INBERITA.COM, Setelah lama menghilang dari persaingan smartphone global, nama BlackBerry kembali mencuri perhatian publik. Sejumlah indikasi terbaru menunjukkan bahwa merek legendaris ini berpeluang bangkit, dengan tetap mempertahankan ciri khas utama mereka: keyboard fisik QWERTY.
Dorongan minat ini tidak lepas dari tren aksesori modern seperti Clicks Keyboard Case, yang menambahkan keyboard fisik pada perangkat seperti iPhone, Google Pixel, Samsung Galaxy, hingga Motorola Razr. Keberhasilan aksesori ini seakan membuktikan bahwa keyboard fisik masih memiliki basis penggemar yang loyal dan solid.
Upaya dari Unihertz dan Zinwa Technologies
Bukan hanya aksesori pihak ketiga yang menghidupkan nostalgia akan keyboard fisik. Perusahaan asal Tiongkok, Unihertz, yang pernah merilis Titan—klon dari BlackBerry Passport—kembali menghadirkan Titan 2 lewat kampanye di Kickstarter tahun ini.
Namun, langkah paling ambisius datang dari Zinwa Technologies, yang secara terang-terangan ingin memodernisasi perangkat BlackBerry lawas dengan spesifikasi dan sistem operasi terkini.
Zinwa Q25 Pro: BlackBerry Q20 dalam Wajah Baru
Proyek pertama Zinwa adalah memodifikasi BlackBerry Q20 dan merilisnya kembali sebagai Zinwa Q25 Pro. Smartphone ini mengalami peningkatan besar dalam hal spesifikasi:
- Chipset: MediaTek Helio G99
- RAM: 12GB (dari sebelumnya hanya 2GB)
- Memori internal: 256GB (naik dari 16GB)
- Baterai: 3000 mAh
- Sistem operasi: Android 13
Perangkat ini dijual dengan harga sekitar $420 dan mulai dikirim ke konsumen bulan ini.
Tak hanya Q20, Zinwa juga merencanakan modernisasi BlackBerry Passport. Sayangnya, keterbatasan pada casing membuat versi ini hanya tersedia dalam bentuk kit konversi bernama P26, yang hanya kompatibel dengan Passport generasi pertama.
Dukungan Komunitas & Tantangan Pasar
Kebangkitan BlackBerry juga mendapat dukungan dari komunitas lama. Kevin Michaluk, pendiri situs legendaris CrackBerry sekaligus co-founder Clicks, meluncurkan petisi publik melalui situs BringBackBlackBerry.com untuk mengukur antusiasme terhadap kembalinya BlackBerry ke pasar smartphone.
Namun, jalan menuju kebangkitan tidak mudah.
Kebanyakan pengguna smartphone saat ini sudah sangat nyaman dengan keyboard virtual dan lebih memilih fitur-fitur modern seperti kamera canggih, layar besar, dan integrasi AI yang dimiliki oleh iPhone, Pixel, hingga Galaxy.
BlackBerry modern harus mampu memberi alasan kuat mengapa keyboard fisik masih layak dipertahankan di tengah era layar sentuh dan swipe typing.
Sejarah pun mencatat, BlackBerry pernah mencoba beradaptasi dengan tren layar penuh, namun strategi itu justru gagal mempertahankan eksistensi mereka.
Survei: 9 dari 10 Orang Masih Suka Keyboard Fisik
Sebuah survei terbaru mengungkap bahwa 91,42% responden merasa lebih cepat dan akurat saat mengetik menggunakan keyboard fisik. Hanya 8,58% yang lebih nyaman dengan keyboard virtual.
Angka ini menunjukkan bahwa keyboard fisik bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi masih punya nilai fungsional yang nyata bagi banyak orang—khususnya kalangan profesional dan pengguna intensif.
Akankah BlackBerry Bangkit Lagi?
Jika strategi modernisasi ini berhasil, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan era baru BlackBerry—lebih modern, lebih berani, namun tetap berakar pada identitas khasnya.
Seperti kebangkitan Motorola di bawah Lenovo, BlackBerry punya peluang untuk kembali bersaing di panggung global sebagai alternatif unik di tengah homogenitas desain smartphone masa kini.
Tinggal satu pertanyaan penting: Apakah konsumen siap menyambut kembalinya BlackBerry—dengan wajah baru dan semangat lama yang diperbarui?(fdr)