Bobot Kentongan Kayu yang Menimpa Bocah 6 Tahun di Kulon Progo Yogyakarta Ternyata Lebih dari 100Kg!

INBERITA.COM, Polisi mengungkapkan bahwa kentongan kayu yang menyebabkan tewasnya bocah berusia 6 tahun di Kulon Progo, DIY, diperkirakan memiliki bobot sekitar 100 kilogram lebih.

Kasus tragis ini terjadi di sebuah restoran di daerah Pendowoharjo, Girimulyo, pada Minggu (19/10), sekitar pukul 15.38 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Adriana Yusuf, menjelaskan bahwa meskipun bobot kentongan belum bisa dipastikan secara pasti, berdasarkan perkiraan, beratnya bisa mencapai antara 100 hingga 200 kilogram.

“Berat kurang lebih 100 kilogram lebih, tapi belum bisa kami pastikan karena harus ada sesuai fakta harus kami timbang. (Perkiraan) 100-200 kilogram,” kata Yusuf ketika dihubungi, Rabu (22/10).

Kentongan tersebut, lanjut Yusuf, tidak digantung pada atap restoran, melainkan disangga oleh dua tiang di sisi kiri dan kanan. Polisi pun masih mendalami lebih lanjut mengenai fungsi atau tujuan dari keberadaan properti tersebut di restoran tersebut.

“Kami masih perlu menggali informasi lebih dalam, apakah ini suatu kelalaian atau bukan,” tambahnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pemilik dan pegawai restoran tersebut. Namun, Yusuf belum bisa mengungkapkan detail mengenai kesaksian yang mereka berikan.

“Keterangan belum bisa kami sampaikan, sementara keterangan formal pemilik, kemudian posisi itu (kentongan) ditaruh di sana sebagai apa sebenarnya posisi itu, tujuannya apa,” jelasnya.

Polisi juga telah menyita kentongan kayu itu sebagai barang bukti. Mengenai operasional restoran setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan apakah usaha tersebut tetap berjalan seperti biasa.

Kondisi korban, AISK, yang meninggal setelah tertimpa kentongan, menjadi peristiwa yang mengguncang warga setempat. Sejauh ini, polisi belum menerima keterangan resmi dari rumah sakit terkait cedera penyebab kematian AISK.

“Sampai hari ini pihak keluarga korban juga belum membuat laporan resmi kepolisian terkait kejadian ini,” ujar Yusuf, sambil menambahkan bahwa keluarga korban masih dalam suasana kedukaan dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Kejadian ini berawal ketika AISK datang bersama keluarganya yang berasal dari Bantul, DIY, ke restoran yang memiliki konsep warung kopi.

Korban sebelumnya bermain di area playground yang terletak di dalam kompleks restoran tersebut. Setelah makan, AISK bermain dengan kentongan kayu yang terbuat dari tiang dan kayu, yang tingginya sekitar dua meter dan berdiameter satu meter.

Namun, nahas, kentongan tersebut tiba-tiba jatuh dan menimpa AISK. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Nanggulan, Kulon Progo, tetapi sayangnya nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi setelah AISK bermain dengan kentongan kayu yang ada di restoran tersebut.

“Selesai makan, korban bermain mengayun-ayunkan sebuah kentongan yang terbuat dari kayu dan tiang juga terbuat dari kayu,” ungkap Sarjoko dalam keterangannya pada Minggu malam.

Kejadian ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga korban dan masyarakat setempat.

Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan akan melakukan gelar perkara untuk memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kelalaian atau sebuah kecelakaan yang tak terduga.

Sementara itu, restoran tersebut menjadi sorotan setelah kejadian tragis ini, dengan banyak pihak mempertanyakan keselamatan dan pengelolaan properti di tempat umum.

Kasus ini mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat di tempat-tempat umum, khususnya yang melibatkan fasilitas bermain anak-anak.

Kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya pemantauan terhadap penggunaan properti atau benda besar di tempat umum, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Polisi diharapkan segera memberikan kejelasan dan mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan hukum yang berlaku untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. (xpr)