INBERITA.COM, Kejadian mengejutkan terjadi di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (23/9) malam.
Seekor monyet liar berukuran besar mendadak menyatroni kantor polisi tersebut saat suasana telah gelap gulita, memicu kehebohan dan kekhawatiran akan potensi bahaya bagi warga dan petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik, Suyono, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 20.52 WIB.
Laporan itu berawal ketika anggota Polsek Kedamean melihat seekor monyet besar memasuki area markas kepolisian.
Karena situasi yang berpotensi membahayakan, petugas Polsek segera menghubungi DPKP Gresik untuk meminta bantuan evakuasi.
“Kami mendapatkan laporan dari anggota polisi yang melaporkan keberadaan monyet liar tersebut. Petugas kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan rescue,” jelas Suyono.
Proses evakuasi ternyata berlangsung cukup menegangkan dan memakan waktu hampir dua jam. Kepala Regu Damkar Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan bahwa monyet tersebut sempat naik ke atap gedung Polsek, sehingga menyulitkan proses penangkapan.
“Hampir 2 jam lebih pihak kami melakukan evakuasi monyet liar tersebut, dikarenakan monyet tersebut sempat naik atap polsek,” ujarnya saat ditemui Rabu (24/9).
Evakuasi berlangsung intens sejak laporan awal diterima pada pukul 20.52 WIB, dan baru berakhir sekitar pukul 23.27 WIB.
Tim Damkar yang dikerahkan adalah dari Pos Driyorejo dengan membawa satu mobil Panther rescue dan lima personel dengan perlengkapan lengkap untuk menyelamatkan primata itu.
Beruntung, proses evakuasi monyet liar tersebut berjalan tanpa insiden dan tanpa korban luka. Monyet berhasil ditangkap saat turun dari atap dan berada di halaman belakang kantor Polsek Kedamean.
“Tidak ada korban luka-luka atas kemunculan monyet itu,” jelas Adi Suprayitno.
Keberhasilan evakuasi ini juga mendapat apresiasi dari pihak kepolisian setempat. Salah satu anggota Polsek Kedamean, Aipda Gembit, menyampaikan terima kasih atas bantuan cepat dan profesional dari petugas Damkar dalam menangani situasi tak biasa ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada petugas damkar yang sudah membantu evakuasi monyet liar itu,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi peringatan akan potensi gangguan dari satwa liar yang bisa terjadi di lingkungan pemukiman dan fasilitas umum.
Meski situasi berhasil diatasi tanpa dampak buruk, adanya monyet liar yang masuk ke kantor polisi tentu menjadi perhatian serius terkait keamanan dan penanganan satwa liar di wilayah Gresik.
Dalam beberapa tahun terakhir, interaksi antara manusia dan satwa liar di beberapa daerah mulai meningkat akibat perubahan lingkungan dan aktivitas manusia yang semakin meluas.
Kondisi ini menuntut sinergi antarinstansi terkait agar kejadian serupa dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat serta tepat.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan segera apabila menemukan satwa liar yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan.
Penanganan cepat seperti yang dilakukan oleh petugas Polsek dan DPKP Gresik di Kedamean menjadi contoh bagaimana kolaborasi antarinstansi mampu mengatasi masalah yang tidak biasa namun berisiko tinggi.
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, situasi berpotensi bahaya dari kehadiran monyet liar di lingkungan kantor polisi dapat diatasi tanpa korban dan kerugian.
Insiden ini pun memberikan pelajaran penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus memperkuat sistem pengawasan dan penanganan satwa liar demi keamanan bersama. (mms)