Gagal ke 16 Besar? Belanda Pulang dengan Rekor Langka Meski Disingkirkan Maroko Lewat Drama Adu Penalti

De oranje gugur piala duniaDe oranje gugur piala dunia
Adu penalti menjadi penentu kemenangan Maroko sekaligus menghentikan perjalanan De Oranje. Meski tersingkir, Belanda tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan di waktu normal Piala Dunia.

INBERITA.COM, Perjalanan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. De Oranje harus mengubur mimpi meraih gelar juara dunia setelah dikalahkan Maroko melalui drama adu penalti pada babak 32 besar, Selasa (30/6/2026) WIB.

Laga di Stadion Monterrey berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum Maroko memastikan kemenangan 3-2 dalam babak adu penalti.

Hasil tersebut mengantarkan wakil Afrika itu melaju ke babak berikutnya sekaligus menghentikan kiprah salah satu tim favorit turnamen.

Meski tersingkir, Belanda tetap meninggalkan sejumlah catatan menarik. Kekalahan melalui adu penalti tidak hanya mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, tetapi juga memutus konsistensi De Oranje yang selama hampir dua dekade selalu mampu melangkah hingga minimal babak perempat final.

Sejak Piala Dunia 2010, Belanda dikenal sebagai salah satu tim paling stabil di turnamen empat tahunan tersebut. Mereka menjadi finalis pada edisi 2010, finis di posisi ketiga pada 2014, kemudian kembali menembus perempat final pada Piala Dunia 2022.

Satu-satunya kesempatan yang terlewat terjadi pada Piala Dunia 2018 ketika Belanda gagal lolos dari babak kualifikasi. Di luar kegagalan tersebut, De Oranje selalu menjadi pesaing serius dalam perebutan gelar.

Kekalahan dari Maroko kini mengakhiri catatan impresif tersebut. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2006, Belanda gagal mencapai babak delapan besar.

Fakta ini menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase gugur Piala Dunia 2026 mengingat status Belanda sebagai salah satu unggulan turnamen.

Selain mengakhiri konsistensi mereka di fase knockout, pertandingan melawan Maroko juga memutus rekor produktivitas Belanda di Piala Dunia. Sebelumnya, De Oranje mampu mencetak sedikitnya dua gol dalam enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Rangkaian tersebut menjadi rekor terpanjang sepanjang sejarah penampilan Belanda di ajang Piala Dunia. Namun, hasil imbang 1-1 melawan Maroko membuat catatan impresif itu akhirnya terhenti.

Di balik kegagalan tersebut, masih ada satu rekor yang tetap bertahan. Berdasarkan regulasi resmi FIFA, pertandingan yang berakhir melalui adu penalti tetap dicatat sebagai hasil imbang setelah waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir seri.

Artinya, Belanda masih mempertahankan rekor tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan Piala Dunia secara beruntun selama waktu normal maupun babak tambahan. Dalam rentang tersebut, De Oranje membukukan 10 kemenangan dan enam hasil imbang.

Kekalahan terakhir Belanda dalam durasi pertandingan resmi terjadi pada final Piala Dunia 2010 ketika mereka harus mengakui keunggulan Spanyol.

Setelah itu, mereka memenangkan laga perebutan tempat ketiga pada 2014 dan dua kali tersingkir melalui adu penalti, yakni pada Piala Dunia 2022 dan 2026.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa Belanda tetap menjadi salah satu tim dengan tingkat konsistensi tertinggi di panggung sepak bola dunia, meskipun belum berhasil mengakhiri penantian panjang meraih trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah.

Menariknya lagi, sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026, Belanda juga tidak pernah berada dalam posisi tertinggal. Mereka mengawali turnamen dengan dua kemenangan di fase grup sebelum mencatat dua hasil imbang di babak gugur, tanpa sekali pun dipaksa mengejar defisit gol.

Statistik tersebut menggambarkan solidnya organisasi permainan yang dibangun De Oranje sepanjang turnamen. Namun, efektivitas penyelesaian akhir dan ketenangan saat adu penalti menjadi faktor yang akhirnya membedakan hasil pertandingan melawan Maroko.

Sementara bagi Maroko, kemenangan ini mempertegas perkembangan mereka sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.

Setelah mencuri perhatian pada edisi sebelumnya, wakil Afrika itu kembali membuktikan mampu bersaing dengan tim-tim elite dan melanjutkan kiprahnya di Piala Dunia 2026.

Bagi Belanda, kegagalan kali ini tentu menjadi bahan evaluasi menuju turnamen berikutnya. Tradisi besar, kualitas pemain, dan pengalaman di level internasional tetap menjadi modal penting.

Namun, hasil di Monterrey menunjukkan bahwa di Piala Dunia, margin antara keberhasilan dan kegagalan sering kali ditentukan oleh detail kecil, terutama ketika pertandingan harus dituntaskan melalui adu penalti.

Meski langkah mereka terhenti lebih awal, De Oranje tetap pulang dengan sejumlah rekor yang mempertegas statusnya sebagai salah satu tim paling konsisten dalam sejarah Piala Dunia.

Tantangan berikutnya adalah mengubah konsistensi tersebut menjadi gelar juara yang selama ini masih menjadi ambisi terbesar sepak bola Belanda.