INBERITA.COM, Peningkatan kualitas layanan transportasi kereta api terus menjadi fokus utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) seiring perubahan kebutuhan dan preferensi penumpang.
Dalam beberapa tahun terakhir, operator kereta menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, sekaligus pengalaman perjalanan yang lebih modern.
Mulai dari pembaruan kursi ergonomis, sistem hiburan, hingga peningkatan konektivitas digital, seluruh langkah tersebut menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing kereta api dibandingkan moda transportasi lain.
Transformasi fasilitas ini tidak hanya berdampak pada kepuasan pelanggan, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan.
Investasi dalam peningkatan layanan terbukti mampu mendorong tingkat okupansi penumpang serta memperkuat loyalitas pelanggan.
Selain itu, peluang peningkatan pendapatan non-tiket juga semakin terbuka seiring dengan bertambahnya nilai layanan yang ditawarkan kepada pengguna jasa.
Namun demikian, upaya peningkatan layanan tersebut tetap memerlukan perhitungan matang.
Keseimbangan antara biaya investasi dan kemampuan menjaga tarif tetap terjangkau menjadi faktor krusial.
Hal ini penting agar kualitas layanan dapat terus meningkat tanpa mengorbankan aksesibilitas masyarakat luas terhadap transportasi kereta api.
Sebagai bagian dari inovasi terbaru, KAI berencana menghadirkan layanan WiFi berbasis jaringan 5G di kereta api jarak jauh.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menargetkan layanan tersebut mulai dapat digunakan oleh penumpang pada Juni 2026, bertepatan dengan periode libur panjang yang identik dengan lonjakan jumlah penumpang.
“Sekarang itu banyak keluhan bahwa internet di dalam kereta kurang bagus, kalau streaming kurang bagus. Makanya, kalau bisa jaringan 5G itu, layanan internet lebih oke coba kami hadirkan di bulan Juni-Juli,” ujar Bobby ketika ditemui usai penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) strategis tripartit di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4).
Menurut Bobby, kehadiran WiFi 5G ini merupakan respons langsung terhadap keluhan penumpang terkait kualitas jaringan internet di dalam kereta.
Dengan peningkatan kecepatan dan stabilitas koneksi, penumpang diharapkan dapat menikmati layanan hiburan digital seperti streaming video maupun aktivitas daring lainnya dengan lebih nyaman selama perjalanan.
Pada tahap awal implementasi, KAI akan memprioritaskan pemasangan WiFi 5G pada rute-rute dengan tingkat okupansi tinggi, khususnya saat musim liburan.
Jalur yang menjadi fokus antara lain rute menuju Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Kami prioritaskan dulu, ya, itu kereta-kereta utama kami dulu, yang ke Jogja, misalnya. Mungkin (KA) Taksaka dulu, kemudian yang lewat jalur utara ada (KA) Argo … ya, mungkin itu kami prioritaskan ke situ,” ujar Bobby.
Upaya menghadirkan konektivitas digital berkecepatan tinggi ini juga didukung melalui kerja sama strategis dengan sejumlah mitra teknologi.
KAI bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan PT Huawei Tech Investment telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk mempercepat adopsi teknologi 5G yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) di sistem perkeretaapian nasional.
Dalam kesepakatan tersebut, terdapat tiga fokus utama pengembangan.
Pertama, kerja sama infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang mencakup pembangunan jaringan backbone, penyediaan cakupan nirkabel di stasiun dan depo, serta solusi berbasis cloud guna mendukung keberlanjutan operasional dan fleksibilitas ekspansi layanan.
Kedua, pengembangan jaringan 5G berbasis Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) yang dirancang untuk meningkatkan aspek keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan kereta api secara keseluruhan.
Teknologi ini juga akan diuji coba pada jalur Rangkasbitung–Tanah Abang, khususnya untuk mendukung keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta yang lebih cerdas.
Ketiga, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk deteksi gerbong barang, yang diharapkan dapat meningkatkan akurasi monitoring sekaligus efisiensi operasional logistik berbasis kereta api.
Langkah strategis ini menunjukkan komitmen KAI dalam mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam layanan transportasi publik.
Dengan hadirnya WiFi 5G dan ekosistem digital pendukungnya, kereta api diharapkan tidak hanya menjadi moda transportasi yang andal, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang modern, efisien, dan terkoneksi secara optimal bagi masyarakat.