INBERITA.COM, Gelombang protes netizen terhadap Bank Mandiri kian membesar setelah lembaga keuangan pelat merah itu membekukan rekening Supriyono alias Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Tak hanya menuntut klarifikasi, warganet kini bergerak aktif menarik dana mereka dari bank tersebut, didorong oleh ketakutan akan keamanan privasi dan hak kepemilikan uang.
Kemarahan publik terpantul dari berbagai unggahan di platform X yang mengecam keras tindakan pemblokiran terhadap dana donasi rakyat.
Salah satu akun @recehsjaa menulis, “Hayoloh bank mandiri, masyarakat rame-rame tarik semua uang dari tabungannya dari bank mandiri. Lagian aneh sih lu, rekening untuk donasi lu blokir, EMNG ITU SEBUAH KEJAHATAN?? RASAKANNN LUUUU.”
Tak hanya itu, akun @bobomulunapa juga menyerukan boikot balik dengan mengajak nasabah seluruh Indonesia untuk menarik dana mereka.
“Itu livin bank mandiri ya.. kita boikot balik aja gimana min, biar nasabah seluruh Indonesia tarik duit @bankmandiri,” tulisnya.
Kekhawatiran akan kewenangan tak berdasar dalam pemblokiran rekening aktivis juga disuarakan oleh @ferrykoto. Ia menilai tindakan tersebut sebagai keterlaluan karena tidak didukung oleh surat resmi atau bukti penyidikan pidana.
“Permintaan pemblokiran oleh aparat hukum harus terkait perkara pidana, harus resmi suratnya, bukti penyidikan kasusnya. Lha, orang mau unjuk rasa, menyampaikan pendapat, pidananya apa???” ungkapnya.
Tak sedikit pula nasabah yang langsung menutup rekening mereka. Akun @IJenong68552 mengaku akan menutup rekening permanen dan memindahkan saldo meski hanya bernilai ratusan ribu.
“Saya dan ibu mertua saya mau tutup rekening permanen. Dan mau memindah saldonya walaupun cuma ratusan dari hasil usaha kos-kosan dan kontrakan,” katanya.
Isu ini dianggap mengancam kebebasan berpendapat publik.
Akun @ubegebe1 menegaskan, “Pemblokiran akun tokoh demo Pati oleh @bankmandiri ini bahaya banget. Bisa bikin orang takut untuk mengkritik apalagi menggalang aksi massa. Rekening bisa diblokir gitu aja, tanpa proses yang jelas.”
Menanggapi gelombang protes tersebut, Bank Mandiri melalui akun resminya @bankmandiri berulang kali memberikan klarifikasi.
Mereka memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyatakan pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum sesuai prosedur.
“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis @bankmandiri.
Tak hanya itu, bank tersebut juga meminta nasabah untuk mempertimbangkan kembali rencana penutupan rekening.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Untuk keinginan Sahabat melakukan penutupan rekening tabungan, kami mohon pertimbangannya kembali,” ujarnya.
Bank Mandiri juga menawarkan berbagai program menarik bagi nasabah yang tetap bertahan, seperti promosi kuliner, cashback, dan undian.
“Sangat disayangkan apabila rekening tabungan Sahabat ditutup, karena saat ini tersedia berbagai program menarik yang hanya bisa dinikmati oleh nasabah Bank Mandiri,” tambahnya.
Pihak bank menegaskan komitmen untuk menjalankan operasional sesuai regulasi. Namun, gelombang penarikan dana dan boikot massal menunjukkan ketidakpercayaan publik yang semakin dalam terhadap lembaga keuangan tersebut.