi memicu kegaduhan politik.

Sebelumnya, dalam video berdurasi sekitar delapan menit tersebut, Amien Rais meminta Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dengan mencopot Teddy Indra Wijaya dari jabatan Sekretaris Kabinet.

Mantan Ketua MPR RI itu bahkan menyebut hubungan keduanya sudah melewati batas normal.

“Prabowo dan Teddy sudah offside. Prabowo agar secara kesatria melepaskan diri dari lendotannya Teddy,” ujar Amien Rais dalam video tersebut.

Pernyataan itu kemudian menjadi kontroversi karena dianggap mengandung insinuasi yang menyerang ranah pribadi Presiden. Polemik pun berkembang setelah video tersebut diketahui sudah tidak lagi tersedia di akun YouTube yang mengunggahnya pada Sabtu (2/5).

Isu ini semakin ramai dibahas karena melibatkan figur-figur penting nasional. Di satu sisi, Amien Rais dikenal sebagai tokoh reformasi yang kerap melontarkan kritik keras terhadap pemerintah.

Di sisi lain, Hercules merupakan sosok yang selama ini dikenal dekat dengan sejumlah elite politik dan terbuka memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo Subianto.

Ketegangan verbal antara kedua tokoh itu pun menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan memanasnya dinamika politik nasional pasca pemilu. Meski demikian, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana terkait pernyataan Amien Rais maupun respons keras Hercules tersebut.

Perdebatan mengenai batas kritik terhadap pemerintah kembali mencuat dalam kasus ini. Sejumlah pihak menilai kritik merupakan hak dalam demokrasi, namun harus tetap disampaikan dengan argumentasi yang terukur dan tidak menyerang kehormatan pribadi seseorang.

Sementara itu, respons keras Hercules menunjukkan adanya sensitivitas tinggi terhadap isu yang dianggap menyentuh martabat Presiden sebagai kepala negara.