INBERITA.COM, Aurelie Moeremans baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik setelah merilis sebuah memoar yang mengungkap sisi kelam dari perjalanan hidupnya.
Buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth ini mengisahkan pengalaman pahitnya sejak usia muda, saat dirinya terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi.
Melalui buku ini, Aurelie dengan berani berbicara sebagai seorang penyintas hubungan manipulatif yang merenggut masa mudanya.
Di usia 15 tahun, ia terlibat dalam hubungan asmara dengan pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya, yang ia sebut dengan nama ‘Bobby’.
Sosok ‘Bobby’ dalam buku tersebut lantas memicu spekulasi publik bahwa ia merujuk pada aktor Roby Tremonti, yang memang sempat menjalin hubungan dengan Aurelie di masa lalu.
Spekulasi semakin berkembang setelah Roby Tremonti mengkonfirmasi bahwa ia pernah menikahi Aurelie pada 2011, meski pernikahan tersebut tidak mendapat restu dari keluarga sang aktris.
Roby sendiri mengungkapkan melalui acara Rumpi pada Januari 2025 bahwa mereka menikah meski tanpa kehadiran orang tua Aurelie, yang menentang hubungan mereka.
Roby pun menjelaskan, “Pernikahan itu ada, meski orang tuanya nggak setuju,” menanggapi isu yang sempat beredar di media.
Ia juga menepis tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sempat diarahkan padanya, dengan mengatakan bahwa ia merasa sangat menyayangkan tudingan tersebut.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang kisah hidup Aurelie, penting untuk mengetahui latar belakang kariernya.
Aktris kelahiran Brussel, Belgia, 8 Agustus 1993, ini memulai kariernya di dunia hiburan sejak usia 14 tahun.
Setelah memenangkan kompetisi modeling pada 2007, Aurelie pindah ke Indonesia untuk mengejar impiannya di dunia akting dan permodelan. Ia kemudian terjun ke dunia sinetron dan film, bahkan sempat berkolaborasi dalam sejumlah iklan.
Pada usia 18 tahun, ia menikah dengan Roby Tremonti, namun sayangnya pernikahan tersebut berakhir dengan perpisahan.
Dalam sebuah unggahan di media sosial pada 2013, Aurelie mengungkapkan bahwa pernikahannya berlangsung tanpa restu orang tua dan diliputi kekerasan fisik dari suaminya, seperti ditampar dan dijambak. Setelah melalui masa yang penuh penderitaan, mereka akhirnya berpisah pada 2014.
Buku Broken Strings yang diterbitkan pada 2025 bukan hanya mengungkapkan kisah pahit pernikahan tersebut, tetapi juga menggali lebih dalam pengalaman Aurelie menghadapi kekerasan dalam rumah tangga.
Buku ini mendapatkan respons positif dari banyak pembaca yang merasa terinspirasi, terutama para penyintas kekerasan yang merasa dihargai dan diberdayakan oleh cerita yang dibagikan.
Namun, kesuksesan buku tersebut tak lepas dari kontroversi. Aurelie mengungkapkan bahwa ia menerima ancaman, fitnah, dan hujatan dari sosok yang pernah memanipulasinya saat ia masih berusia 15 tahun.
Meski demikian, Aurelie tetap tegar dan berkomitmen untuk terus bersuara demi para penyintas yang masih takut mengungkapkan kisah mereka.
Sebelum buku tersebut dirilis, Aurelie juga dikenal sebagai artis dan penyanyi yang cukup berprestasi. Meskipun sempat menunda album pada 2009, ia akhirnya merilis single pertamanya pada 2019 berjudul Here We Are, yang juga ia tulis sendiri.
Meskipun demikian, hidup pribadi dan asmara Aurelie selalu menjadi topik yang banyak dibicarakan, terutama pasca pernikahannya dengan Tyler Bigenho pada awal 2025.
Meskipun hidupnya penuh dengan tantangan, Aurelie Moeremans menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Ia mengajak pembaca untuk tidak menyembunyikan luka masa lalu, tetapi menggunakannya sebagai cahaya bagi orang lain yang sedang berjuang.
Buku Broken Strings juga memuat pesan penting tentang pentingnya perhatian terhadap kekerasan pada anak dan remaja, dan menjadi sorotan utama dalam perbincangan sosial saat ini.
“Aku berterima kasih pada semua yang telah membaca, menangis, marah, dan sembuh bersama aku. Selama ada satu orang yang tersentuh, suaraku tak akan padam,” tulis Aurelie di Instagram, menutup kisah inspiratifnya. (*)







