Fore Coffee Suntik Tambahan Modal ke Anak Usaha di Singapura, Siapkan Ekspansi Internasional

INBERITA.COM, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperluas jangkauan bisnis ke pasar global dengan menambah modal ke anak usahanya di Singapura, Fore International Pte. Ltd. (FIPL).

Tambahan modal senilai US$500 ribu atau setara Rp8,2 miliar (mengacu pada kurs Rp16.377 per dolar AS) ini diumumkan perseroan melalui siaran pers resminya di Jakarta, Senin (15/9/2025).

Langkah ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena melibatkan entitas anak, namun manajemen menegaskan bahwa tidak ada benturan kepentingan yang muncul dalam proses tersebut.

“Penambahan modal dilakukan guna mempertahankan persentase kepemilikan saham perseroan di FIPL. Selain itu, FIPL membutuhkan tambahan modal dalam menjalankan usahanya, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada Perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan FORE, Denny Ngadimin.

Transaksi ini resmi dilakukan pada 15 September 2025, dan setelah penyetoran modal tersebut, total modal ditempatkan dan disetor di FIPL menjadi US$2.200.001, seluruhnya dimiliki oleh FORE.

Artinya, FORE tetap memegang 100% saham FIPL, menegaskan kontrol penuh induk usaha atas arah strategis dan operasional anak perusahaannya di luar negeri.

Denny menambahkan bahwa transaksi ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), karena tidak memenuhi kriteria benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam peraturan pasar modal.

“Seluruh informasi material terkait transaksi telah disampaikan secara lengkap dan tidak menyesatkan,” tegasnya.

Penambahan modal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Fore Coffee dalam mengembangkan jejak internasional, sekaligus memperkuat kontribusi bisnis luar negeri terhadap kinerja induk usaha.

Di tengah ketatnya persaingan industri food & beverage (F&B), Fore tidak hanya fokus memperluas pasar domestik, tetapi juga menjajaki potensi ekspansi regional melalui entitas strategis di Singapura.

Secara paralel, FORE juga tetap menjalankan strategi ekspansi agresif di pasar domestik. Direktur Utama Fore Coffee, Vico Lomar, menyatakan bahwa tahun ini perusahaan akan menambah 72 outlet baru di berbagai wilayah strategis, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga mulai merambah kawasan Indonesia Timur.

“Ekspansi akan tersebar ke seluruh Indonesia. Tahun ini saja, kami menargetkan total 72 outlet baru agar total menjadi 300 outlet. Dalam lima tahun ke depan, kami membidik 600 outlet secara nasional,” kata Vico.

Target 600 gerai dalam lima tahun mencerminkan ambisi besar Fore Coffee untuk mengukuhkan posisinya di pasar kopi ritel nasional.

Yang menarik, ekspansi tidak hanya fokus pada kota-kota besar, tetapi juga diarahkan ke kota-kota tier 2 dan 3, yang selama ini relatif belum tersentuh merek kopi premium.

Dalam mendukung agenda pertumbuhan ini, Fore telah menyiapkan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp220 miliar untuk tahun berjalan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur FORE, Tjong Pie Chen, yang merinci bahwa sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan gerai dan pengembangan lini produk.

“Mayoritas dana atau sekitar 80% dari capex tahun ini akan dipergunakan untuk ekspansi gerai, khususnya Fore Kopi dan Fore Donat,” ungkap Tjong.

Dengan kombinasi strategi ekspansi domestik dan internasional, Fore Coffee tampaknya tidak ingin hanya menjadi pemain besar di pasar lokal.

Penguatan struktur modal FIPL di Singapura menjadi sinyal bahwa perusahaan tengah mempersiapkan pondasi serius untuk menembus pasar global, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Namun demikian, langkah ini tentu bukan tanpa risiko. Di tengah perlambatan ekonomi global dan tekanan daya beli konsumen, strategi ekspansi harus dibarengi dengan efisiensi operasional dan inovasi produk agar tetap relevan dan berdaya saing.

Apalagi, pasar kopi di kawasan Asia kini semakin kompetitif dengan hadirnya berbagai brand regional dan internasional yang agresif mengincar segmen konsumen muda dan kelas menengah.

Langkah Fore menempatkan Singapura sebagai basis ekspansi internasional juga bisa dibaca sebagai upaya memperkuat kredibilitas global, mengingat posisi negara tersebut sebagai pusat keuangan dan bisnis Asia Tenggara.

Jika dikelola secara tepat, suntikan modal Rp8,2 miliar ke FIPL bisa menjadi langkah awal penting dalam membawa brand lokal Indonesia masuk ke peta persaingan global di sektor minuman dan gaya hidup.

Dengan roadmap ekspansi yang jelas, dukungan pendanaan yang kuat, serta visi jangka panjang untuk melebarkan pasar di dalam dan luar negeri, Fore Coffee kini tengah membangun pijakan strategis yang bukan saja bertujuan menumbuhkan jumlah gerai, tetapi juga membentuk ekosistem bisnis berkelanjutan yang siap bersaing di tingkat internasional. (xpr)