INBERITA.COM, Gelombang pertama jemaah haji Indonesia mulai tiba di Makkah pada Kamis (30/4/2026), menandai dimulainya pergerakan jemaah dari Madinah menuju kota suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Kedatangan ini menjadi momen penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini, sekaligus awal fase baru bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Sebanyak 360 jemaah dari kloter pertama embarkasi Yogyakarta (YIA 1) menjadi rombongan perdana yang tiba sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi. Jemaah yang berasal dari Kulonprogo ini langsung menuju penginapan setelah menempuh perjalanan darat dari Madinah.
Kepala Sektor 7 Wilayah Misfalah, Ronald Paul Sinyal, memastikan proses kedatangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Jemaah sudah masuk kamar semua,” kata dia saat ditemui di Al Asalah Al Bakkiya Hotel, Kamis (30/4).
Rombongan jemaah diangkut menggunakan 13 bus yang langsung mengantarkan mereka ke hotel tempat menginap. Setibanya di lokasi, suasana haru dan bahagia terlihat jelas dari para jemaah yang akhirnya tiba di Makkah setelah perjalanan panjang.
Sebagai kloter pertama yang tiba, para jemaah mendapatkan sambutan dari petugas haji Indonesia serta pihak penyedia layanan (syarikah) Arab Saudi. Penyambutan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kenyamanan dan kesiapan jemaah selama menjalankan ibadah.
Ronald menjelaskan, pada hari yang sama terdapat dua kloter dari embarkasi berbeda yang tiba dan ditempatkan di hotel yang berada di sektor 7 wilayah Misfalah.
Menurut data yang dihimpun, total terdapat 12 kloter jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan tiba di Makkah sepanjang hari ini.
Kloter-kloter tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, termasuk Yogyakarta (YIA 1), Jakarta-Pondok Gede (JKG 1), Kualanamu (KNO 1), Palembang (PLM 1), Kertajati (KJT 1), Lombok (LOP 1), Solo (SOC 1), Batam (BTH 1), Makassar (UPG 1 dan UPG 2), serta Jakarta-Bekasi (JKS 1 dan JKS 2).
Secara keseluruhan, sebanyak 4.871 jemaah dijadwalkan tiba di Makkah pada hari pertama gelombang kedatangan ini. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan seiring pergerakan jemaah dari Madinah.
Sebelumnya, hingga Rabu (29/4/2026), tercatat sebanyak 54.604 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 52.343 jemaah telah tiba di Madinah dan menjalani rangkaian ibadah awal sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah menjadi tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Di Makkah, para jemaah akan melaksanakan ibadah utama seperti umrah wajib, tawaf, sa’i, hingga persiapan menuju puncak haji di Arafah.
Pemerintah melalui petugas haji terus memastikan seluruh proses berjalan tertib dan lancar, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga pelayanan kesehatan.
Koordinasi dengan pihak Arab Saudi juga dilakukan untuk menjamin kenyamanan jemaah selama berada di Makkah.
Kedatangan gelombang pertama ini menjadi penanda bahwa operasional haji Indonesia memasuki fase krusial. Dengan jumlah jemaah yang besar dan mobilitas tinggi, kesiapan logistik serta koordinasi lintas pihak menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini.
Di tengah suasana haru dan penuh syukur, para jemaah diharapkan dapat menjaga kondisi fisik dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.
Pemerintah juga mengimbau jemaah untuk mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan selama berada di Tanah Suci.







