Gunung Lewotobi Laki-laki (NTT) Status AWAS, Terjadi Peningkatan Aktivitas di Awal 2026

Gunung lewotobi laki laki meletus terbaruGunung lewotobi laki laki meletus terbaru
Lewotobi Laki-laki Berstatus AWAS: Peningkatan Aktivitas Vulkanik yang Harus Diwaspadai

INBERITA.COM, Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini berada dalam status Level IV (AWAS), menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir di awal tahun 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima pada Jumat (2/1/2026) pukul 00.00 – 06.00 Wita, pengamatan visual menunjukkan adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, mencapai 50-100 meter dari puncak gunung.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan angin lemah yang bergerak ke arah barat daya. Suhu udara terpantau sekitar 21,5-21,7°C.

Aktivitas kegempaan di Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan tren yang meningkat.

Berikut adalah rincian kegempaan yang tercatat:

  1. 1 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2,2 mm dan durasi 75 detik.
  2. 12 kali Gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2,2-29,6 mm, dengan S-P antara 0,9-2,1 detik dan lama gempa antara 9-16 detik.
  3. 1 kali Gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2,9 mm dan durasi 30 detik.
  4. 1 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2,2 mm dan durasi 139 detik.

Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk memastikan keselamatan masyarakat:

  1. Tidak ada aktivitas di sekitar radius 6 km dari pusat erupsi, baik untuk warga maupun wisatawan.
  2. Warga di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk tenang, mengikuti arahan dari pemerintah daerah, dan menghindari isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
  3. Waspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di wilayah yang memiliki sungai berhulu di puncak gunung, seperti di Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, jika terjadi hujan intensitas tinggi.
  4. Warga yang terdampak oleh hujan abu disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari efek buruk dari abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.
  5. Pemerintah Daerah diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.
  6. PVMBG juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat untuk memberikan informasi lebih lanjut terkait perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

Pada 1 Januari 2026, Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik, yang menyebabkan statusnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Peningkatan kegempaan ini menunjukkan adanya suplai magma baru yang cukup besar dan bergerak cepat menuju permukaan, yang dapat memicu erupsi lebih lanjut.

Berdasarkan data kegempaan, teramati adanya 122 kali gempa vulkanik dalam yang menunjukkan adanya pergerakan magma. Selain itu, ada juga gempa-gempa tektonik lokal dan jauh, yang menambah bukti adanya perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanik.

Imbauan untuk Warga:

  • Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar meletakkan kewaspadaan tinggi, terutama terkait dengan banjir lahar hujan jika terjadi hujan lebat.
  • Jangan mendekati pusat erupsi yang berada dalam radius 6 km, dan hindari wilayah sektor barat laut-timur laut hingga 7 km.
  • Disarankan bagi mereka yang berada di daerah yang terpapar abu vulkanik untuk memakai masker atau penutup mulut dan hidung untuk melindungi diri dari dampak abu.

Pemerintah daerah dan instansi terkait seperti PVMBG dan BPBD setempat akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di nomor telepon 022-7272606.

Aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi Laki-laki meningkat secara signifikan, sehingga statusnya dinaikkan menjadi Level IV (AWAS).

Masyarakat di sekitar gunung diminta untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang guna menjaga keselamatan, terutama terkait dengan potensi banjir lahar hujan dan hujan abu yang bisa mengancam kesehatan.