Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara di Gaza, Empat Warga Tewas Termasuk Tiga Anak-Anak

INBERITA.COM, Serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Selasa (1/9) menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk tiga anak-anak, menurut pejabat kesehatan setempat.

Laporan wartawan menyebutkan pesawat tempur Israel menembakkan setidaknya 12 rudal di kawasan Katiba, sebelah barat Kota Gaza, yang padat penduduk dan banyak dihuni keluarga pengungsi.

Tiga korban tewas terdiri dari dua anak-anak dan seorang wanita, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang sangat intens tersebut.

Dua kendaraan hancur total menjadi rangka logam tanpa bentuk yang dapat dikenali. Petugas medis di lapangan mencatat kondisi korban yang memerlukan penanganan serius.

Militer Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghilangkan ancaman terhadap pasukan keamanan mereka di wilayah tersebut. Dalam pernyataan resmi, mereka mengklaim telah menyerang sejumlah target yang dianggap berbahaya.

Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza membenarkan bahwa pasukan khusus Israel sempat mencoba melakukan operasi di Kota Gaza namun terdeteksi lebih awal.

Ia menjelaskan Israel kemudian melancarkan serangan udara besar-besaran dengan melibatkan lebih dari 10 pesawat tempur.

Serangan ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil. Laporan media lokal menyebutkan korban tewas mencapai empat orang dalam insiden ini.

Dalam peristiwa terpisah, seorang anak perempuan bernama Israa al-Hissi tewas akibat tembakan pasukan Israel di sebelah timur Deir al-Balah, Gaza tengah.

Dua orang lainnya juga terluka dalam insiden tersebut. Petugas medis menyatakan tembakan terjadi saat pasukan Israel beroperasi di wilayah tersebut.

Kesepakatan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober 2025 telah menghentikan pertempuran skala besar di Gaza.

Namun, serangan Israel tetap berlanjut meskipun gencatan senjata telah ditegakkan. Militer Israel menyatakan operasi mereka bertujuan mencegah serangan dari Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya.

Hamas menuduh Israel berulang kali melanggar gencatan senjata yang telah disepakati. Mereka menyatakan Israel telah menggagalkan upaya untuk memajukan rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel lebih lanjut dari Gaza serta pelucutan senjata Hamas.

Sejak Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah meningkat menjadi 73.456 jiwa.

Jumlah korban luka mencapai 174.496 orang, menurut sumber medis di Jalur Gaza. Mereka juga mencatat peningkatan korban sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2024.

Korban tewas sejak gencatan senjata mencapai 1.320 jiwa, sementara korban luka mencapai 4.385 orang.

Selain itu, ditemukan 815 jenazah yang belum teridentifikasi di wilayah tersebut. Laporan wartawan menunjukkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk akibat serangan berkelanjutan.