INBERITA.COM, Menjelang libur Lebaran dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) semakin memperketat pengawasan terhadap sektor pariwisata.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh destinasi wisata, akomodasi, serta usaha kuliner dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan terjadi selama periode libur Lebaran.
Sejak 11 Maret 2026, tim Disparbud Kabupaten Wonosobo telah memulai pemantauan intensif di berbagai lokasi wisata unggulan, akomodasi, serta tempat makan yang menjadi penunjang aktivitas wisatawan.
Pemantauan tersebut fokus pada sejumlah kawasan strategis yang sering dikunjungi oleh wisatawan, di antaranya Telaga Menjer, Dieng, serta beberapa unit usaha seperti Horison Resort Dieng dan Tambi Tea Resort.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan kesiapan seluruh pelaku usaha pariwisata dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Lebaran.
Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan selama Lebaran selalu terjadi, dan pemerintah ingin memastikan setiap destinasi wisata dan usaha terkait dapat memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Momentum Lebaran selalu diikuti peningkatan jumlah wisatawan. Oleh karena itu, kami ingin memastikan setiap destinasi dan usaha pariwisata mampu memberikan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan pada Rabu (18/3/2026).
Lebih lanjut, Fahmi menyampaikan bahwa pengawasan ini juga merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran Bupati Wonosobo yang mengatur penyelenggaraan wisata yang aman dan menyenangkan selama periode Lebaran.
Fahmi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan pengalaman wisata yang positif bagi setiap wisatawan yang berkunjung.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, sehingga setiap pihak harus terlibat dalam menjaga kualitas dan kenyamanan pengalaman wisata.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Wonosobo, Hapipi, menjelaskan bahwa pengawasan kali ini difokuskan pada beberapa aspek utama yang menjadi perhatian.
Di antaranya adalah penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), kesiapan fasilitas, serta manajemen pengunjung.
“Kami mendorong pengelola untuk memastikan fasilitas dalam kondisi baik, menyediakan informasi yang jelas bagi wisatawan, serta mengantisipasi potensi kepadatan pengunjung agar tidak melebihi kapasitas,” jelas Hapipi.
Selain itu, para pengelola destinasi wisata diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta unsur penanggulangan bencana. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi selama masa liburan Lebaran.
Pengawasan juga mencakup fasilitas pendukung seperti area parkir, tempat istirahat, dan sarana kebersihan yang dapat mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami juga mengajak wisatawan dan masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama berwisata,” tambah Hapipi.
Pemantauan dilakukan secara sampling di sejumlah titik yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan, seperti kawasan Telaga Menjer, Dieng, Blembem, serta berbagai usaha perhotelan dan kuliner yang tersebar di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pelaku pariwisata dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga standar keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama liburan Lebaran.
Dengan pengawasan yang intensif dan koordinasi yang baik, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap seluruh destinasi wisata dapat memberikan pelayanan yang optimal. Sehingga, pengalaman berwisata selama libur Lebaran 2026 tetap aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap pengunjung.







