INBERITA.COM, Pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatatkan kesuksesan besar dengan layanan kereta api jarak menengah, salah satunya adalah KA Joglosemarkerto.
Kereta api yang melayani rute Solo–Semarang Tawang ini menjadi favorit masyarakat, mencatatkan tingkat okupansi yang sangat tinggi dan memberikan kontribusi positif terhadap mobilitas masyarakat serta perekonomian daerah sepanjang rute perjalanan.
KA 187, dengan relasi Solo hingga Semarang Tawang, menjadi layanan kereta dengan jumlah pelanggan tertinggi pada musim libur ini.
Sebanyak 38.989 orang tercatat menggunakan kereta ini, menjadikannya sebagai pilihan utama bagi banyak pelancong yang ingin menikmati perjalanan nyaman dengan fasilitas modern.
Kereta api ini, termasuk dalam kategori kereta New Generation, telah dimodifikasi dengan fasilitas interior yang lebih nyaman, kursi ergonomis, dan kabin yang mendukung perjalanan jarak menengah.
Sementara itu, KA 193 Solo–Solo, yang mengelilingi wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, juga mengalami lonjakan penumpang dengan 33.689 pelanggan yang turut memanfaatkan layanan ini untuk berkeliling Jawa Tengah.
Selama periode angkutan Nataru yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI berhasil menjual 3.976.142 tiket di seluruh Indonesia.
Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 6,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api selama musim liburan.
Untuk kereta jarak jauh, tiket yang terjual mencapai 3.253.432, yang artinya okupansi mencapai 117,8 persen dari kapasitas yang tersedia, yaitu 2.761.048 kursi. Angka lebih dari 100 persen ini terjadi karena tingginya permintaan penumpang yang naik turun di stasiun-stasiun tertentu sepanjang rute perjalanan.
Sementara untuk kereta lokal, penjualan tiket mencapai 722.710 tiket, atau 97 persen dari kapasitas yang ada, yakni 745.056 kursi. Ini menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat untuk menggunakan kereta lokal, terutama untuk perjalanan singkat antar kota.
Selama musim liburan ini, beberapa stasiun favorit yang mencatatkan lonjakan penumpang cukup signifikan termasuk Pasarsenen dan Gambir di Jakarta, serta Yogyakarta, Semarang Tawang, Bandung, dan Surabaya Pasar Turi. Semua stasiun ini menjadi titik penghubung utama bagi warga yang melakukan perjalanan antar kota.
Selain itu, keberadaan KA Joglosemarkerto yang menghubungkan Solo, Semarang, dan Yogyakarta menjadi faktor penting dalam mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke ketiga kota tersebut. Tentu saja, ini juga berdampak langsung pada peningkatan pariwisata dan ekonomi lokal.
Untuk menarik lebih banyak pengguna, KAI juga memberikan diskon sebesar 30 persen pada tiket untuk kelas ekonomi komersial pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sebanyak 1.509.080 kursi disediakan untuk program ini, dan 1.412.280 tiket telah terjual, yang menunjukkan angka pencapaian 94 persen dari total kursi yang disediakan.
Diskon tarif ini tidak hanya meningkatkan daya tarik masyarakat untuk menggunakan kereta api, tetapi juga memberikan dampak langsung pada pergerakan wisatawan yang lebih tinggi di Solo, Yogyakarta, dan Semarang.
Banyak wisatawan yang memanfaatkan layanan ini untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata di sepanjang rute, yang pada gilirannya membantu meningkatkan ekonomi lokal, terutama bagi sektor UMKM, penginapan, kuliner, dan transportasi lanjutan.
Menurut perwakilan manajemen KAI, KA Joglosemarkerto menjadi simbol keberhasilan KAI selama periode Nataru ini.
“KA Joglosemarkerto telah mencatatkan okupansi yang sangat tinggi, dan dampaknya nyata bagi pariwisata serta perekonomian daerah,” ujar perwakilan manajemen KAI dalam keterangan tertulis.
Selain menawarkan kenyamanan perjalanan, fasilitas seperti kursi ergonomis, pencahayaan yang nyaman, dan sistem pendingin ruangan di kereta menjadi daya tarik bagi pelanggan.
KAI telah berhasil mengadaptasi teknologi dan desain kereta yang lebih modern, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan bagi penumpang.
Peningkatan jumlah penumpang dan penjualan tiket selama liburan ini jelas berdampak positif pada ekonomi daerah yang dilalui oleh kereta-kereta ini.
KAI tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan besar dalam meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah yang terhubung oleh layanan kereta api.
Dengan tiket yang terjual hampir mencapai 4 juta, KAI berhasil membuktikan bahwa kereta api menjadi pilihan transportasi yang semakin populer di Indonesia, terutama saat musim liburan.
Ke depannya, KAI diprediksi akan terus berinovasi untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan, serta memperluas jangkauan layanan kereta api di seluruh Indonesia.
Selama libur Nataru 2025-2026, KA Joglosemarkerto telah mencatatkan angka okupansi yang luar biasa, dengan hampir 4 juta tiket terjual secara nasional. Keberhasilan ini tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan antar kota, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.
Dengan berbagai penawaran menarik seperti diskon tarif dan fasilitas kereta yang lebih modern, KAI berhasil memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia selama periode liburan ini. (*)