INBERITA.COM, Detik-detik menegangkan terjadi di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Desa Rantau Hempang, Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (12/2/2026) sore.
Kapal motor Nor Dahlia F03 yang mengangkut puluhan penumpang dan logistik dilaporkan karam setelah kehilangan keseimbangan akibat kelebihan muatan.
Kapal yang sedang menempuh perjalanan dari Samarinda menuju Melak, Kabupaten Kutai Barat, dengan pemberhentian akhir di Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, ini sebenarnya baru memulai pelayaran perdana setelah sempat tertahan selama 19 hari akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Organisasi Angkutan Sungai Mahakam Ulu (Orgamu), Husaini Anwar, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, musibah terjadi sekitar pukul 16.00 Wita.
“Tadi pagi saat di dermaga, kondisi memang sudah sangat sarat muatan. Saya sempat menyarankan agar tidak membawa terlalu banyak barang, namun ternyata beban yang dibawa tetap besar,” ujarnya kepada Awak media.
Diduga karena antusiasme tinggi pada pelayaran perdana, kapal membawa muatan sembako dan logistik di dek bawah melebihi kapasitas.
Beban berlebih itu membuat air merembes masuk ke lambung kapal hingga perlahan miring dan akhirnya karam.
Suasana mencekam sempat terekam dalam dokumentasi warga, memperlihatkan barang bawaan yang hanyut terbawa arus Sungai Mahakam.
Beruntung, Kapal Karya Utama 77F yang kebetulan melintas langsung merapat untuk memberikan pertolongan darurat.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan warga setempat, aparat kepolisian, dan petugas Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara.
Berkat aksi cepat tersebut, seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Total ada 44 orang yang selamat, terdiri dari 30 penumpang dewasa, 6 anak-anak, 7 anak buah kapal (ABK), dan 1 pemilik kapal.
Hingga saat ini, posisi kapal Nor Dahlia F03 dilaporkan masih mengapung dan tidak tenggelam sepenuhnya ke dasar sungai.
Koordinasi intensif terus dilakukan oleh Pemerintah Desa Rantau Hempang dan pihak kecamatan untuk mengamankan sisa logistik serta mengatur lalu lintas sungai agar evakuasi dan pengangkutan barang dapat dilakukan dengan aman.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi operator kapal dan masyarakat terkait keselamatan pelayaran, khususnya saat membawa muatan berlebih.
Meski kapal sempat tertahan selama 19 hari karena kelangkaan BBM, antusiasme tinggi dalam pelayaran perdana tidak boleh mengorbankan keselamatan penumpang dan logistik.